Wisata Halal Wonosobo (2)

Berwisata Religi ke Masjid Tertua dan Saksi Sejarah Penyebaran Islam di Wonosobo

gomuslim.co.id- Tak hanya mempunyai destinasi wisata alam yang mempesona, Wonosobo juga memiliki destinasi wisata religi, yaitu masjid tertua. Konon, masjid ini adalah masjid yang menjadi saksi bisu penyebaran Islam di Wonosobo yang sudah lama dibangun, bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia.

Adalah  Masjid Al Manshur Wonosobo, yang masih menjadi magnet yang kuat baik bagi kehidupan sosial-kemasyarakatan maupun kunjungan berziarah di Kabupaten Wonosobo. Terbukti tempat ibadah di Jalan Masjid Nomor 13 Kauman Utara Wonosobo itu selalu ramai pengunjung baik pada hari-hari biasa, pengajian selapanan hingga hari-hari besar keagamaan. Tak hanya sebagai tempat beribadah saja, Masjid yang berdiri sejak tahun 1800an itu juga menjadi saksi bisu penyebaran ajaran agama Islam di bumi Wonosobo, serta saksi pendirian cikal bakal Kabupaten Wonosobo.

Masjid tersebut juga lokasi referensi masyarakat dari sejumlah penjuru tanah air. Karena di kompleks masjid tersebut terdapat makam salah satu tokoh penyebar agama Islam di wilayah Wonosobo, yakni Kyai Walik. Konon, Kyai Walik merupakan satu di antara tiga tokoh pendiri Kabupaten Wonosobo. Yaitu; Kiyai Walik, Kyai Kolodete dan Kyai Karim. Ceritanya, mereka membuka hutan belantara hingga menjadi pemukiman dan menyebarluaskan ajaran Islam bagi penduduk.

Dari sisi bangunan, Masjid Al Manshur  ini terdiri dari dua ruang besar. Memasuki masjid tampak bangunan kuno dengan tiang-tiang kayu tinggi yang dihiasai ukir-ukiran. Tidak ada kesan mewah, namun memasuki ruangan masjid, terasa adem, sejuk dan nyaman. Di sebelah kanan bangunan utama masjid, berderet ruang-ruang kelas sekolah dan pondok pesantren.

Selanjutnya, di  halamannya yang luas dibangun lapangan basket. Banyak orang mengakui masuk ke masjid akan terasa dingin, dan tenang.

Saksi Sejarah Penyebaran Islam di Wonosobo

Kota Wonosobo berdiri konon berkat jasa tiga tokoh berpengaruh kala itu. Kiai Kolodete, Kiai Karim dan Kiai Walik. Ketiganya merintis kawasan yang semula hutan belantara menjadi pemukiman. Bersama sanak keluarga mereka bahu-membahu membabat hutan, mengubah menjadi ladang pertanian. Masing-masing memiliki peran yang berlainan. Kiai Walik sebagai perancang kota, Kiai Karim peletak dasar-dasar pemerintahan. Sedangkan Kiai Kolodete membuka wilayah di kawasan Dieng.

Kiai Walik dianggap paling dekat di hati rakyat. Figur pemimpin yang merakyat, disukai sekaligus disegani pada zamannya. Namun ketiga tokoh itu menjalin hubungan yang erat. Kiai Walik tinggal di kawasan Wonosobo. Konon, sebelum meninggal dunia pada hari Kamis, Kiai Walik mengatakan bahwa di tempat ditumbuhi pohon bambu kelak akan menjadi tempat luas. Menggambarkan kewibawaan negara, juga menggambarkan perbuataan buruk manusia. Ternyata ramalan tersebut ada benarnya. Kini di tempat yang ditunjuk Kiai Walik berdiri masjid, alun-alun dan lembaga pemasyarakatan.

Diyakini masyarakat, makam tokoh terkenal itu berada di belakang Masjid Al Manshur Kauman. Sebelumnya tidak diketahui bila di belakang masjid terdapat makam Kiai Walik.

Kegiatan dan Lokasi Masjid

Saat ini, kegiatan keagamaan terus berlangsung di Masjid ini, seperti pengajian setoran, biasanya diisi dengan kajian tafsir, fiqih dan berbagai kajian Islam lainnya. Pengajian setoran bakal terus dilestasikan hingga masa mendatang. Tak hanya menjadi rekomendasi berziarah dan pengajian, Masjid Al Manshur juga menjadi pathokan waktu shalat masyarakat di Kabupaten Wonosobo. Banyak orang datang untuk mencocokkan jam, karena terdapat bencet atau jam matahari yang menjadi patokan waktu shalat.

Adapun, alamat lokasi Masjid bersejarah ini adalah di Jalan Pemuda No.142, Wonosobo Tim., Kec. Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56311. (fau/clickwonosobo/dbs/foto: wonosobozone)

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top