Exploring Jordania (10)

The Royal Automobile Museum, Destinasi Menarik Bagi Pecinta Otomotif

Jakarta, (gomuslim). Tidak hanya di Eropa, Yordania pun memiliki musium otomotif yang diresmikan langsung oleh seorang raja. The Royal Automobile Museum merupakan musium pertama di Yordania yang memajang 70 mobil dan 50 sepeda motor koleksi Raja Hussein II.

Raja Hussein II merupakan Raja Yordania yang menyandang gelar raja selama 47 tahun dari 1952 sampai 1999, namun  aktif memimpin pemerintahan selama 40 tahun. Beliau meninggal dunia pada 7 Februari 1999 setelah mengidap penyakit kanker ginjal sejak 1992. Semasa hidupnya beliau memiliki hobi mengoleksi mobil dari tahun 1960-an sampai 1990-an.

ytey

Meskipun Raja Hussein telah wafat, koleksi mobilnya tetap dirawat oleh anaknya Raja Abdullah II yang menjadi penerus tahta kerajaan. Pada 2003 tepatnya saat 56 tahun Yordania merdeka, Raja Abdullah II meresmikan The Royal Automobile Museum. Raja Abdullah II juga memiliki hobi yang sama dengan mendiang ayahnya, maka selain koleksi mobil milik ayahnya, ia pun menambahkan mobil keluaran terbaru  dan juga sepeda motor sebagai penambah koleksi otomotif di Royal Automobile Museum.

Musium ini terbuka untuk umum, isinya dilengkapi dengan koleksi replika mobil abad ke-19. Pada hari Selasa musium otomotif ini ditutup selain itu, setiap tanggal 1 Syawal atau bertepatan dengan hari raya Idul Fitri, hari raya Idul Adha dan Tahun Baru Masehi musium ini pun ditutup.

Dari Rabu sampai Senin, The Royal Automobile Museum dibuka mulai pukul 10:00 sampai 19:00 sedangkan di hari Jumat, musium ini di buka mulai pukul 11:00 sampai 19:00 waktu setempat.

Dari beberapa merek dan bentuk mobil yang dipajang, salah satunya adalah mobil sedan Cadillac buatan Amerika Serikat yang diproduksi pada 1916, mobil ini memiliki delapan silinder dengan kecepatan maksimum 75 kilometer per jam. Ada pula mobil yang menjadi saksi sejarah pernikahan Raja Hussein II dengan Ratu Noor Muna dan juga Raja Abdullah II dengan Ratu Rania, mobil tersebut bermerek Lincoln buatan Amerika yang diproduksi pada 1961. Mobil ini kerap dipakai untuk membawa pengantin kerajaan, itulah sebabnya mobil ini memiliki nilai sejarah bagi keluarga Raja Yordania.

Adapun Mercedez Benz 300 yang diproduksi tahun 1968, merupakan mobil kesayangan Raya Hussein II. Mobil ini pula yang menjadi saksi bisu percobaan pembunuhan yang diarahkan kepadanya. Sedangkan beberapa mobil lainnya yang tampak di musium ini merupakan hadiah pemberian dari beberapa kepala negara, seperti, sedan Cadillac dari Presiden Amerika Serikat Dwight D. Eisenhower, Rolls Royce pemberian Raja Fahd asal Arab Saudi, dan sebuah mobil sport pemberian Uni Emirat Arab yang digunakan Raja Hussein dalam berbagai balap mobil. 

Selain dapat menyaksikan langsung berbagai model dan tipe mobil dari masa ke masa,  di museum ini juga anda dapat membeli aneka suvenir seperti buku tentang mobil, kerajinan tangan khas Yordania, model mobil dalam bentuk miniatur, jam yang ekslusif, serta suvenir lainnya. Wisata ke Royal Automobile Museum sangat cocok bagi para pecinta otomotif, sebelum merencakan berkunjung ke beberapa destinasi menarik lainnya di Yordania.

Musium otomotif ini terletak di Amman Ibu kota Yordania, tepatnya di  King Hussein Park atau Al-Hussein National Park. Setiap pengunjung warga negara  Yordania dikenakan biaya tiket sebesar 3 Dinar Yordania atau sekitar 57 ribu rupiah. Sedangkan bagi turis asing dikenakan biaya sebesar 5 Dinar Yordania atau sekitar 95 ribu rupiah untuk 1 tiketnya.

Bagi anda yang ingin mengunjungi tempat ini, maka setibanya di Bandara Internasional Queen Alia yang berada di Zizya, anda dapat menggunakan taksi langsung menuju ke musium ini. Letaknya tidak jauh dari pusat kota Amman. Sedangkan jarak tempuh dari Zizya ke Amman sepanjang 32 km. (fh) 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top