Exploring Jordania (7)

Kastil Ajloun: Benteng Penghadang Serangan Pasukan Salib

Jakarta, (gomuslim). Ajloun adalah sebuah kawasan yang subur di Yordania, jika anda berpikir bahwa negara ini hanya memiliki pemandangan gurun yang gersang, maka kali ini anda harus menyaksikan keindahan alam di Yordania bak negeri di Eropa. Ajloun berjarak 73 km dari sebelah Utara Kota Amman, dan jaraknya dekat sekali dengan Jerash.

Ketika telah mendekati wilayah Ajloun anda dapat menyaksikan indahnya pemandangan hutan cemara yang terbilang langka berada di salah satu negara Asia Barat, yang terkenal dengan padang pasir yang tandus dan gersang.

Tempat wisata yang terkenal di Ajloun dan sering dikunjungi turis mancanegara adalah Kastil Ajloun di Bukit ‘Auf yang jaraknya tidak jauh dari Jerash. Berdasarkan informasi yang banyak beredar, kastil ini dibangun oleh kaum Muslim pada 1184-1185 atas perintah Izzuddin Usama bin Munqhati yang merupakan keponakan dari Shalahuddin Al Ayyubi.

Kastil ini berfungsi sebagai benteng untuk menghadang serangan musuh, atau serangan Pasukan Salib. Selain itu, tujuan dibangunnya kastil ini adalah untuk menjaga  serangan Pasukan Salib terhadap pertambangan biji besi  yang ada di Ajloun, serta menghadang serangan musuh dari lembah Tiberias dan Besan.

jhfjk

Kastil ini memiliki 4 menara yang identik dengan gaya arsitektur Islam dan Arab. Letak kastil yang berada di puncak gunung, berfungsi sebagai rute komunikasi yang menghubungkan Yordania Selatan dan Suriah. Karena letaknya yang berada di ketinggian dapat dijadikan sebagai tempat pengawasan wilayah dari serangan musuh. Pada sisi lain, kastil berfungsi sebagai sarana pengiriman sinyal bagi armada laut, layaknya sebagai mercusuar yang berfungsi untuk pemberian aba-aba bagi awak kapal yang hendak mendarat di pelabuhan.

Pada 1214-1215 Aybak bin Abdullah memperluas bangunan Kastil Ajloun dan pada 1260 Dinasti Mamalik merovasi bangunan kastil dan dijadikan sebagai pusat administrasi militer, bangunan kastil ini dibuat dari batuan cadas tebing yang keras.

Di dalam Kastil Ajloun terdapat banyak ruangan dan jendela yang terbuat dari batu. Sedikit sekali cahaya yang dapat masuk ke dalam ruangan ini, sehingga suhu di dalamnya

65terasa dingin dan lembab. Pada abad ke 19 kerap terjadi gempa bumi yang meruntuhkan sebagian bangunan kastil, maka yang terlihat sekarang banyak reruntuhan batu di sekitarnya. Dari atas kastil dapat anda nikmati keindahan hijaunya pepohonan yang sejuk dan menyegarkan mata.

Jika anda menelusuri bagian dalam kastil, maka dapat anda temui sebuah dapur yang kerap digunakan untuk penyimpanan madu dan minyak zaitun. Di dalam ruangan itu pula terdapat resep pengawetan minyak zaitun, biasanya mereka menyimpan minyak tersebut di dalam tempat yang kedap udara dan gelap. Cara ini diyakini dapat mengawetkan makanan tanpa menghilangkan kandungan gizinya.

Untuk dapat mengunjungi kastil Ajloun, anda dapat menggunakan tranportasi umum yang terdapat di Terminal Bus Tabarbour Kota Amman, biasanya bus yang mengarah ke sana selalu ramai diisi dengan penumpang. Jika anda merasa sulit mendapatkan bus yang mengarah langsung ke Ajloun, maka terlebih dahulu anda dapat menggunakan bus yang menuju ke Jerash dan setelah tiba di sana, anda dapat melanjutkan perjalanan ke Ajloun menggunakan  kendaraan umum. Perjalanan dari Jerash ke Ajloun hanya memakan waktu sekitar 30 menit, sedangkan perjalanan dari Amman ke Ajloun memakan waktu sekitar 1,5 jam. (fh)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top