Hari Santri Nasional

Ini Tujuh Potret Model Pondok Pesantren di Indonesia

gomuslim.co.id-  Setiap 22 Oktober, Indonesia mempunyai hari perayaan baru, yaitu Hari Santri Nasional. Dalam rangka memperingati hari tersebut banyak kegiatan yang unik dan menarik. Kegiatan itu mulai dari menulis ayat Alquran, pawai budaya religi, bedah buku, hingga aneka lomba skala lokal dan nasional.

Untuk diketahui, Hari Santri Nasional ditetapkan pada 22 Oktober setiap tahunnya. Penetapan ini berasal dari keputusan pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi pada suatu kesempatan tabligh Akbar bersama  tokoh agama, para ulama dan para santri di Masjid Istiqlal pada tahun 2015 lalu. Pada kesempatan tersebut, Presiden RI Joko Widodo memaparkan besarnya peran santri bagi bangsa. Para tokoh besar yang punya andil itulah yang membuat pemerintah menilai hari santri penting ditetapkan.

Presiden Jokowi mengatakan mengingat peran historis para santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti K.H. Hasyim As’yari dari Nahdlatul Ulama, K.H. Ahmmad Dahlan dari Muhammadiyah, A. Hassan dari Persis, Ahmad Soorhati dari Al-Irsyad dan Mas Abdul Rahman dari Matlaul Anwar serta mengingat pula 17 nama-nama perwira Pembela Tanah Air (Peta) yang berasal dari kalangan santri, pemerintah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Sejarah mencatat para santri telah mewakafkan hidupnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan tersebut. Para santri dengan cara mereka masing-masing bergabung dengan seluruh elemen bangsa, melawan penjajah, menyusun kekuatan di daerah-daerah terpencil, mengatur strategi, dan mengajarkan kesadaran tentang arti kemerdekaan.

Selain itu, dalam hal ini, Pondok Pesantren menjadi lembaga pendidikan agama Islam yang khas di Indonesia. Karena itu, pada peringatan Hari Santri Nasional ini, gomuslim akan membahas tujuh potret ragam Pondok Pesantren yang ada di Indonesia, berikut ulasannya:

Pondok Pesantren Salaf

Pesanten Salaf adalah bentuk asli dari lembaga pesantren. Sejak pertama kali didirikan oleh Wali Songo, format pendidikan pesantren adalah bersistem salaf. Kata salaf berasal dari bahasa Arab السلف. Dari akar kata yang sama. Ada beberapa makna dari kata ‘salaf’ yang berbeda-beda.

Metode Belajar Mengajar:

Publikasi Alkhoirot menyebutkan metode belajar mengajar di pesantren salaf terbagi menjadi dua yaitu metode sorogan wetonan dan metode klasikal. Metode sorogan adalah sistem belajar mengajar di mana santri membaca kitab yang dikaji di depan ustadz atau kyai. Sedangkan sistem weton adalah kyai membaca kitab yang dikaji sedang santri menyimak, mendengarkan dan memberi makna pada kitab tersebut. Metode sorogan dan wethonan merupakan metode klasik dan paling tradisional yang ada sejak pertama kali lembaga pesantren didirikan dan masih tetap eksis dan dipakai sampai saat ini.

Adapun metode klasikal adalah metode sistem kelas yang tidak berbeda dengan sistem modern. Hanya saja bidang studi yang diajarkan mayoritas adalah keilmuan agama. Santri pesantren salaf memiliki kualitas keilmuan yang berbeda dengan santri pondok modern antara lain sebagai berikut:

-Menguasai kitab kuning atau literatur klasik Islam dalam bahasa Arab dalam berbagai disiplin ilmu agama.

-Menguasai ilmu gramatika bahasa Arab atau Nahwu, Sharaf, balaghah (maany, bayan, badi’), dan mantiq secara mendalam karena ilmu-ilmu tersebut dipelajari serius dan menempati porsi cukup besar dalam kurikulum pesantren salaf di samping fikih madzhab Syafi’i.

-Dalam memahami kitab bahasa Arab santri salaf memakai sistem makna gandul dan makna terjemahan bebas sekaligus.

