Exploring Jordania (8)

Gunung Nebo, Jejak Akhir Hayat Nabi Musa a.s.

Jakarta, (gomuslim). Mengulas destinasi wisata di Yordania, seolah tak dapat dilepaskan dari jejak sejarah peradaban agama di dunia. Negeri ini merupakan saksi perjalanan penyebaran tiga agama (Islam, Nasrani dan Yahudi). Setiap destinasi wisata yang dimiliki, selalu menyimpan cerita perjalanan dan peradaban dari tiga agama tersebut.

Sebelumnya gomuslim telah mengulas tentang sejarah dibalik Kastil Ajloun yang menjadi saksi bisu peristiwa Perang Salib yang artikel lengkapnya dapat di baca di: http://www.gomuslim.co.id/read/destinasi/2016/04/28/288/kastil-ajloun-benteng-penghadang-serangan-pasukan-salib.html. Ulasan destinasi wisata kali ini adalah Gunung Nebo yang disinyalir sebagai tempat dimakamkannya Nabi Musa a.s.

Gunung Nebo adalah sebuah bukit padang pasir yang terletak sekitar 40 km dari Barat Daya Kota Amman. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 817 meter atau 2680 kaki di atas permukaan laut. Banyak sejarawan Barat mengaku bahwa gunung ini adalah tempat di mana Nabi Musa mengadakan perjanjian dengan Allah. Umat Kristen pun mengklaim bahwa bukit ini merupakan area suci bagi mereka, karena tempat ini termaktub dalam Taurat, “Musa melakukan perjalanan dari Maabba mendaki Gunung Nebo yang jaraknya satu fasakh, maka di situlah Tuhan memperlihatkan zat-Nya ke seluruh penjuru bumi, maka berkatalah Tuhan jangan kau ke sana (Al Quds).”  Demikianlah yang termaktub dalam Taurat.

kjglk

Dalam literatur Islam, terdapat Hadis Shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, pada hadis tersebut menjelaskan tentang tempat di mana Nabi Musa a.s. wafat. Namun gunung itu tidak disebut dengan nama Nebo melainkan bukit di gurun pasir yang merah, dalam hadis tersebut dikisahkan tentang Nabi Musa yang memukul malaikat Maut menjelang akhir hanyatnya,  peristiwa itu terjadi ketika malaikat datang ke rumahnya dengan sosok yang tidak dikenali oleh beliau.  Kemudian Malaikat Maut tersebut menyampaikan peristiwa ini kepada Allah, lantas Allah memerintahkan malaikat agar berkata kepada  Musa a.s. untuk meletakkan telapak tangannya di atas punggung sapi jantan, maka setiap bulu yang ditutupi oleh telapak tangannya merupakan satu tahun kehidupannya di dunia.

Kemudian Nabi Musa a.s. memohon kepada Allah agar didatangkan ajalnya saat itu juga tanpa pengunduran waktu. Rasulullah pernah bersabda sebagaimana hadis dari jalur riwayat Abu Hurairah, “Seandainya aku di sana, maka sungguh akan aku perlihatkan kepada kalian kuburan Musa, (yaitu) di sebelah jalan di bukit gundukan pasir merah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mengenai gundukan pasir merah, sebagian sejarawan mengaitkan itu adalah gunung yang saat ini dikenal dengan nama Gunung Nebo. Karena ketika Nabi Musa a.s. memohon kepada Allah untuk dicabut nyawanya, ia melemparkan batu ke arah Baitul Maqdis. Atas dasar inilah dinyatakan bahwa gundukan pasir merah itu adalah Gunung Nebo, karena dari puncaknya kita dapat melihat Baitul Maqdis yang seolah jaraknya tidak jauh dari gunung ini.

Kendati demikian banyak juga para pakar mempersoalkan mengenai gunung yang dimaksud dalam taurat adalah  Gunung Nebo, karena ada yang menyatakan bahwa makam Nabi Musa a.s. terletak 11 km dari Selatan Yerikho dan 20 km dari sebelah Timur Yerussalam di Gurun Yedea. Meskipun ada pengakuan bahwa di Gunung Nebo inilah tempat Nabi Musa a.s. dimakamkan, namun tidak ada penjelasan yang rinci mengenai titik letak makam Nabi Musa a.s. Dalam hadis disebutkan hanya gundukan pasir yang berwarna merah yang letaknya dengan Baitul Makdis.

Jika anda dapat mengunjungi tempat ini, maka dapatlah anda saksikan kebesaran Allah SWT dalam bentuk ciptaannya yang indah. Cuaca yang cerah, menjelaskan penglihatan kita saat berada di puncak gunung ini.

Dari puncak gunung kita dapat melihat Laut Mati, Hebron, Betlehem, Qumiran, Jerussalaem, Ramallah, Jericho dan Nablus. Namun diantara kota-kota yang telah disebutkan, Laut Mati merupakan pemandangan yang paling jelas terlihat dari puncak Gunung Nebo. Pada area sekitar gunung ini, terdapat sebuah gereja yang didirikan pada 393 M dan juga tiang ular dari perunggu yang dibuat oleh Giovanni Fantoni seniman asal Italia. Konon Tiang ular itu dibuat sebagai simbol ular yang pernah dipelihara oleh Nabi Musa a.s.

jfkjh

Kawasan Gunung Nebo, merupakan kawasan strategis perdagangan yang dapat pula disebut sebagai jalur sutra. Karena itu, kawasan ini menjadi pusat perhatian kerajaan besar untuk dikuasai seperti, kerajaan Genghis Khan dari Mongol, Turki Usmani, bahkan Napoleon Bonaparte dan Adolf Hitler pun tertarik untuk menguasainya.

Pemandangan yang terlihat saat anda menuju Gunung Nebo hanyalah berupa hamparan padang pasir saja dengan sedikit ditumbuhi pepohonan. Di tempat ini banyak dihuni oleh umat Kristiani, sehingga jika anda menggunakan jasa pemandu wisata di sana, barangkali ia akan menjelaskan perihal Gunung Nebo dari sudut pandang Kristen. Tempat ini pula dianggap sebagai tempat suci bagi mereka.

Dalam perjalanan menuju Gunung Nebo jarang sekali terlihat lalu lalang kendaraan, memang untuk menuju ke tempat ini, harus menyewa mobil pribadi di tempat rental mobil sudah tersedia di Kota Aman. Jarak tempuh terbilang tidak begitu jauh dari kota Amman sekitar 40 km sehingga untuk menempuh perjalanan ke sana memakan waktu sekitar 1 jam. (fh)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top