Wisata Halal Aceh (5)

Pantai Lampu’uk, Keindahan Alam Eksotis di Ujung Sumatera

(gomuslim). Pasca terjadinya peristiwa tsunami yang sempat meluluhlantakkan sebagian wilayah Provinsi Aceh. Publik dihebohkan dengan sebuah masjid yang tetap berdiri tegak di tengah-tengah reruntuhan bangunan yang ada di sekitarnya. Ternyata area masjid tersebut tidak jauh dari pantai indah yang memanjakan mata.

Pantai tersebut dinamakan Pantai Lampu’uk yang sangat terkenal di wilayah Aceh Besar. Airnya yang terlihat biru kehijauan ditambah dengan pepohonan pinus yang tumbuh di sekitar tepi pantai, menambah keindahan dan keunikan pantai yang terletak di Desa Meunasah Masjid, Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Naggroe Aceh Darussalam.

Pantai Lampu’uk memiliki garis pantai sepanjang 5 kilometer yang membentuk sebuah teluk kecil. Gulungan ombak di pantai ini cukup besar namun tetap bersahabat, sehingga cocok bagi pecinta surfing (berselencar). Tidak hanya berselancar, pengunjung juga dapat menikmati fasilitas lainnya seperti banana boat, dan padang golf yang berada di kawasan pantai.

j;ljl;j;

Keberadaan padang golf di area pantai, merupakan hal langka bagi sebuah pantai di Nusantara. Maka tidak heran jika Pantai Lampu’uk dikunjungi wisatawan domestik dan juga mancanegara. Pada dasarnya suasana pantai yang telah dijadikan objek wisata, jauh dari rimbunnya pohon. Namun suasana di pantai ini berbeda, kebun pinus dan hamparan pantai terilhat seolah berdampingan, sehingga menambah keindahan dan keunikan tersendiri bagi objek wisata yang ada di ujung Sumatera.

Bagi pengunjung yang ingin menginap, maka di sekitar pantai tepatnya di area pepohonan pinus, berdiri penginapan untuk para wisatawan. Namun uniknya ada juga penginapan di lereng bukit, posisi penginapan ini tepat bersandar dengan lereng tersebut, maka bagi anda yang ingin merasakan panorama pantai menjelang terbenamnya matahari, penginapan ini sangat cocok untuk anda sewa.

k;k;

Tidak hanya bukit dan tebing, tidak jauh dari area pantai terdapat mini danau. Selain itu tidak sedikit pengunjung yang merasakan sensasi berjemur, berenang, menyelam dan berlayar dengan sampan di pantai yang dikenal dengan pasirnya yang putih.

Meski banyak yang berenang, menyelam, bahkan berselancar, namun ada area tertentu yang dilarang untuk dilakukan aktivitas renang, karena gulungan ombaknya dianggap dapat membahayakan pengunjung. Maka bagi yang ingin merasakan sensasi berenang di pantai ini, terlebih dahulu mencari informasi area aman kepada petugas penjaga pantai. Meski diperbolehkan berenang, namun harus tetap menutup aurat karena hal ini telah menjadi aturan Pemerintah Daerah setempat.   

Bagi pengunjung yang memiliki hobi memancing, maka di pantai ini cocok untuk merealisasikan penangkapan ikan dengan kail dan joran. Beraneka ragam ikan yang terdapat pantai di pantai penyimpan pesona keindahan alam di Aceh Besar ini. Maka  tidak ada salahnya membawa joran dan perlengkapan lainnya manakala ingin memancing di Pantai Lumpu’uk.

Tidak jauh dari kawasan pantai, terdapat Masjid Rahmatullah yang pada 2004 banyak menarik perhatian publik. Sebab pada saat itu hampir seluruh bangunan yang ada di sekitarnya, rata dengan dengan tanah, tinggal tempat ibadah ini yang tetap berdiri kokoh atas perlindungan Allah SWT.

kljljl

Meski ada beberapa komponen masjid yang rusak pasca tsunami, namun kerusakan  Masjid Rahmatullah telah direnovasi, walau ada beberapa komponen bangunan yang dibiarkan begitu saja untuk mengenang peristiwa tsunami 12 tahun silam. Manakala dapat menyempatkan diri untuk mengunjungi masjid ini, dapat dirasakan dahsyatnya terpaan tsunami yang menghantam sebagian wilayah Aceh. Sebab banyak bukti yang tersimpan dari peristiwa besar tersebut di area ini.

Terkait dengan kuliner yang dijajakan di sekitar pantai, banyak seafood yang dijual di beberapa gazebo yang dikelola oleh otoritas terkait. Olahan ikan laut yang dijual tidak lepas dari perpaduan rempah Nusantara dan lekat dengan cita rasa masayakat khas Aceh.

Jarak lokasi pantai dengan kota Banda Aceh sekitara 20 kilometer. Dari Kota Banda Aceh dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi dalam waktu kurang dari 20 menit. Apabila naik angkutan umum, jurusan Banda Aceh-Lhoknga maka perjalanan ditempuh dalam kurun waktu kurang lebih 35 menit.

Mengenai jalur masuk, terdapat empat arah masuk yang dapat dilalui oleh para pengunjung untuk dapat sampai ke lokasi pantai dari tempat yang berbeda. Jalur pertama disebut babah satu, kemudian jalur Babah Dua, jalur Babah Tiga, dan jalur Babah Empat. Masing-masing pintu masuk dinamai berurutan sesuai posisinya, urutannya yaitu dari yang paling selatan ke yang paling utara. Sedangkan jalur yang banyak dilalui oleh para pengunjung lokal umumnya adalah jalur Babah Satu dan jalur Babah Dua. Turis asing biasanya datang dari jalur Babah Tiga karena disinilah tempat masuk yang cocok bagi pecinta surfing. (fh)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top