-Pesantren salaf murni, disebut juga dengan salafiyah, memang bertujuan untuk mencetak ulama ahli agama. Saat ini, pesantren salaf murni tidak banyak.

 

Berikut beberapa di antaranya:

1. Ponpes Sidogiri Pasuruan, Jatim

2. Ponpes Langitan Tuban, Jatim

3. Ponpes Lirboyo Kediri, Jatim

4. Ponpes Ploso, Kediri

5. PP Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jateng.

6. PP MIS, Sarang, Rembang.

7. PP MUS, Sarang, Rembang.

8. Pesantren Cidahu, Pandeglang, Banten

9. Pesantren Putri Salafiyah, Bangil, Jatim

 

Pondok Pesantren Modern

Pondok modern adalah anti-tesa dari pesantren salaf. Sistem ini dipopulerkan pertama kali oleh Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo yang kemudian diduplikasi di pesantren lain yang memakai label modern. Pondok Modern disebut juga dengan pesantren kholaf (modern) sebagai akronim dari salaf atau ashriyah.

Metode Belajar Mengajar:

-Umumnya memakai ssitem klasikal.

-Ilmu umum dan agama sama-sama dipelajari.

-Penekanan pada bahasa asing Arab dan Inggris percakapan.

-Penguasaan kitab kuning kurang.

-Sebagian memakai kurikulum sendiri  seperti Gontor. Sedangkan sebagian yang lain memakai kurikulum pemerintah.

Adapun, Pondok Pesantren Gontor berdiri pada 10 April 1926 di Ponorogo, Jawa Timur. Podok ini didirikan oleh tiga bersaudara putra Kiai Santoso Anom Besari, yaitu KH Ahmad Sahal, KH Zainudin Fananie dan KH Imam Imam Zarkasy yang kemudian dikenal dengan istilah Trimurti.

Pondok Pesantren Gontor merupakan pelopor dan inovator pesantren modern, yang dulunya bernama Ponpes Darussalam Gontor. Pesantren modern ini yang terinspirasi dari Sir Syed Ahmad Khan founder Aligarh Muslim University, India yang melakukan modernisasi pendidikan Islam.

Sistem yang dipakai di Pondok Modern Gontor berjalan dengan baik dan sangat sukses. Karena hal itu, saat ini banyak pesantren-pesantren di Indonesia menerapkan sistem yang sama dengan yang di pakai Pondok Gontor.

Pondok ini memiliki ciri khas yaitu menerapkan kedisiplinan yang tinggi dan pembiasaan dalam mengucap bahasa Arab dan Inggris untuk digunakan dalam bahasa sehari-hari. Selain itu kerapihan mengenakan pakaian dan selalu memakai dasi saat bersekolah juga merupakan ciri khasnya.

Pondok Pesantren Tahfidz Quran

Pondok Pesantren ini menjadi salah satu pilihan para orangtua untuk menetapkan pendiidkan anak-anak mereka yang ingin mendapatkan pengajaran tentang menghafal Alquran. Ada lima Pondok Pesantren Tahfidz Quran yang terbesar di Indonesia, di antaranya Ponpes Yanbu'ul Quran Kudus Jawa Timur, Ponpes darul Huffadz 77 Bone, Ponpes Muqaddasah Ponorogo, Ponpes Isy karima Solo, dan Ponpes Daarul Quran Tangerang.

Salahs atunya adalah Pondok Pesantren Penghafal Alquran (PPPA) Daarul Quran yang merupakan asuhan Ustadz Yusuf Mansyur. PPPA Daarul Qur’an adalah lembaga pengelola sedekah yang berkhidmad pada pembangunan masyarakat berbasis tahfizhul Qur’an yang dikelola secara profesional dan akuntabel.

PPPA Daarul Qur’an membangun gerakan Rumah Tahfizh di dalam dan luar negeri. Dalam program dakwah dan sosial, PPPA juga terlibat dalam pembangunan kemandirian dan pengembangan masyarakat berbasis tahfizhul Qur’an. Mulai bantuan beasiswa, kemanusiaan, kesehatan, dan pengembangan masyarakat. Dengan program kreatif, membumi, dan tepat sasar PPPA terus dipercaya masyarakat sebagai mitra pengelola sedekah dalam pembangunan bangsa berbasis tahfizhul Qur’an.

