Wisata Halal

Islam di Hongkong Semakin Diterima, Kini Wisatawan Muslim Semakin Nyaman

(gomuslim). Ketika mayoritas negara-negara lain melakukan diskriminasi terhadap agama minoritas, Hongkong justru menunjukan geliat sebaliknya terhadap Islam. Masalah –masalah terkait umat Islam pun cenderung jarang terdengar dari negeri jajahan Inggris tersebut. Kaum muslimin di sana bebas melaksanakan aktivitas keagamaannya tanpa tekanan dan diskriminasi. Penggunaan pengeras suara saat azan adalah bukti nyata dari toleransi yang dibangun di negara tersebut. Lebih dari itu, Hongkong juga mempunyai destinasi wisata halal yang sangat menarik untuk dikunjungi. Fasilitas berupa wifi yang menurut survey menempati urutan keenam akses wifi tercepat di dunia, akan semakin memanjakan dan memudahkan anda untuk menjelajahi lebih dalam tentang Hongkong dan menemukan destinasi-destina menarik yang tersebar di negara tersebut.

Sebelum berbicara lebih jauh tentang destinasi wisata halal, cerita tentang keramahan dan toleransi negara dan warga Hongkong menarik untuk diketahui. Diakui oleh salah satu antropolog ternama dari Chinese University, Hong Kong, Paul O’Connor, dalam bukunya yang berjudul "Islam in Hong Kong: Muslims and Everyday Life in China’s World City (2012)", di sana terdapat cerita bahwa penduduk Hong Kong saat itu cukup toleran dan hormat terhadap komunitas Muslim. Mereka tidak mau membawa daging babi ke pasar melalui jalan tersebut sebagai bentuk penghormatan. Cerita ini menjadi bukti bahwa masyarakat Hong Kong sudah lama berinteraksi dengan komunitas Muslim dan banyak dari mereka yang cukup toleran.

Meskipun jumlah penduduk Islam di Hongkong diperkirakan berada diangka 150.000 ribu penduduk, namun kegiatan keagamaan di negeri ini terus menggeliat. Bahkan, dukungan dan kehadiran sejumlah Tenaga Kerja Indonesia atau biasa disingkat TKI (namun faktanya mereka lebih senang disebut dengan Buruh Migran Indonesia, BMI) di negara ini, membuat syiar Islam makin semarak.

Semarak Islam di Hongkong, yang terkenal dengan pariwisatanya yang luar biasa hingga berhasil mengundang wisatawan sebanyak 27,8 juta pengunjung internasional beberapa tahun yang lalu, dimulai pada awal abad ke-19. Waktu itu perdagangan Eropa merambah sampai kawasan Laut Cina Selatan, dan akhirnya membawa para pelayar dan pedagang dari Asia Selatan (India, Pakistan, dan Bangladesh) ke kawasan Guangzhou, Makau, dan Kowloon.

Negara yang memiliki luas wilayah sekitar 1.100 kilometer persegi dan dihuni oleh sekitar 6.880.000 jiwa pada beberapa tahun yang lalu ini, kemudian mulai menjadi rumah bagi umat muslim hingga kemudian beberapa kelompok di antaranya menetap di daerah Central pada tahun 1829. Mereka sering shalat Jumat di sekitaran jalan. Dari situ kemudan berkembang lagi hingga pada akhirnya terbentuklah komunitas muslim yang secara resmi diperkenalkan pada tahun 1950.

Seiring berjalannya waktu, komunitas tersebut selanjutnya berhasil membentuk Badan Wakaf Komunitas Islam yang salah satu programnya yakni menyediakan lahan untuk pemakaman di daerah Happy Valley. Di pemakaman tersebut akhirnya juga dibangun masjid kecil untuk ibadah.

Kini, Hongkong memiliki destinasi wisata halal dari segi rumah ibadah atau masjid-masjid bersejarah yang patut anda kunjungi ketika berlibur ke Hongkong, sebelum menjelajah negara tersebut lebih luas.

 

Masjid Jamia

Masjid yang terletak di Shelley Street ini dibangun peertama kali pada 1890-an dan kemudian dibangun kembali pada 1905. Masjid tertua ini didirikan di atas tanah milik Pemerintah Inggris Hong Kong yang penggunaannya merupakan bagian dari perjanjian yang dilakukan pada tahun 1850. Pada awal pendiriannya, masjid ini diberi nama Mohammaden Mosque. Selanjutnya, pasca perang dunia kedua, nama masjid ini diubah menjadi Jamia Mosque.

Sebagai sebuah masjid yang bersejarah di Hong Kong, tidak mengherankan kalau Jamiah Mosque merupakan bangunan yang sangat dilindungi oleh pemerintahan di sana. Pembangunan masjid ini merupakan salah satu bukti perkembangan agama Islam di tanah Hong Kong. Terlebih pada masa pendudukan Inggris. Sebelum pendirian masjid ini, muslim di Hong Kong cukup kesulitan dalam melakukan ibadah sehari-hari. Dan bahkan untuk melakukan ibadah shalat Jumat, mereka harus melakukannya di tempat terbuka.

