Wisata Halal Sumatera Barat (1)

Danau Maninjau: Magnet Keindahan Panorama Alam di Tanah Minang

gomuslim.co.id- Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) baru saja mendapatkan penghargaan empat kategori, yaitu Destinasi Wisata Halal Terbaik, Destinasi Kuliner Terbaik, Restoran Halal Terbaik, dan Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik. Hal ini membuat Sumbar makin berbenah diri dalam meningkatkan kualitas pariwisata halal di mata wisatawan domestik maupun internasional. Apalagi tahun ini, Sumbar juga akan maju mewakili Indonesia dalam ajang World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Untuk itu, beberapa minggu ke depan lima series destinasi wisata halal Sumatera Barat akan tampil di kanal Safari-Destinasi-- yang gomuslim pilih sebagai referensi Anda jika bertandang ke tanah minang ini.

Destinasi pertama yang wajib bagi para pelancong di tanah minang, selain jam gadang adalah Danau Maninjau. Danau ini dikenal sebagai danau terbesar kedua di Provinsi Sumbar setelah di urutan pertama, yaitu Danau Singkarak. Lokasinya berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Meski berjarak 140 km dari Kota Padang, danau ini menawarkan pemandangan eksotis yang sangat sayang untuk Anda lewatkan.

Ada sebuah kisah, Presiden Pertama RI Ir. Soekarno pada suatu ketika berkunjung ke Danau Maninjau dan takjub dengan keindahannya. Untuk mengungkapkan kekagumannya tersebut ia menulis sebuah pantun yang berbunyi: Jika makan arai Pinang, makanlah dengan sirih yang hijau, jangan datang ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau. Pantun yang ditulis oleh Presiden pertama RI ini, cukup mewakili untuk menggambarkan keindahan panorama alam Danau Maninjau nan eksotis.

Danau ini terbentuk dari letusan Gunung Merapi yang ke dalamannya mencapai 495 meter dengan ketinggian 461,5 meter dengan luas hampir 99,5 km per segi. Keindahan Danau Maninjau ini sangat khas, tidak kalah dari danau-danau romantis yang ada di negara ginseng Korea Selatan. Danau ini meyuguhkan kesan so sweet bagi yang melihatnya, danau juga bisa kita lihat dari jarak jauh yaitu dari puncak lawak dan kelok 44 yang terkenal di Padang.

Kalau diletisik dari sejarahnya, selain keindahannya, danau ini juga terkenal dengan tempat kelahiran (kampung halaman) tokoh-tokoh nasional, seperti Buya Hamka dan Rangkayo Rasuna Said. Menurut legenda di Ranah Minang, keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan yang terkenal di tanah minang.

Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Sri Antokan. Pada salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Sri Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau.

Danau yang tercatat sebagai danau terluas ke sebelas di Indonesia ini juga menyediakan banyak fasilitas untuk menjamu para wisatawan. Di sekitar Danau Maninjau terdapat fasilitas wisata, seperti Hotel (Maninjau Indah Hotel, Pasir Panjang Permai) serta penginapan dan restoran. Tidak hanya itu, masih di tepi Danau Maninjau, Anda juga bisa berwisata kuliner durian di Kota Malintang. Lokasinya di kaki bukit Barisan kabupaten Agam. Desa ini masih menjunjung tinggi tradisi nenek moyang mereka. Tradisi ini secara garis besar bertujuan agar tidak terjadi konflik antara orang yang punya kebun durian dengan yang tidak memiliki kebun durian.

Sehingga menghindarkan terjadinya pencurian, di mana tradisi ini dikenal dengan Balangge yaitu bagi warga yang tidak memiliki kebun durian boleh memungut durian milik kebun orang lain dengan syarat, hanya boleh mengambil durian yang telah jatuh dan hanya pada jam 04.00 hingga 06.00 WIB subuh.

Setelah itu tidak diperbolehkan lagi, waktu yang sebentar itulah yang dimanfaatkan oleh warga yang tidak punya kebun untuk menikmati hasil durian. Sehingga tidak terjadi lagi kasus pencurian buah di kebun durian dan pohon durian tetap awet karena pohon durian juga tidak boleh ditebang.

Untuk Anda para pencinta durian, inilah tempat yang tepat menikmati durian karena durian di daerah ini fresh from the oven atau original jatuh langsung dari pohon. Durian yang jatuh dari pohon pasti durian yang sudah matang sehingga rasa dan aromanya nikmat sekali.

Akomodasi dan Transportasi menuju Danau Maninjau

Untuk bisa mencapai Danau Maninjau, perjalanan bisa ditempuh melalui jalur darat. Ada dua alternatif  jalur untuk menuju ke Danau maninjau. Pertama, memasuki jalur dari Barat dan Kedua dari Timur. Dari Barat, perjalanan dimulai dari Padang melewati jalur Pariaman menuju Lubuk Basung (ibu kota Kabupaten Agam), lebih kurang ditempuh selama 1 ½ jam. Untuk transportasi bisa menggunakan angkutan umum, travel, dan mobil sewaan. Dari timur, perjalanan dimulai dari Padang menuju Bukittinggi dan dari kota Bukittinggi perjalanan dilanjutkan ke Danau Maninjau melewati kelok 44 menggunakan angkutan umum, mobil pribadi, atau mobil sewaan. Waktu perjalanan ditempuh kurang lebih 3 jam.

Sedangkan untuk masuk objek wisata tidak dipungut biaya. Akomodasi di danau Maninjau banyak tersedia, di sekitar Danau Maninjau banyak hotel yang bisa dijadikan untuk tempat menginap, mulai dari kelas berbintang sampai kelas melati. Selain hotel, ada juga home stay yang dikelola oleh masyarakat, yang bisa dijadikan sebagai alternatif bagi para wisatawan untuk tempat menginap. Sedangkan untuk mengobati rasa lapar, para wisatawan bisa memilih tempat makan yang disukai, karena banyak restoran-restoran yang tersedia di sepanjang pinggir danau dengan menyajikan berbagai menu baik aneka masakan Padang maupun masakan dari mancanegara. (fau)

 

 

 

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top