Wisata Halal Bangka Belitung (4)

Bangka Botanical Garden: Destinasi Agrowisata Favorit di Pulau Bangka

gomuslim.co.id- Selain destinasi-destinasi tentang Laskar Pelagi, Bangka Belitung juga memiliki satu destinasi yang berhubungan dengan agrowisata. Tempat ini menjadi pilihan favorit para wisatawan sebagai alternatif lain dari wisata pantai.

Adalah Bangka Botanical Garden (BBG). Tempat ini adalah lahan pengembangan holtikultura, peternakan, penyediaan bibit dan pakan ternak memanfaatkan lahan eks tambang timah dan lahan kritis berupa lahan gambut dan berpasir serta merupakan program percontohan yang dilakukan pihak swasta dalam mengelola dan menciptakan ekosistem baru.

Bangka Botanical Garden mampu mengolah lahan dengan tingkat pH (keasaman) di bawah 5 menjadi lahan subur dengan berbagai jenis tanaman, tambak budidaya jenis ikan air tawar dan peternakan sapi perah dan potong.

Saat ini Bangka Botanical Garden merupakan acuan pengembangan lahan tidak produktif bagi daerah-daerah di Indonesia dan menjadi kawasan ecotourism modern serta ikon kepedulian lingkungan masyarakat Bangka Belitung.

Agrowisata Favorit

Salah satu ikon agrowisata favorit di Bangka Belitung ini tepatnya berada di kota Pangkalpinang. BBG telah menjadi salah satu daerah tujuan wisata andalan dan selalu ramai dikunjungi wisatawan. Kawasan agrowisata ini meruapakan area hijau seluas 300 hektar.

Wisatawan yang berkunjung ke kawasan Bangka Botanical Garden (BBG) bisa menikmati suasana damai nan sejuk, sekaligus belajar tentang usaha pertanian, peternakan, dan perikanan terpadu secara organik yang sudah berjalan dengan baik ditempat ini. Apalagi letaknya cukup strategis, bersebelahan dengan pantai Pasir Padi, dan mudah dijangkau dari pusat kota Pangkalpinang.

BBG resmi didirikan pada akhir tahun 2006 untuk menyediakan bibit reklamasi lahan bekas galian tambang akan dikembangkan menjadi area agro tourism setelah banyak pihak yang meminta. Awalnya BBG merupakan bentuk Corporat Social Responsibility perusahaan peleburan timah PT Dona Kembara Jaya.

Bangka Botanical Garden memang sangat menarik dikunjungi. Terbukti BBG bahkan telah menarik perhatian Menteri Kehutanan MS Kaban dan Menteri Negara Badan Usaha Milik negara Sofyan Djalil kala itu, untuk mengunjunginya. Objek wisata yang satu ini juga telah menarik kunjungan dari 10 walikota di Indonesia, duta besar Indonesia untuk negara sahabat, serta sejumlah pakar dari Belanda dan Taiwan.

Deretan cemara menuju rumah panggung yang multifungsi, akan menyambut kedatangan wisatawan yang berkunjung ke kawasan BBG. Bangka Botanical Gargen juga memiliki 14 kolam ikan berbagai jenis mulai ikan mas, nila, kakap putih, dan patin.

Ikan-ikan tersebut tumbuh subur berkat kotoran sapi dan air seninya diolah menjadi pupuk organik. BBG kini memiliki sekitar 250 ekor sapi yang terdiri dari sapi pedaging, sapi perah, dan sapi Bali. Sebelum jumlah sapi mencapai 1.000, BBG tidak akan memotong seekorpun untuk komsumsi. Sebagian besar sapi nantinya akan dilepas di lapangan hijau berpagar area wisata.

Sejarah BBG

Menurut catatan sejarah, sejak awal abad 18, pasir timah di Bangka dan Belitung telah dieksploitasi oleh penjajah colonial Belanda.

Untuk memenuhi tenaga kerja tambang, Belanda mendatangan kaum pria dari Tiongkok yang tersebar di sejumlah wilayah pertambangan Bangka dan Belitung.

Hingga kini, pertambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih terus berlangsung. Akibatnya, beberapa bagian lahan di wilayah ini mengalami kerusakan dan sulit untuk ditumbuhi tanaman. Berbekal kondisi itu, PT Dona Kembara Jaya, sebuah perusahaan pertambangan timah melakukan gerakan pemulihan lahan tambang di kawasan Ketapang, Kota Pangkalpinang.

Sejak tahun 2006, kawasan yang diberi nama Bangka Botanical Garden (BBG) akhirnya menjelma sebagai lokasi agrowisata yang subur, tenang dan teduh. Di atas lahan seluas 200 hektare(ha), terdapat pengembangan pertanian, peternakan dan perikanan terpadu.

Dulunya, BBG adalah lahan bekas tambang yang direklamasi sedemikian rupa. Awalnya hanya untuk menanam bibit-bibit pohon kebutuhan reklamasi pasca tambang timah. Namun, terus berlanjut sebagai tempat agrowisata yang menyenangkan.

Lokasi BBG

Lokasi BBG ini dapat ditempuh sekitar 14 km dari pusat Kota Pangkalpinang. Arahnya sama saat menuju Pantai Pasir Padi Pangkalpinang. BBG Cuma berjarak sekitar 7 km dari Bandara Depati Amir Bangka. (fau/bangkatour/tribun/dbs/foto: indonesiakaya)

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top