Wisata Halal Lombok (3)

Inilah Desa Asri di Lombok Peraih Predikat Wisata Halal Terbaik Dunia untuk 'Honeymoon Destination'

gomuslim.co.id- Pada 7 Desember 2016 lalu, World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 telah mengumumkan para pemenang dari 16 kategori yang dilombakan tingkat dunia. Dalam kompetisi ini, Indonesia patut berbangga, karena berhasil menjadi pemenang di 12 kategori. Salah satunya adalah World’s Best Halal Honeymoon Destination 2016.

Adalah Desa Sembalun atau yang lebih dikenal dengan nama Sembalun Balley Region, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Desa ini memang sudah menjadi destinasi favorit para turis lokal maupun mancanegara dan memang biasa dijadikan honeymoon destination favorit. Selain pemandangan alam yang masih satu kawasan dengan Gunung Rinjani, desa ini menawarkan wsiata budaya dan sejarah di Pulau yang mendapat julukan Pulau Seribu Masjid.

Sembalun adalah sebuah kecamatan di kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Kecamatan Sembalun memiliki luas wilayah 217,08 Km. Kecamatan ini terdiri dari 6 desa yaitu Desa Sembalun Bumbung, Desa Sembalun Lawang, Desa Sajang, Desa Bilok Petung, Desa Sembalun, dan Desa Sembalun Timba Gading.

Ibukota Kecamatan Sembalun berada di Desa Sembalun Lawang, yang berjarak sekitar 45 km dari ibukota Kabupaten Lombok Timur ( Selong ). Desa Sembalun Bumbung memiliki wilayah terluas yaitu 57,97 Km2 atau sekitar 26,70 % dari keseluruhan luas wilayah Kecamatan Sembalun, dan yang tekecil adalah Desa Sembalun Timba Gading dengan luas 15,76 Km2 .

Desa-desa yang berada di Kecamatan Sembalun memiliki ketinggian yang bervariasi antara 800 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Jarak tempuh tiap desa ke ibukota kecamatan relatif dekat, jarak yang paling jauh yaitu dari Desa Sajang dan Desa Bilok Petung yang mencapai 6 km dan 15 km. Sedangkan jarak terdekat ke ibu kota kecamatan adalah Desa Sembalun yaitu 0.025 km (25 m), karena kantor kecamatan ada di dasa tersebut.

Jadi Favorit, Karena Dekat dengan Rinjani

Sembulan merupakan sebuah desa kecil yang berlokasi di sebelah utara kaki Gunung Rinjani. Desa kecil  ni menyuguhkan pemandangan alam yang indah sekaligus menjadi salah satu jalur populer titik awal pendakian ke Gunung Rinjani (3.726 m dpl).

Desa Sembalun yang bersuhu sejuk menjadi favorit sebagai titik awal pendakian karena membuat pendaki dapat menghemat energi dan waktu untuk mencapai puncak Gunung Rinjani. Dalam perjalanan menuju desa ini selama kurang lebih 4 jam dari Mataram, Anda akan disodori pemandangan alam hijau permai berlatar Gunung Rinjani yang gagah.

Publikasi SembalunRinjani menyebutkan perjalanan dari Kota Mataram menuju Sembalun bisa dilewati jalan aspal yang berkelok-kelok, hutan, ladang pertanian, dan bahkan pemadangan laut Gili Trawangan dari kejauhan. Ladang-ladang pertanian terhampar apik, ditanami sayur-sayuran betingkat-tingkat. Nuansa pedesaan kental terasa terutama saat melihat petani melakukan aktivitas mereka dengan cara tradisonal.

Setibanya di Desa Sembalun, pemandangan alam yang lain sudah menunggu untuk dikagumi. Selain hijau oleh pepohonan dan vegetasi pegunungan, desa ini nyaris dikelilingi oleh megahnya tebing-tebing batu yang kemiringannya nyaris mencapai 90 derajat.

Dinding batu ini adalah hasil pembekuan materi letusan atau lava yang dimuntahkan Gunung Rinjani ratusan tahun lalu.  Di beberapa bagian, tampak lumut dan rerumputan melapisi batuan tersebut menambah pesona kecantikannya. Udara segar pegunungan akan memenuhi paru-paru Anda. Sungguh nuansa dan pemandangan alam tropis yang eksotis dan berkesan.

Kearifan Lokal  dan Dukungan Pemerintah

Di Sembalun ada sebuah tempat yang terdiri atas 7 rumah tradisional. Namanya adalah Rumah Adat Desa Blek. Menurut cerita yang dipercaya oleh masyarakat Sembalun, tempat ini merupakan awal mula nenek moyang mereka. Jaman dahulu kala, nenek moyang mereka membangun 7 rumah di tempat ini secara gotong royong.

Tempat inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Sembalun. Rumah-rumah yang di Desa Adat Blek ini terbuat dari bahan-bahan alam. Atapnya terbuat dari daun-daun kering. Jika ada tamu khusus yang datang ke tempat ini, biasanya akan disambut oleh sebuah tarian tradisional dengan iring-iringan musik gamelan

Pada suatu kesempatan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Mohammad Faozal menyebutkan sebelum mendapatkan predikat dunia saja, Lombok sudah banyak dikunjungi wisatawan asing. “Terutama dari Malaysia, dan tahun ini hampir bisa diperkirakan akan lebih banyak lagi. Kami sangat optimis,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, dorongan kuat dari pemerintah pusat khususnya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sangat membantu Lombok menjadi pionir konsep wisata halal Indonesia. “Perhatian Kemenpar pada kami membuat Lombok akan terus terus menerus mendorong konsep gaya hidup Halal dari sisi kekuatan, dan daya tarik dari destinasi yang ada,” ungkapnya.

Faozal mengatakan, NTB secara sistematik terus mengembangkan sejumlah faktor pendukung kehadiran wisata halal mulai dari sisi industri, kebijakan pemerintah daerah, hingga promosi. Sembalun misalnya, meski hanya sebuah desa kecil tapi mampu menghentak panggung dunia sebagai destinasi bulan madu halal terbaik di dunia.

“Karakter Sembalun yang mengedepankan homestay-homestay berbasis tak lepas dari pemetaan akan karakteristik masing-masing segmen pasar. Di sana tidak mungkin kita kembangkan hotel berbintang di Sembalun karena memang karakter destinasinya Homestay dan hotel-hotel biasa yang ramah terhadap pasarnya,” katanya.

Pasca kemenangan ini, Sembalun akan makin berbenah untuk menjamu para turis lokal maupun asing yang kini jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Dengan kemenangan ini, diharapkan Lombok dan daerah-daerah lainnya bisa makin baik dalam menampilkan potret pariwisata nusantara yang membanggakan. Semoga. (fau/sembalumrinjani/dbs/foto: xploria)


Back to Top