Wisata Halal Sulawesi Selatan (3)

Taman Laut Taka Bonerate: Eksotisme Terumbu Karang di Kepulauan Selayar

gomuslim.co.id- Satu lagi destinasi wisata yang wajib travelelr kunjungi saat berada di Sulawesi Selatan. Beralih dari Kota makassar, Sulawesi Selatan juga memiliki destinasi wisata bahari dengan pesona terumbu karang yang eksotis.

Adalah Taman Nasional Taka Bonerate,  taman laut yang mempunyai kawasan atol terbesar ketiga di dunia  setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa. Luas total dari atol ini 220.000 hektare dengan sebaran terumbu karang mencapai 500 km². Kawasan ini terletak di Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Indonesia.

Sejak Tahun 2005, Taman Nasional Taka Bonerate telah di calonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia. Dalam rangkaian Hari jadi Kepulauan Selayar di lokasi ini setiap tahunnya diadakan festival yang bertajuk Sail Taka Bonerate atau sebelumnya disebut Takabonerate Island Expedition (TIE).

Ada sebanyak lima belas buah pulau di Taman Nasional Taka Bonerate, sehingga sangat bagus untuk kegiatan menyelam, snorkeling, dan wisata bahari lainnya. Topografi kawasan sangat unik dan menarik, di mana atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak.

 Di antara pulau-pulau gosong karang, terdapat selat-selat sempit yang dalam dan terjal. Sedangkan pada bagian permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam kecil yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air surut terendah, terlihat dengan jelas daratan kering dan diselingi genangan air yang membentuk kolam-kolam kecil.

Ikon Wisata Bahari yang Mendunia

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadikan Takabonerate sebagai salah satu ikon wisata bahari selain Tanjung Bira di Bulukumba. Bahkan, oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI pada 7 Februari 2005,  Takabonerate diajukan masuk dalam daftar tentatif (sementara) Situs Warisan Dunia UNESCO.

Adapun, asal-usul Takabonerate adalah sebuah gunung berapi yang meletus dan sisa-sisanya terendam sekitar 2.000 meter di bawah permukaan laut. Terbentuklah terumbu karang. Karena itu, aneka tanaman laut mulai tumbuh di laut ini. Sampai-sampai ada satu bagian yang lapang sekali mirip sabana di daratan. Orang-orang menyebutnya padang lamun. Tak jauh beda dengan padang rumput. Bedanya, padang lamun ini hidup di laut dengan berbunga, berbuah, dan berbiji. Ikan-ikan kecil nan lucu acap kali main-main di ekosistem ini.

Publikasi Departemen Kehutanan menyebutkan Takabonerate memiliki 244 jenis moluska, di antaranya lola (Trochus niloticus), triton (Charonia tritonis), batulaga (Turbo spp.), dan nautilus berongga (Nautilus pompillius). Di salah satu titik, teman-teman bahkan bisa menjumpai begitu banyak nudibranch alias siput telanjang, sampai-sampai disebut Nudibranch Village atau Kampung Nudi.

Takabonerate juga merupakan rumah bagi biota penyu. Ada sekitar empat jenis penyu yang bisa ditemukan di kantong-kantong air, meliputi: Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu Tempayan (Caretta caretta) dan Penyu Hijau (Chelonia mydas). Kekayaaan hayati laut membuat Pemerintah Kabupaten Kepulauan menjaga Takabonerate hingga pertumbuhan terumbu karang mencapai rata-rata 41 persen.

Adapun, waktu yang Tepat untuk berkunjung, menurut publikasi Wisatahits,  Takabonerate bagus dikunjungi pada bulan April sampai Juni atau Oktober sampai Desember tiap tahunnya.

Akomodasi ke Takabonerate

-Pesawat Terbang

Dari Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar) menuju Bandara H. Aeropala (Selayar). Jadwal penerbangan Aviastar Airlines (DHC-6) setiap hari Sabtu pukul 7.05 Wita dengan harga tiket Rp. 210.000,- dan lama perjalanan ±45 menit. Tarif tersebut belum termasuk Airport Tax.

-Bus Umum

Dari Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar) menuju terminal Bus Mallengkeri (Makassar) menggunakan taksi dengan biaya Rp. 100.000,-. Bus reguler tersedia di terminal Malengkeri (Makassar) menuju Benteng (Selayar), berangkat pukul 08.00 WITA ke pelabuhan Bira (Bulukumba) dengan tiket Rp. 100.000 per orang untuk bus ber AC, dengan waktu tempuh kurang lebih 5 jam termasuk istirahat (makan siang). Dari Pelabuhan Bira perjalanan dilanjutkan dengan menyeberang menggunakan Kapal Ferry selama 2 jam ke Pelabuhan Pamatata (Selayar) kemudian dilanjutkan menuju kota Benteng dengan kisaran waktu 1,5  sampai 2 jam.

-Lewat  jalur Interpretasi Benteng- Tinabo

Perjalanan menuju Pulau Tinabo diawali dengan perjalanan darat dari Benteng ke Pelabuhan Pattumbukan menggunakan mobil sewaan dengan lama perjalanan 1,5 jam. Setelah itu, perjalanan laut menuju Pulau Tinabo dapat dilakukan menggunakan kapal kayu jolloro dengan waktu tempuh sekitar 4 sampai 5 jam atau menggunakan kapal cepat (speed boat) dengan waktu tempuh sekitar 1,5 sampai 2 jam.

Pada jalur ini, para wisatawan dapat menikmati wisata alam yang terdapat di Pulau Tinabo khususnya para penyelam disuguhkan spot-spot penyelaman di Pulau Tinabo, Latondu sedangkan wisata budaya dapat dilakukan di Pulau Tarupa, Pulau Rajuni, dan Pulau Latondu.

-Lewat jalur Interpretasi Benteng -Jinato

Perjalanan menuju Pulau Jinato diawali dengan perjalanan darat dari Benteng ke Pelabuhan Pattumbukan menggunakan mobil sewaan dengan lama perjalanan 1,5 jam. Setelah itu, perjalanan laut menuju Pulau Jinato dapat dilakukan menggunakan kapal kayu jolloro dengan waktu tempuh sekitar 6 sampai 7 jam atau menggunakan kapal cepat (speed boat) dengan waktu tempuh sekitar 2 sampai  2,5 jam.

Pada jalur ini, turis dapat menikmati panorama alam yang terdapat di Pulau Jinato, Pulau Lantigiang khususnya para penyelam disuguhkan spot-spot penyelaman di Pulau Jinato sedangkan wisata budaya dapat dilakukan di Pulau Jinato, Pulau Pasitallu Timur, dan Pulau Pasitallu Tengah.

Tiket Masuk

Jangan lupa, jika ingin berkunjung ke Taman laut ini, maka wisatawan harus mempersiapkan sebagian dokumen seperti KTP, SIM atau paspor. Cost registrasi untuk wisatawan domestik yaitu sekitaran Rp 2.500. Untuk menyelam serta fotografi, wisatawan harus juga merogoh kocek sekitaran Rp 60.000. Selain itu, mereka juga butuh mempersiapkan sekitaran Rp 250.000 untuk sewa peralatan diving. Informasi lebih lengkap tentang Taman Laut di Kepulauan Selayar ini bisa diakses di: www.tntakabonerate.com. (fau/dbs/foto: pedomanwisata,airyrooms)


Back to Top