Alhambra, Saksi Bisu Kejayaan Islam di Eropa Penarik Wisatawan Dunia

(gomuslim). Spanyol adalah salah satu negara di benua biru yang pernah diduduki kerajaan Islam sekitar 5 abad lamanya. Tepatnya di Propinsi Granada, berdiri suatu istana yang warnanya terlihat kemerah-merahan seperti perpaduan antara coklat dan merah. Istana ini bernama Alhambra, konon penamaan ini disandarkan pada pancaran warna kemerahan yang terlihat dari bangunan megah ini. Kata Alhambra merupakan bahasa serapan dari hamra’ bentuk jamak dari ahmar  yang dalam bahasa arab berarti merah. Namun pada sisi lain adapula yang berpendapat bahwa penamaan Alhambra dinisbahkan kepada bangsa Moor yang membangun istana ini.

Alhambra merupakan istana yang  dikenal sebagai kota dalam kota, pasalnya di dalam bangunan ini terkesan seperti suatu kota kecil yang terlatak di dalam kota Granada Spanyol. Tentunya kesan tersebut tak terlepas dari luasnya istana yang dibangun pada abad ke-11 dan selesai pada abad ke-14 tepatnya di masa pemerintahan Sultan Yusuf 1 (1333-1353) dan Sultan Muhammad V (1353-1391).

Di dalam komplek istana Alhambra terdapat taman-taman yang indah, padahal dahulu lokasi ini dikenal tandus namun saat itu bangsa Moor telah menemukan teknik irigasi yang modern sehingga dengan penerapan teknik ini tanaman tersebut dapat tumbuh subur dan menjadi taman yang indah. 

Kemudian di belakang benteng Alhambra terdapat pula taman-taman, paviliun-paviliun, kompleks istana, Alcazaba (atau, benteng), dan bahkan sebuah medina atau kota kecil. Motif dan corak pada Istana Alhambra menunjukkan perpaduan antara budaya Arab dan budaya Eropa, dimana Raja Charles pernah merenopasi beberapa bagian bangunan dengan nuansa renasains Eropa.

Jika anda hendak memasuki Istana Alhambra, maka harus melewati sebuah gapura besar yang bentuknya seperti tapal kuda, gapura ini dinamai Gerbang Keadilan. Penamaan tersebut berdasarkan fungsi gapura yang kerap digunakan sebagai ruang pengadilan yang mana proses jalannya persidangan dapat disaksikan langsung oleh masyarakat kala itu. Ruang persidangan ini dinamakan dengan Ruangan Al-Hukmi (Baitul Hukmi), yakni ruangan pengadilan dengan luas 15 m x 15 m yang dibangun oleh Sultan Yusuf I (1334-1354).

Setiap harinya tidak kurang dari 8,000 orang yang mengunjungi istana Alhambra ini, dekorasi yang indah dan rumit adalah cirri khas tersendiri istana yang identik dengan arsitektur Timur Tengah. Untuk membuat istana yang artistik ini tentunya melibatkan para seniman yang mampu mengukir plester ini dalam pola artistik seperti renda yang berulang-ulang. Beberapa lengkungan yang dihias tampak seperti stalaktit yang disusun dengan bentuk simetri yang sempurna. Corak lain dari istana ini adalah zillij—potongan ubin yang diglasir dan disusun dalam pola geometris yang rumit. Ini melapisi dinding bawah dengan warna-warna mencolok, yang sangat kontras dengan warna lembut stuko di atasnya.

Di dalam istana ini, terdapat ruangan yang indah seperti:

- Ruangan Bani Siraj (Baitul Bani Siraj), ruangan berbentuk bujur sangkar dengan luas bangunan 6,25 m x 6,25 m yang dipenuhi dengan hiasan-hisan kaligrafi Arab;

- Ruangan Bersiram (Hausy ar-Raihan), ruangan yang berukuran 36,6 m x 6,25 m yang terdapat pula al-birkah atau kolam pada posisi tengah yang lantainya terbuat dari marmer putih. Luas kolam ini 33,50 m x 4,40 m dengan kedalaman 1,5 m, yang di ujungnya terdapat teras serta deretan tiang dari marmer;

- Ruangan Dua Perempuan Bersaudra (Baitul al-Ukhtain), yaitu ruang yang khusus untuk dua orang bersaudara perempuan Sultan Al-Ahmar;

- Ruangan Sultan (Baitul al-Mulk);

- Ruangan Duta, ruangan As-Safa',

- Ruangan Barkah,

- Ruangan Peristirahatan sultan dan permaisuri di sebelah utara ruangan ini ada sebuah masjid yakni Masjid Al-Mulk.