Pondok Pesantren Qari dan Qariah

Memiliki suara yang indah dan merdu merupakan sebuah anugrah dari Allah SWT. Suara yang indah akan menjadi lebih indah bila digunakan untuk melantunkan ayat-ayat Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Baguskanlah Alquran dengan suaramu, karena suara yang bagus menambah keindahan Alquran.” Menjadi penyejuk hati bagi orang yang mendengar dan melantunkannya. Bagi Anda yang memiliki bakat suara bagus ataupun yang belum punya bakat, tapi ingin mempelajari seni dalam membaca Alquran, Indonesia memiliki beberapa daftar Pondok Pesantren yang khusus membina santri untuk menjadi Qari dan Qariah, di antaranya adalah  Ponpes Al-Qur’an Baitul Qurro, Ponpes Al-Ittifaqiah Indralaya Ogan Ilir, Ponpes Ummul Qura, Ponpes Al-Qur’an M Thoha Al-Fasyni, Ponpes Al-Qur’an Al-Falah Bandung, Ponpes Madrasatul Qur’an (Tebuireng), Ponpes Nurul Qur’an (Lombok), dan Ponpes Al-Qur’an Al-Furqon (Karawang).

Salah satu Ponpes jenis ini adalah Ponpes Alquran Baitul Qurro (PPABQ) yang didirikan oleh Dra. Hj. Maria Ulfah, MA. Beliau adalah Qariah Terbaik I STQ Nasional 1980 dan Juara I MTQ Internasional di Malaysia. Pada Tanggal 1 Juli 2001 Ponpes ini didirikan sebagai lembaga pendidikan non formal yang spesifik di bidang Alquran, pendidikan di pesantren Baitul Qurro bertujuan untuk menghantarkan generasi Qur’ani yang mampu membaca Alquran dengan baik, membina dan mengembangkan mereka yang memiliki bakat di bidang seni baca Alquran, sekaligus memahami makna yang terkandung di dalamnya, serta mengaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pondok Pesantren Seni Kaligrafi

Selain seni membaca Alquran, Pondok Pesantren di Indonesia juga memiliki jenis khusus untuk seni menulis kaligrafi Alquran. Salah satu Pesantren yang konsen di seni kaligrafi ini adalah Pondok Pesantren Kaligrafi Alquran LEMKA yang berlokasi di Sukabumi, Jawa Barat.

Tujuan LEMKA yaitu: “Pengembangan bakat dan pengenalan khazanah Islam” dengan usaha-usaha antara lain “Mempercepat proses pemasyarakatan seni menulis khat atau kaligrafi kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat muda, di tanah Air.”

Pada awal berdirinya pada 17 April 1985, Pesantren Kaligrafi Alquran LEMKA hanya diikuti oleh santri Putra itu pun tidak banyak. Mayoritas santri yang belajar dipesantren ini berasal dari luar daerah bahkan Luar jawa. Tercatat sekarang ada 130 Orang santri yang menimba ilu di pesantren ini. Namun tidak hanya santri putra saja tetapi ada juga santri putri yang menuntut ilmu di pesantren Lemka. Prosentase santri berkisar 98% dari luar Jawa. Jadi jumlah Santri lokal yang berasal dari daerah Sukabumi dan sekitarnya sebenarnya sedikit. Sebagian besar santri adalah Santri Mukim.yaitu santri yang tinggal dilingkungan pondok pesantren. Tapi ada beberapa kegiatan yang diselenggarakan pesantren Lemka yang diikuti oleh warga sekitar. Sejak berdirinya hingga sekarang, pesantren Lemka telah melahirkan banyak alumni yang tersebar di berbagai daerah. Mereka banyak yang mengembangkan bakat seni kaligrafi sesuai dengan ilmu yang diperoleh dari pesantren ini.

Pondok Pesantren Entrepreneur

Konsep pendidikan Pesantren Entrepreneur dirancang dengan memadukan unsur profesionalisme, kemandirian dan kepribadian Islam. Lembaga pendidikan ini dirancang untuk mencetak para anak muda menjadi entrepreneur terbaik Indonesia.

