Wisata Halal Kota Semarang (1)

Lawang Sewu : Destinasi Wisata Sejarah yang Wajib Disinggahi di Kota Semarang

gomuslim.co.id- Satu lagi, destinasi wisata di Pulau Jawa yang sayang untuk dilewatkan. Berjuluk Kota Lumpia, kota ini memiliki pesona pariwisata yang mempesona dengan beragam pilihan untuk dinikmati wisatawan.

Adalah Kota Semarang yang kaya akan destinasi wisata yang menarik mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, hingga wisata buatannya. Pertama, destinasi yang menjadi ikon kota Semarang dan tak luput menjadi  itinerary wajib para wisatawan yang singgah di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini adalah Lawang Sewu.

Lawang Sewu merupakan salah satu objek wisata Semarang bandungan yang sudah terkenal kemana-mana. Tempat wisata ini merupakan salah satu gedung bersejarah di Kota Semarang yang dibangun pada tahun 1904 oleh Belanda. Gedung ini dulunya merupakan gedung yang berfungsi sebagai kantor perusahaan kereta api Belanda.

Kemudian setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) atau sekarang kita mengenalnya dengan PT Kereta Api Indonesia. Kemudian masih ada lagi sejarah penggunaan gedung ini setelahnya. Seperti namanya ‘Lawang Sewu’ yang memiliki arti pintu seribu, bangunan ini unik dengan banyak pintu dan jendelanya walaupun jumlahnya tak sampai seribu.

Mengunjungi gedung bersejarah yang satu ini selain menambah wawasan juga bisa anda jadikan kesempatan untuk mengambil foto yang menarik. Foto-foto yang diambil di gedung ini sudah banyak terbukti bagus hasilnya, terlepas dari bakat si tukang foto gedung ini memang memiliki view yang unik dari arsitektunya yang khas. Menariknya gedung ini ditambah oleh suasana mistisnya. Anda yang suka uji adrenalin bisa mencoba mengelilingi berbagai sudut gedung ini. Hanya bermodalkan 10.000 rupiah anda sudah bisa menikmati berbagai sensasi di dalam obyek wisata di semarang yang satu ini.

Sejarah Singkat Lawang Sewu

Bangunan Lawang Sewu dibangun pada 27 Februari 1904 dengan nama lain Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat NIS). Awalnya kegiatan administrasi perkantoran dilakukan di Stasiun Semarang Gudang (Samarang NIS), namun dengan berkembangnya jalur jaringan kereta yang sangat pesat, mengakibatkan bertambahnya personil teknis dan tenaga administrasi yang tidak sedikit seiring berkembangnya administrasi perkantoran.

Pada akibatnya kantor NIS di stasiun Samarang NIS tidak lagi memadai. Berbagai solusi dilakukan NIS antara lain menyewa beberapa bangunan milik perseorangan sebagai solusi sementara yang justru menambah tidak efisien. Apalagi letak stasiun Samarang NIS berada di dekat rawa sehingga urusan sanitasi dan kesehatan pun menjadi pertimbangan penting.

Maka, diusulkanlah alternatif lain: membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh ke lahan yang pada masa itu berada di pinggir kota berdekatan dengan kediaman Residen. Letaknya di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang Jalan Pemuda), di sudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar Kendalweg (jalan raya menuju Kendal).

NIS mempercayakan rancangan gedung kantor pusat NIS di Semarang kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Quendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Seluruh proses perancangan dilakukan di Belanda, baru kemudian gambar-gambar dibawa ke Kota Semarang. Melihat dari cetak biru Lawang Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam pada tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangani di Amsterdam tahun 1903.

Lokasi dan Deskripsi Gedung

Lawang Sewu ini berlokasi di Komplek Tugu Muda, Jl. Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132

Bangunan Lawang Sewu yang telah berusia lebih dari 100 tahun ini sejak tahun 2011 mulai dipugar untuk pemanfaatan fungsi baru yaitu sebagai ruang usaha komersial dan konservasi. Hasil yang didapat dari usaha ini diharapkan dapat mendukung pelestarian bangunan Lawang Sewu.

Perjalanan pertama dari pintu utama menuju lantai dua, melewati sebuah anak tangga yang didepannya terdapat sebuah dinding kaca grafir dengan ornamen ukiran yang indah dan warna-warni yang masih asli. Kaca grafir atau kaca patri ini kondisinya masih baik dan terawat, konon dibawa langsung dari negeri Belanda pada saat pembangunan Lawang Sewu ini.

Di lantai dua bangunan Lawang Sewu, kami berjalan menelusuri lorong dan pintu sambil dijelaskan oleh pemandu mengenai sejarah bagunan Lawang Sewu ini. Menurut pemandu, bangunan Lawang Sewu ini sedang direnovasi dan kemudian akan kembali digunakan menjadi kantor PT KAI (Kereta Api Indonesia).

Dari balkon gedung Lawang Sewu, kita bisa melihat lalu lintas di seberang jalan dan Tugu Muda tentunya yang berada di tengah jalan. Perjalanan kami lanjutkan menelusuri lorong dan pintu yang tak terhitung jumlahnya hingga sampai pada sebuah ujung bangunan yang terdapat sebuah jembatan penghubung ke gedung yang satunya lagi.

(fau/seputarsemarang/teamtouring/dbs/foto: cakrawalatour)

 

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top