Istana Alhambra juga dilengkapi dengan taman mirta semacam pohon myrtuscommunis dan juga bunga-bunga yang indah nan harum, serta suasana yang nyaman. Kemudian, ada juga Hausyus Sibb (Taman Singa) yakni, taman yang dikelilingi oleh 128 tiang yang terbuat dari marmer. Di taman ini pula terdapat kolam air mancur yang dihiasi dengan 12 patung singa yang berbaris melingkar dan dari mulut patung singa-singa tersebut keluar air yang memancar. Inilah halaman yang paling banyak dipotret dan sering difoto sebagai salah satu icon Alhambra.

Namun setelah sekian lama istana berdiri, pada akhirnya direbut oleh Kerajaan Kristen Spanyol pada 2 Januari 1492 M atau 2 Rabiul Awwal 898 H. setelah Raja Ferdinan V mengepung Granada selama tujuh bulan dan akhirnya raja terakhir dari bani Ahmar menyerahkan istana ini kepada Raja Ferdinand dan Ratu Isabella dan mengusir bangsa Moor dari lingkungan tersebut.

Perjuangan Raja Ferdinand V dan Ratu Isabella ini akhirnya mendapat apresiasi dari  Paus Alexander VI (L. 1431-W. 1503) yang terkenal dengan perjanjian Tordesillasnya pada tahun 1494, dalam perjanjian itu Paus Alexander memberi gelar kepada Raja Ferdinand V dan Ratu Isabella sebagai "Catholic Monarch" atau "Los Reyes Catolicos" atau Raja Katolik karena dianggap telah menaklukkan kerajaan Islam terbesar di Spanyol saat itu.

Setelah mengusir bangsa Moor dari Spanyol, para penakluk Kristen menghancurkan sebagian besar interior Alhambra. Dan pada masa kempimimpinan Charles I di Spanyol (1516-1556), interior yang dirsak diganti dengan bangunan dalam gaya Renaisans Eropa. Namun tidak semua bangunan yang bernuansa Timur Tengah dihancurkan saat itu, bahkan pintu yang bertulisakan kaligrafi walaa ghaaliba illallah (tidak ada pemenang kecuali Allah) masih terlihat sampai saat ini di Istana Alhambra.

Hal ini tentunya menunjukkan bukti bahwa Islam pernah berjaya di Eropa khususnya di Spanyol pada masa Dinasti Umayah atau sebelum renasains Eropa. Sampai saat ini istana yang banyak menyimpan sejarah masa kejayaan Islam, menjadi salah satu destinasi menarik di Spanyol. Data tahun 2013 menyebutkan, Granada yang memiliki penduduk sebanyak 924.550 jiwa namun dapat dibanjiri wisatawan sebanyak 2.387.194 orang yang 59% berasal dari wisatawan domestik dan 41% adalah wisatawan mancanegara. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah wisatawan jauh lebih banyak ketimbang jumlah penduduk setempat. Selain itu Istana Alhambra juga telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1984.

Untuk dapat mengunjungi saksi bisu kejayaan Islam di Spanyol ini, maka terlebih dahulu anda memesan tiket. Hal karena banyak turis yang sangat berminat untuk mengunjungi tempat ini. sehingga pengelola Alhambra pun membatasi jumlah pengunjung sebanyak 6.000 per hari dan 300 wisatawan per setengah jam untuk Palacios Nazaris.

Harga tiket masuk sebesar € 13,00, istana ini dibuka mulai 8.30-20.00 setiap hari dan kunjungan malam dimulai pukul 22.00 – 23.30 sepanjang 16 Maret – 15 Oktober. Sedangkan pada 16 Oktober – 15 Maret Alhambra buka setiap hari pada pukul 8.30 – 18.00 dan kunjungan malam pukul 20.00 – 21.30 untuk hari Jumat – Sabtu.

Alhambra terletak di puncak bukit maka untuk dapat sampai kesana anda bisa melakukan hiking selama 30 menit dari Plaza Nueva atau menggunakan jasa transportasi umum seperti taksi atau minibus 32 dari Plaza Isabel. Selama di Granada anda juga dapat beristirahat di penginapan yang banyak tersebar disana seperti Kekoldi de Granada Hotel, Casa de la Sonrisa Hotel, dan HG Maribel Hotel. (fh). 

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top