Pesantren Entrepreneur berusaha membina dan mendidik putra-putra bangsa yang berkemauan keras menjadi wirausahawan unggul. Pembelajaran kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Pesantren Entrepreneur lebih berkualitas dan kompeten dalam menghadapi tantangan global dengan menggandeng berbagai pihak dengan cara bersinergi.

Salah satu Ponpes jenis ini berdiri pada  tahun 2009, Pesantren Entrepreneur bersinergi membangun keberdayaan sumberdaya dengan Yayasan Pendidikan Miftahul Falah (YPMF) yang memiliki lahan di Cianjur. YPMF memiliki lahan dengan luasan sekitar 18 hektar yang terdiri dari lahan sawah dan kebun.

Secara legal YPMF didirikan tanggal 22 Maret 1999 dan mendapatkan pengesahan Notaris H. Asmawel Amin S.H. dengan Akta No.75 tanggal 22 Maret 1999. Kemudian didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 25 Mei 1999 dibawah No. 96.1999.

Pada tahun 2009, YPMF memulai program pendidikan untuk para lulusan SMA yang ingin menjadi wirausaha. Program ini dikemas dengan nama “Pesantren Entrepreneur Miftahul Falah” yang memulai pembelajarannya pada tahun ajaran 2009-2010. Kegiatan ini telah meluluskan 13 Santripreneur yang sekarang sudah tersebar di Indonesia. Setelah era 2010 Pesantren Entrepreneur membuka diri untuk melakukan sinergi dengan berbagai pihak untuk menjalankan model pesantren kewirausahaan.

Kini Pesantren Entrepreneur sudah tersebar di tiga daerah, di antaranya Bogor (Jawa Barat), Tuban (Jawa Timur), dan Klaten (Jawa Tengah)

Pondok Pesantren Mualaf

Pondok Pesantren juga membina mereka yang mau atau sedang belajar Islam. Salah satunya adalah Pesantren khusus bagi Mualaf (orang yang baru memeluk agama Islam). Ada banyak mualaf yang hidup dalam kesulitan setelah mengucap dua kaliamat syahadat. Sebagian dari mereka bahkan kehilangan tempat tinggal, pekerjaan dan terusir dari keluarga yang tak mau menerima keislaman mereka. Karena keprihatinan ini,  Yayasan Annaba Center dengan merintis Pesantren Pembinaan Muallaf. Pesantren ini dibangun untuk para muallaf untuk mulai menata hidup barunya sebagai muslim sejati.

Berlokasi di Jalan Cenderawasih IV No.1 RT.02/RW.03, Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan, Banten, pesantren ini seperti layaknya sebuah pesantren modern pada umumnya. Bangunan mentereng dua lantai dengan hiasan kaligrafi di tiap sudut dindingnya semakin menambah keindahan gedungnya. Pesantren tersebut dibangun di atas lahan seluas 1.200 meter persegi dari wakaf para muhsinin yang baik hati. Bangunan itu sengaja didesain supaya orang yang belajar disana merasa nyaman dalam belajar Islam lebih dalam.

Pesantren Mualaf ini menjadi tempat bagi mualaf yang masih bingung mencari tempat untuk belajar agama mulai dari dasar. Siapa pun dapat belajar di tempat ini asalkan niat serius untuk belajar selalu ada. Penyelenggaraan pendidikan yang pertama ditanamkan di pesantren ini adalah soal akidah (ideologi) Islam. Setelah itu baru diberikan materi-materi lain seperti fikih, ibadah, bahasa arab, baca tulis Alquran, dan kajian-kajian kitab secara rutin yang muaranya pada pemahaman akidah yang benar.

Selain tujuh ulasan tersebut, masih banyak Pondok Pesantren yang tersebar di Indonesia. Lewat perayaan Hari Santri Nasional ini, semoga menjadi jalan para santri, alumni, para Kiyai, dan semua umat Islam Indonesia semakin bersatu dan bisa belajar dari konsep pendidikan di Pondok Pesantren, yaitu memformulasikan Islam sebagai sumber etika dan moral dalam kegiatan sehari-hari sebagai individu, sebagai warga Negara, dan sebagai hamba Allah SWT. (fau/dbs)

 

 

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top