Wisata Halal Purwakarta (4)

Mengenal Budaya Masyarakat Sunda di Kampung Wisata Tajur Purwakarta

gomuslim.co.id- Satu lagi destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan saat Anda berkunjung ke Purwakarta. Kawasan wisata ini menjadi alternatif berwisata dambil mengenal budya khas Sunda di kampung wisata ini.

Adalah Kampung Tajur,  daerah yang dijadikan tempat wisata wawasan lingkungan, tradisi, budaya kampung tersebut dan melibatkan masyarakat setempat. Masyarakat setempat adalah orang Sunda, sehingga desa ini begitu kental dengan adat istiadat Sunda-nya.

Desa Wisata ini dihuni sekitar 634 kepala keluarga ini terletak di lereng Gunung Burangrang, atau berjarak 35 kilometer dari pusat Kota Purwakarta ke arah timur. Desa dengan ketinggian kurang lebih 650 meter di atas permukaan laut membuatnya cukup dingin. Temperatur di desa Wisata Kampung Tajur berkisar antara 17 sampai  20 derajat Celsius.

Selain itu, desa ini dikelilingi pepohonan, bukit, hamparan sawah dan areal perkebunan rakyat. Potensi sumber daya alam yang melimpah seperti tanah dan kesuburan air yang melimpah ruah menjadikan seluruh masyarakatnya berprofesi sebagai petani, kususnya warga Kampung Tajur sendiri, aktivitas pertanian dan perkebunan cukup mendominasi dan menjadi pemandangan sehari-hari, di mana pola pertanian yang dikembangkan mereka masih menggunakan cara-cara tradisional ditambah pola hidup pun benar-benar masih tradisional pula.

Untuk diketahui, di antara semua perkampungan yang ada, Kampung Kahuripan, atau Kampung Tajur adalah yang paling kental memegang teguh pola hidup seperti itu. Meskipun sentuhan modernisasi sudah mulai tampak dalam beberapa tahun terakhir. Namun tidak sampai menghilangkan adat istiadat setempat.

Beragam Kegiatan Wisata dan Kearifan Lokal

Wisata Kampung Tajur Desa Pasanggrahan merupakan kegiatan atau aktivitas ekowisata di desa Bojong Tajur, Purwakarta dengan konsep pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (Ecotourism based on community development). Atraksi wisata yang disuguhkan berupa ragam kegiatan dengan atmosfer dengan sentuhan aktivitas alam pedesaan dan memiliki karakteristik yang khas (terutama rumah panggung yang ditata sedemikian rupa) sehingga berfungsi sebagai sarana wisata berupa akomodasi bagi para pengunjung.

Desa ini juga merupakan tempat wisata pendidikan di alam terbuka dan tempat pembinaan siswa yang bernuansa pedesaan memiliki karakteristik yang khas (terutama rumah panggung ditata sedemikian rupa) sehingga berfungsi sebagai sarana wisata berupa akomodasi bagi para pelajar.

Homestay di rumah adat, menjadi program unggulan yang ditawarkan Desa Wisata Kampung Tajur ini. Setidaknya dari 120 rumah yang ada di Kampung Tajur, terdapat 42 rumah yang biasa dijadikan tempat homestay. Di mana setiap rumah memiliki dua kamar yang bisa digunakan para pengunjung. Masing-masing kamarnya rata-rata berukuran 2x3 meter, jadi bisa ditempati satu sampai dua orang. Pengunjung  bebas memilih rumah mana yang ingin ditempati, selama rumah itu belum ditempati oleh pengunjung lain.

Ketika sudah memilih rumah mana yang ingin ditempati, Anda kemudian akan diantar menuju rumah tersebut dan sudah bisa langsung memasuki rumah tanpa harus mengurus administrasi yang rumit. Setibanya di tempat homestay, pengunjung akan disambut dengan ramah dan hangat oleh si pemilik rumah. Jangan kaget jika si pemilik rumah akan melayani layaknya Anda seorang tamu istimewa. Tak jarang, si pemilik rumah menyuguhi makan-makan khas pedesaan yang sederhana namun bisa membuat lahap selera makan Anda.