 

Kowloon Mosque

Kalau mencari masjid dengan ukuran paling besar di Hong Kong, maka jawabannya adalah Kowloon Mosque yang berada di Kowloon Tsim Sha Tsui, di tengah-tengah antara Nathan Road dan Haiphong Road. Sebagai sebuah masjid serta Islamic center terbesar di Hong Kong, Kowloon Mosque mampu menampung hingga 3 ribu jamaah.

Dibuka pada tahun 1984, masjid ini kemudian tumbuh menjadi meeting point umat Islam yang bersanding dengan berdirinya pusat Islam yang tak jauh dari masjid tersebut.

Masjid ini juga dikenal merupakan salah satu yang tertua di Hong Kong, awalnya didirikan pada tahun 1896. Namun masjid tersebut terpaksa harus diratakan dengan tanah pada sekitar tahun 1970-an karena mengalami kerusakan akibat pembangunan Mass Transit Railway. Sebagai gantinya, sebuah masjid baru pun didirikan di lokasi yang sekarang pada tahun 1984. Sementara lokasi aslinya kini berubah fungsi menjadi Stasiun Polisi Tsim Sha Tsui.

Masjid ini disebut-sebut sebagai masjid yang merepresentasikan keunikan identitas komunitas muslim di Hong Kong dan didesain oleh seorang arsitek bernama I.M. Kadri. Ciri khas dari masjid ini adalah adanya empat menara masjid setinggi 11 meter yang ada pada bagian pojok bangunan. Selain itu, masjid ini juga tampil megah dengan penggunaan marmer putih baik pada bagian lantai maupun depannya.

 

Ammar Mosque Wan Chai

Masjid ini sebenarnya bernama Masjid Ammar & Omar Ramju Sadick Islamic Centre, namun kerap juga disebut dengan nama Masjid Ammar Wan Chai. Hal ini karena lokasinya yang berada di 40 Oi Kwan Road, Wan Chai. Lokasi tempat masjid ini berada dikenal sebagai salah satu red district di Hong Kong. Di sini banyak berdiri tempat-tempat hiburan malam dan bahkan pelacuran.

Dari desainnya, Masjid Ammar ini mempunyai desain yang tidak biasa. Kalau biasanya masjid hadir dengan desain kubah, maka lain halnya dengan Ammar Mosque. Bentuk bangunan masjid ini lebih mirip dengan sebuah apartemen dan mempunyai delapan buah lantai. Meskipun begitu, Ammar Mosque ini memiliki aktivitas yang cukup banyak dengan jumlah relawan banyak, baik warga lokal ataupun pendatang. Kalau mampir ke sini pada saat berkunjung ke Hong Kong bisa menjadi pengalaman menarik, sekaligus bisa sharing dengan pengalaman orang-orang di sana.

 

Masjid Chai Wan

Berlokasi di Chai Wan, adalah sebuah masjid bernama Chai Wan Mosque. Masjid yang lebih mirip seperti perkantoran ini didesain dengan modern mengikuti tren masjid-masjid pada saat itu yang cenderung mengadopsi konsep indoor dan outdoor dalam satu bangunan. Masjid ini biasanya menjadi tempat berkumpulnya para masyarakat muslim Cina, terutama yang berasal dari Cina daratan. Bahkan imam masjid tempat ini juga berasal dari Cina daratan. Biasanya, para muslim Cina yang berada di sini berkumpul untuk bisa menikmati makanan halal sembari bersosialisasi.

 

Stanley Mosque

Masjid Stanley berlokasi di 53 Tung Tau Wan Road, Stanley, hong Kong. Masjid ini selesai didirikan pada 1 Januari 1937 dan merupakan masjid keempat yang didirikan di Hong Kong. Berbeda dengan masjid lainnya, masjid ini berlokasi di dalam sebuah penjara, tepatnya adalah Penjara Stanley. Sebagai sebuah masjid yang cukup tua, Masjid Stanley ini mempunyai desain bangunan yang unik dan menarik. Jika diperhatikan dengan seksama, maka masjid ini lebih mirip seperti bangunan pada zaman mesir kuno yang diperuntukan bagi orang-orang tertentu (biasanya untuk keluarga bangsawan). Terlebih dengan pemilihan warna yang terang, masjid ini benar-benar unik di mata penulis.

 

Masjid Ibrahim

Jika lima masjid sebelumnya sudah didirikan cukup lama, maka Masjid Ibrahim adalah masjid termuda yang ada di Hong Kong. Masjid yang berlokasi di Yan Cheung Road, Yau Tsim Mong District, Kowloon ini baru saja diresmikan pembukaannya pada beberapa tahun lalu, tepatnya pada tanggal 24 November 2013. Jadi usianya masih sangat muda. (alp/dbs)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top