Wisata Halal Bangka Belitung (2)

Museum Kata Andrea Hirata: Menilik Museum Literasi Pertama di Indonesia

gomuslim.co.id- Jika Anda berkesempatan singgah di Belitung, agaknya kurang lengkap kalau tidak mengunjungi destinasi-destinasi unggulan yang berasal dari sebuah cerita novel karya seorang penulis yang juga berasal dari daerah ini, yaitu Andrea Hidata. Dengan cerita Laskar Pelangi-nya, Andrea Hirata menjadikan Belitung destinasi wisata baru yang unik dan eksotis. Apalagi, spot-spot lokasi syuting film Laskar Pelangi yang menjadi incaran para traveler.

Tak hanya lokasi syutingnya, Andrea Hirata juga membangun sebuah destinasi baru sejak tahun 2010 lalu. Bangunan tersebut adalah sebuah museum yang lain dari biasanya. Museum ini adalah museum literasi pertama yang ada di Indonesia. Ya, Museum Kata Andrea Hirata.

Museum ini adalah museum kata yang pertama di Indonesia, dan mungkin, satu-satunya di negeri ini. Menurut Andrea dalam publikasi CNN, konsep museum kata masih asing di Indonesia. Sementara di Amerika ada lebih dari 100 museum kata.

Pembagunan museum ini awalnya Andrea terinspirasi The Mark Twain Boyhood Home and Museum di Hannibal, Missouri, Amerika Serikat. Pada 2010 lalu, ia mendapatkan beasiswa untuk belajar sastra di University of Iowa selama tujuh bulan.

"Ada salah satu programnya kami disuruh ke Hannibal dan kemudian mengunjungi museum kata di sana. Dari situlah, inspirasi museum kata datang kepada saya," kata pemenang pertama kategori general fiction dalam New York Book Festival 2013 ini.

Museum ini juga sebagai pelunasan janji Andrea kepada publik. Di kala profit penjualan buku Laskar Pelangi begitu melambung, Andrea pernah berjanji bahwa ia akan mengalokasikan royalti untuk membuat sesuatu yang berbau pendidikan.

Berisi Semua Tentang ‘Laskar Pelangi’

Museum Kata Andrea Hirata berlokasi di Jalan Raya Laskar Pelangi No.7, Gantong, Belitung Timur. Suasana yang disajikan novel Laskar Pelangi langsung terasa ketika menginjakkan kaki di halaman depan museum. Foto-foto yang dipasang di halaman museum seperti bercerita mengenai perjalanan karya sastra yang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Belitung ini.

Pada ruangan ini, dapat dilihat foto-foto sang penulis dengan kalimat-kalimat inspiratif. Salah satunya adalah yang bertuliskan quote motivasi dari Andrea Hirata, yaitu: Bermimpilah karena Tuhan anak memeluk mimpi-mimpimu. Selain itu, juga terdapat cuplikan dari novel yang telah diterbitkan dalam berbagai bahasa ini.

Masuk lebih ke dalam, pengunjung akan disambut dengan sebuah ruang yang sangat nyaman, lengkap dengan meja beserta buku-buku yang dibiarkan berserakan di atas meja. Di ruangan ini, juga dipajang foto-foto adegan film Laskar Pelangi. Cover-cover Laskar Pelangi yang diterbitkan di berbagai negara juga menghiasi dinding ruang ini.

Ruang utama ini menjadi penghubung ke ruang-ruang yang diberi nama berdasar nama-nama tokoh dalam Laskar Pelangi. Ruang pertama adalah Ruang Ikal, yang berisi cuplikan novel yang menggambarkan sosok Ikal. Foto adegan ketika Ikal berpisah dengan Lintang pun menjadi pemandangan yang menarik di ruang ini. Foto ini diambil dari film yang disutradarai Riri Reza.

 

Di sebelah Ruang Ikal, terdapat Ruang Lintang. Lintang merupakan sosok cerdas yang dibanggakan teman-temannya. Di ruang ini, pengunjung dapat melihat foto-foto tokoh Lintang yang diambil dari film Laskar Pelangi. Di antaranya adalah foto Lintang dengan sepeda kesayangannya dan foto Lintang saat berboncengan dengan Ikal.

Selain itu, terdapat satu ruang lain yang letaknya agak terpisah dengan Ruang Lintas dan Ruang Ikal. Ruang tersebut adalah Ruang Mahar. Mahar dikenal sebagai sosok nyentrik yang menyukai berbagai bentuk kesenian. Di ruang ini, pengunjung dapat melihat foto-foto seniman yang menjadi inspirasi Mahar, salah satunya adalah Rhoma Irama.

Setelah melewati ruang Mahar, pengunjung akan sampai ke Ruang Dapur. Di ruang ini, pengunjung akan melihat sebuah dapur yang diubah menjadi warung kopi. Namanya adalah Warkop Kopi Kuli. Di warung kopi ini, pengunjung dapat memesan kopi sebagai teman bersantai atau berbincang-bincang menikmati suasana museum.

Andrea menjalankan museum ini dibantu oleh beberapa warga lokal dan dirinya sendiri juga terjun mengelolanya langsung, salahsatu contohnya adalah dengan mengajar anak-anak dalam mempelajari Bahasa Inggris.

Selain dari berbagai macam bagian di dalamnya, keunikan dari arsitektur, serta pajangan berupa foto-foto dan potongan kata-kata, ternyata bagian depan dari museum kata ini merupakan sebuah rumah yang sudah berusia 200 tahun lebih. Dengan arsiterktur penuh warna dan konsep yang apik, museum ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemburu foto instagramable.

Transportasi dan Akomodasi Museum Kata

Bagi anda yang ingin berkunjung, Museum Kata sendiri terletak di Belitung Timur, sehingga bagi anda yang ingin mencoba mengunjunginya, bisa mencapi lokasi yang hanya berjarak 1 jam perjalanan saja dari Bandar Udara Hanandjoeddin. Untuk kendaraan, anda sebaiknya mencoba menghubungi travel agent sehingga akan lebih mudah berkendara selama melakukan wisata di belitung.

Terkait penginapan, ada cukup banyak peginapan yang berada di dekat museum ini yang bisa anda jadikan tempat tinggal tinggal sementara anda berwisata di belitung. Beberepa nama seperti Desta Homestay, Bukit Samak A1 cottage, penginapan Bukit Samak dan masih banyak lagi lainnya. Anda bisa menggunakan beberapa situs penyedia layanan booking tiket untuk mendapatkannya.

Destinasi Lain Tentang ‘Laskar Pelangi’

Tak hanya museum kata, Belitung juga mempunyai satu lagi bangunan yang merupakan bagian dari cerita karya Andrea Hirata ini, yaitu Sekolah Dasar Muhammadiyah Gantong. Replika SD Muhammadiyah di Gantung ini merupakan salah satu destinasi favorit para wisatawan.

Replika SD Muhammadiyah terdiri dari dua unit kelas yang bangunannya disanggah dua batang pohon kayu karena diceritakan pada novelnya bahwa SD tempat Laskar Pelangi belajar ini hampir roboh.

Replika ini  didirikan pada tahun 2012 atas swadaya masyarakat Desa Lenggang, dibangun diatas lahan desa yang dulunya merupakan bekas tambang timah.

Destinasiwisata  ini berada di Desa Lenggang, Kecamatan Gantong, Belitung timur, berjarak sekitar 90 Kilometer dari Bandara H.AS Hanandjoeddin Tanjung Pandan dan dapat ditempuh dalam waktu 1,5 jam perjalanan. (fau/museumkata/indonesiakaya/cnn/dbs)


Back to Top