Layaknya tinggal di pedesaan, di program homestay ini Anda akan mengikuti aktivitas dari sang pemilik rumah. Misalnya sang pemilik rumah adalah seorang petani, maka pengunjung akan ikut pergi ke kebun untuk bercocok tanam. Begitupun misalnya sang pemilik rumah adalah peternak, maka kita juga akan ikut menggembalakan hewan ternaknya di padang rumput. Tentunya, aktivitas seperti ini akan membuat pengalaman Anda berkesan.

Tinggal menetap di Kampung Tajur, kita akan mendapatkan bonus. Bonusnya adalah bisa menyaksikan kearifan lokal yang masih terjaga. Salah satunya adalah tradisi Tetunggulan. Tetunggulan merupakan suatu kegiatan tradisional menumbuk padi dalam suatu tempat yang bisa menghasilkan bunyi-bunyian. Kegiatan Tetunggulan ini biasanya dimainkan oleh ibu-ibu berusia senja.

Selain tetunggulan, kearifan lokal yang masih bisa kita saksikan di Kampung Tajur adalah kegiatan memasak dengan memakai peralatan tradisional (kayu bakar). Meskipun ada juga yang sudah menggunakan gas bantuan dari pemerintah, tapi mayoritas masyarakat di sini masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar untuk memasak. Kearifan lokal seperti ini tentunya semakin membuat Anda bersyukur bisa berkunjung di Kampung Tajur.

Tak hanya itu, di luar program homestay dan kearifan lokal yang bisa kita nikmati, Desa Wisata Kampung Tajur juga menawarkan program-program lainnya. Seperti menangkap ikan di empang, pelatihan membuat kerajinan tangan dari barang bekas, hingga tracking menelusuri tempat-tempat dengan pemandangan bagus untuk berfoto-ria. Semuanya ini bisa dinikmati pengunjung tanpa harus menguras kocek yang besar.

Untuk setiap masing-masing program di Desa Wisata Kampung Tajur sebenarnya belum ada tarif yang baku. Namun biasanya untuk program homestay pengunjung cukup membayar uang sebesar Rp 200.000 sampai Rp 300.000 perorang. Uang ini sudah termasuk biaya konsumsi yang kita makan selama tinggal di homestay. Sedangkan untuk program tambahan seperti menangkap ikan di empang dan pelatihan kerajinan tangan dari barang bekas, pengunjung perorang biasanya membayar kisaran lima puluh ribu sampai seratus ribu rupiah permasing-masing kegiatan. Dengan pengalaman yang berkesan dan pelayanan yang diberikan, rasanya besaran uang yang dikeluarkan akan terbayar oleh itu semua.

Untuk saat ini, memang Desa Wisata Kampung Tajur belum banyak dikenal. Tapi jika melihat potensi yang ditawarkan, Desa Wisata Kampung Tajur Purwakarta bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu liburan dengan sudut pandang yang baru.

Akses Menuju Kampung Tajur

Untuk menuju Kampung Tajur ini sangat mudah. Terlebih jika Anda menggunakan akses Tol Cipularang, maka keluar di Gerbang Tol Jatiluhur.

Untuk mencapai Desa Wisata Kampung Tajur, Pasanggrahan, Purwakarta ini membutuhkan waktu kurang lebih 2,5 jam dari Jakarta. Jika menggunakkan mobil atau kendaraan pribadi lainnya, kalian bisa akses dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek kemudian menuju ke arah Bandung (Tol Cipularang). Keluar di pintu Tol Jati Luhur, ikuti jalan (kurang lebih sejauh 21 Km) sampai pertigaan Sawit  Darangdan kemudian belok kiri.

Selanjutnya, ikuti jalan tersebut sampai bertemu dengan gapura dan papan petunjuk Madrasah Aliyah. Kemudian masuk ke jalan tersebut. Pada ujung jalan akan ketemu dengan kelurahan (kira-kira sejauh 11 Km). Bis-bis berukuran besar hanya dapat sampai di tempat ini. Terahir, masuk ke jalan desa kurang lebih 3 KM untuk mencapai Kampung Tajur. (fau/dbs/jalan2/tribunjabar/foto: purwakartakab)

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top