Exploring Jordania (6)

Jerash, Kota Besar Romawi Yang Terkubur Ratusan Tahun

Jakarta, (gomuslim). Wilayah kekuasaan Romawi menyisakan jejak kejayaan yang masih bisa kita saksikan sampai saat ini. Salah satu wilayah kekuasaannya yang terletak di Asia adalah Jerash, suatu kota yang terletak di Negara Yordania. Kota ini memiliki situs peninggalan kerajaan Romawi yang disinyalir sebagai kota tua yang menyimpan arkeologi sejarah.

Yordania merupakan negara yang terletak di Asia Barat yang identik dengan padang pasir nan gersang, namun kali ini mata anda akan dimanjakan dengan indahnya pemandangan ladang pertanian yang tampak saat melintasi jalan menuju Jerash dari Kota Amman. Bagi anda yang pernah mengarungi lintasan jalan bukit yang berkelok di Indonesia makan anda pun akan merasakan kesan yang sama saat mengunjungi Jerash, ini merupakan suatu hal yang luar biasa untuk negara yang bukan beriklim tropis.

kjglg

Saat tiba di Jerash, anda akan merasakan teriknya sinar matahari, namun suhu udara tidak seperti yang anda bayangkan sebagaimana padang pasir yang gersang dan tandus. Suhu udara di Jerash berkisar antara 22-25 derajat celcius dalam keadaan cuaca cerah.

Selama abad ketiga  sebelum masehi, Jerash pernah menjadi salah satu kota terbesar di luar Eropa. Pada abad kedua  masehi, Jerash termasuk salah satu dari 10 kota besar yang masuk menjadi bagian dari Decapolis (10 kota besar Yunani).

Jerash merupakan kota yang berada di dataran tinggi, terletak pada ketinggian 250 – 300 meter di atas permukaan laut. Karena itulah maka suhu di Jerash berbeda dengan wilayah lainnya di Yordania. Selain Pada tahun 749 masehi, gempa bumi dahsyat telah menghancurkan sebagian besar kota Jerash, lalu terjadi gempa bumi selanjutnya dan perang yang berkecamuk, berdampak pada kerusakan situs peninggalan sejarah kota kuno ini. Menurut keterangan guide  di sana, bangunan yang terlihat di Jerash saat ini hanyalah separuh dari seluruh kota yang ada. Sedangkan sisanya yang lain, masih terpendam di bawah tanah.

Konon dari berita yang tersiar, pasca terjadinya gempa bumi yang meluluhlantakkan Jerash, kota ini pun terkubur sampai ratusan tahun lamanya. Kemudian baru ditemukan kembali oleh Ulrich Jasper Seetzen pada tahun 1806, ia adalah seorang warga Negara Jerman. Namun penggalian dan rekonstruksi bangunan yang telah hancur dimulai sejak 1920. Kini Jerash menjadi salah satu destinasi wisata yang sarat pengetahuan dan menarik untuk dikunjungi.

Kota tua ini baru di buka mulai 08:00 sampai pukul 17:00  saat musim panas, sedangkan ketika musim dingin dibuka mulai 08:00 sampai 16:00. Bagi pengunjung berusia diatas 15 tahun dikenakan tarif tiket seharga JOD 8 adapun untuk pengunjung anak-anak dibawah 15 tahun sama sekali tidak dikenakan biaya masuk.

Saat memasuki kota Jerash, anda dapat menyaksikan kekohan bangunan gerbang atau gapura, sangat terlihat kekohan bangunan batu ini. Bangunan besar dan megah yang telah hilang beberapa bagiannya, dibuat tanpa ada campuran semen sedikitpun, jika anda dapat melihat dari bagian bawah tiang, sesekali bangunan itu sendi bangunan itu goyang saat tertiup angin namun tidak rubuh. Ada lagi gerbang yang terletak di bagian selatan, gerbang tersebut diberi nama Hardian Arch, gerbang ini dibangun pada 129 masehi. Penamaan gerbang Hardian Arch merupakan bentuk apresiasi atas jasa Kaisar Hardian yang membawa nama Jerash menjadi terkenal sebagai kota besar.

Makin ke dalam anda memasuki kawasan Jerash, anda akan melihaat bangungan besar semacam Hippodrome, yaitu sebuah arena untuk pacuan kuda. Lintasan pacu memiliki panjang 245 meter dan lebar 52 meter. Pacuan Kuda ini berkapasitas 15 ribu penonton, namun ini bukanlah arena pacuan kuda yang besar di wilayah kekuasaan Kekaisaran Romawi.

Biasanya pengelola Jerash, mengadakan pertunjukkan drama tentang gladiator dan pacuan kuda tentara Romawi. Acara ini dibuka pukul 10:00 dan 14:00 sedangakan pada hari Jumat hanya diselenggarakan pada pukul 10:00. Untuk tiketnya JOD 12 bagi pengunjung dewasa dan JOD 2 bagi pengunjung anak-anak.

Selain arena balapan kuda, Jerash pun memiliki ampiteater yang berbentuk lingkaran dengan tribun-tribun tertata rapi seperti anak tangga. Ampiteter ini memiliki keunikan tersendiri dari ampiteater yang lain di kota-kota kekaisaran Romawi. Pada satu titik di bagian tengah panggung suara kita akan menggema saat berbicara di tempat itu, seakan-akan kita menggunakan pengeras suara sehingga suara kita akan terdengar bahkan oleh orang yang duduk di bagian paling jauh dari tribun sekalipun. Tidak ada unsure mistis di sini, melainkan hanya terapan murni dari ilmu pengetahuan yang bisa dikaji oleh pakar fisika.

Di Jerash anda dapat menemui, lapangan yang luasnya mencapai 7.200 meter persegi. Lapangan ini dikelilingi oleh 160 kolom, masing-masing kolom memiliki tinggi 8 meter. Kota Jerash yang luas ini, rasanya untuk mengeksplor lebih dalam anda harus mengorbankan waktu anda lebih dari 3 jam di kota yang sarat akan sejarah ini.

gjklgkl

Jika anda hendak berkunjung ke Jerash, anda dapat menempuh perjalanan dari Amman dengan menyetir sendiri mobil yang disewa di sana, atau menggunakan jasa transportasi umum. Menyewa mobil dan menyetir sendiri merupakan hal yang wajar di Yordania, meskipun anda merupakan wisatawan asing. Jika anda hendak menyetir mobil dari Amman ke Jerash, maka anda dapat mengambil jalur dari Lingkaran 8 di Amman ke arah utara-barat keluar menuju Salt, kemudian ambil arah utara sampai terlihat marka jalan yang menunjukkan tempat pariwisata menuju Jerash.

Sedangkan bagi anda yang menggunakan jasa transportasi umum, terlebih dahulu anda dapat menumpangi taksi dari Amman menuju Terminal Tabarbour kemudian di terminal ini anda dapat gunakan bus yang mengarah ke Kastil Ajloun, sesampainya di sana anda dapat menyambung tranportasi ke Jerash. Ongkos bus biasanya JOD 1-3. (fh)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top