Wisata Halal Kota Kudus (5)

Belajar Sejarah Purbakala di Museum Patiayam

gomuslim.co.id- Satu lagi destiansi wisata yang sayang untuk dilewatkan saat kamu main-main ke Kudus. Adalah Situs Purbakala Patiayam, museum purba ini berlokasi  di Pegunungan Patiayam, Dukuh Kancilan, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Sekitar 1.500 fosil ditemukan di Patiayam dan kini disimpan di rumah-rumah penduduk. Sebagian gading gajah ditempatkan di Museum Ronggowarsito Semarang.

Situs Patiayam merupakan bagian dari Gunung Muria. Luasnya 2.902,2 hektare meliputi wilayah Kudus dan beberapa kecamatan di Pati. Di gunung ini terdapat makam dan Masjid Sunan Muria, air terjun, motel, penginapan, sejumlah villa, dan warung makan. Jaraknya hanya 18 kilometer dari kota Kudus.

Situs purba Patiayam memiliki persamaan dengan situs purba Sangiran, Trinil, Mojokerto, dan Nganjuk. Keunggulan komparatif situs Patiayam adalah fosilnya yang utuh dikarenakan peimbunan adalah abu vulkanik halus dan pembentukan fosil berlangsung baik. Di sekitarannya tidak terdapat sungai besar sehingga fosil ini tidak pindah lokasi karena erosi. Keadaan ini berbeda dengan situs purbakala lainnya dimana fosil ditemukan pada endapan sungai.

Situs Patiayam merupakan salah satu situs terlengkap. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya manusia purba (Homo erectus), fauna vertebrata dan fauna invertabrata. Ada juga alat-alat batu manusia dari hasil budaya manusia purba yang ditemukan dalam satu aeri pelapisan tanah yang tidak terputus sejak minimal satu juta tahun yang lalu.

Secara morfologi situs Patiayam merupakan sebuah kubah (dome) dengan ketinggian puncak tertingginya (Bukit Patiayam) 350 meter di atas muka laut. Di daerah Patiayam ini terdapat batuan dari zaman Plestosen yang mengandung fosil vertebrata dan manusia purba yang terendap dalam lingkungan sungai dan rawa-rawa.

Sejak 22 September 2005 situs Patiayam ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah. Sebelumnya situs ini sudah lama dikenal sebagai salah satu situs manusia purba (hominid) di Indonesia. Sejumlah fosil binatang purba ditemukan penduduk setempat seperti kerbau, gajah, dan tulang lain. Fosil gading gajah purba Stegodon trigonocephalus merupakan primadona Patiayam.

Ada apa di museum ini?

Di Patiayam ribuan fragmen fosil Vertebrata ditemukan, beberapa diantaranya dapat direkonstruksi dan beberapa bagiannya dapat diidentifikasi jenisnya. Di Patiayam ada beberapa fosil binatang yang sudah diketahui jenisnya. Ada tiga kelompok fauna yang ditemukan dan dikelompokkan berdasarkan habitatnya, antara lain:

Fosil Kepala Banteng

1. Fauna yang bisa hidup pada daerah berhutan terbuka :

Bos (Buballus) Paleokarabau vK. (Kerbau purba)

 

Bos (Bibbos) Paleosondaicus (Banteng Purba)

Cervus Zwaani (Rusa)

Cervus Javanicus (Rusa Jawa)

Muntiacus Muntjak (Kijang)

Dubaisia Santeng (Antelop Jawa)

Panthera Tigris (Harimau)

Fosil Buaya dan Kura-kura

 

2. Fauna yang hidup di hutan lebat dan basah (Tropivcal Rain Forest) seperti :

Stegodon Trigonocephalus (Gajah Purba).

Elephas sp. (Gajah).

Rinocheros Sondaicus (Badak Jawa).

Sus Brachygnathus (Babi).

 

3. Fauna yang bias hidup dalam air, seperti :

Hexaprotodon Sivalensis (Kudanil).

Cheloniidae (kura-kura).

Croccodyllus Osifragus Buaya Muara).

Croccodyllus Gavialus (buaya Ssungai).

Lokasi:

Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Lokasi GPS : -6.7937559, 110.9385681,

Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : 08.00 – 16.00 WIB. (fau/seputarkudus/dbs/foto: teluklove)

 

 

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top