Wisata Halal Purwakarta (5)

Nikmati Wisata Alam Hingga Wisata Kuliner di Waduk Jatiluhur Purwakarta

gomuslim.co.id- Jika Anda berkunjung ke Purwakarta, jangan sampai lupa untuk singgah di destinasi wisata satu ini. pasalnya, tempat ini menjadi favorit para wisatawan dan merupakan ikonnya Kabupaten Purwakarta yang sangat terkenal.

Adalah Waduk Jatiluhur, waduk buatan pertama di Indonesia yang dibangun pada tahun 1957. Awalnya waduk ini difungsikan sebagai irigasi, pembangkit listrik, budidaya ikan, dan bahan baku air minum. Seiring dengan berjalannya waktu, Waduk Jatiluhur berkembang menjadi tempat wisata di Purwakarta karena memiliki panorama yang indah sehingga dijadikan sebagai potensi wisata yang mampu mendatangkan wisatawan.

Waduk yang terletak di pinggiran Kabupaten Purwakarta ini, tepatnya berada di Kecamatan Jatiluhur dan sebagian lagi di Kecamatan Sukasari. Waduk Jatiluhur merupakan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) dan merupakan salah satu Waduk terbesar di Indonesia.

Selain itu, waduk ini juga menjadi pemasok listrik utama untuk wilayah Jawa Barat, Banten dan Jakarta. Tapi perlu diketahui bahwa selain memiliki fungsi sebagai PLTA, Waduk Jatiluhur juga memiliki daya tarik yang kuat untuk dijadikan destinasi wisata bagi anda yang kebetulan berkunjung ke Purwakarta.

 Waduk Jatiluhur sanggup menarik minat wisatawan lokal maupun domestik bahkan mancanegara untuk berkunjung. Selanjutnya tempat wisata yang merupakan muara sungai Citarum berukuran 8,3 ribu hektar ini dilengkapi dengan beragam fasilitas dan akomodasi yang dapat memberikan kenyamanan kepada wisatawan.

Misalnya saja beragam sarana rekreasi dan olahraga air, seperti selancar angin, dayung, ski air, berenang, memancing, berperahu mengelilingi waduk, dan lain sebagainya. Untuk memaksimalkan waktu wisatawan dalam menikmati keindahan dan fasilitas di tempat wisata ini, banyak investor menawarkan bungalow yang bisa disewa pengunjung untuk beristirahat melepas lelah.

Untuk wisata kuliner, di kawasan waduk ini banyak penjual makanan berupa kuliner khas Sunda. Pengunjung bisa menikmati saung-saung warung makan yang ada di pinggir waduk maupun di tengah waduk yang terdiri dari rumah makan terapung.

Sejarah

Waduk Jatiluhur terletak di atas bukit. Waduk kebanggaan masyarakan purwakarta ini dibangun diatas lahan dengan luas 8.300 hektar. Akses Jalan menuju danau ini sangat bagus. Sepanjang perjalanan anda akan melihat perbukitan yang ditumbuhi oleh pohon Jati, karet, palawija,dan tumbuhan lainnya, baik yang ditanam dengan sengaja ataupun yang tumbuh dengan liar.

Waduk Jatiluhur merupakan agenda utama dari Presiden RI Pertama Ir. Sukarno pada masa masa awal kemerdekaan. Waduk ini mulai dibangun pada tahun 1957 hingga 1967. Tujuan pembangunan Waduk ini adalah sebagai pembangkit listrik bagi wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Dalam pelaksanaannya Proyek pembangunan Waduk ini melibatkan kontraktor dari Perancis, Coyne et Bellier dengan dipimpin oleh Ir. H. Djuanda sebagai kepala proyek, karena itulah bendungan di Waduk Jatiluhur dinamai Bendungan Ir. H. Djuanda.

 Proyek yang memakan waktu hingga 10 tahun ini dibangun diatas sembilan Desa, artinya sembilan desa ditenggelamkan untuk pembangunan Jatiluhur ini. Ada fakta menarik mengenai kontraktor dari luar ini, yakni, Pada saat itu sebenarnya Belanda sebagai negara dengan sistem drainase dan bendungan terbaik di dunia juga menjadi kandidat kontraktor yang memperebutkan proyek ini.

Tapi dikarenakan pertimbangan lain, dipilihlah Perancis sebagai kontraktor utama yang menangani pembangunan Waduk Jatiluhur.Waduk jatiluhuyr diresmikan oleh presiden Soeharto pada tanggal 26 Agustus 1967.

Akses Jalan dan Transportasi

Selain itu, karena akses jalan ke arah waduk jatiluhur merupakan jalan utama di kecamatan jatiluhur, jalanan juga akan dipadati oleh siswa sekolah dan penduduk setempat.

Bagi anda yang naik angkutan umum, jika anda sudah sampai di pusat kota kabupaten purwakarta, bisa naik angkot 03 (warna merah kuning) berhenti di pasar bunder, kemudian naik angkutan 011 (warna merah hitam). Angkot 011 ini membawa anda langsung ke danau jatiluhur. Biaya angkutan ini Rp. 5.000 jauh dekat untuk dewasa, dan Rp. 2.500 untuk anak anak.

Jika anda berkunjung dengan kendaraan pribadi dari luar kota, anda bisa mengambil pintu keluar di Pintu Tol Jatiluhur, kemudian belok kiri. 300 meter dari situ anda akan menemukan pertigaan dengan patung semar di tengahnya. Ambil kiri lagi (jalannya menanjak).

 300 meter kemudian anda akan bertemu pertigaan pasar bunder, ambil kanan, terus lurus, 1 Km nanti setelah melintasi jembatan tol cipularang, anda akan bertemu pertigaan lagi, jika anda belok kiri anda akan menuju ke bendungan ubrug gate 1 dan gate 2, ambil yang lurus (agak serong kanan sebenarnya) jalannya juga agak menanjak, anda akan langsung menuju ke Titik utama Wisata Waduk Jatiluhur jaraknya sekitar 6 kilometer dari tempat ini.

Tiket Masuk

Tiket masuk ke Waduk Jatiluhur relatif murah, hanya Rp. 20.000/orang, ini diluar parkir yah. Dengan membayar Rp 20.000, anda sudah mendapatkan air mineral gratis yang diolah langsung oleh Perum Jasa Tirta 2. Setahu saya tarif tiket ini hanya diberlakukan pada akhir minggu dan hari hari libur lainnya, karena biasanya pengunjung Waduk Jatiluhur itu kurang ramai jika hari-hari biasa. Biaya Rp 20.000 ini hanya berlaku untuk masuk ke Kawasan Wisata Wasuk Jatiluhur saja yah, di dalam kawasan ada beberapa destinasi yang anda harus membayar lagi sperti Waterboom (Rp 35.000/Orang) dan Grama Tirta (Rp 5.000/orang). (fau/wisatajabar/bilikpurwakarta/foto: wisatapriangan)

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top