Mintalah Fatwa Pada Hatimu

“Tidak peduli seberapa hebat, kaya, dan pintarnya kita. Jika kita tidak bahagia, pasti ada yang salah.”

(dr. Gamal Albinsaid)

Bismillahirrahmanirrahim

Izinkan saya berbagi kisah Nicholas, anak berusia 7 tahun yang telah meneladankan arti dari sebuah kebaikan.

29 September 1994, Nicholas dengan keluarganya liburan ke Itali. Mobil mereka diikuti perampok yang menembakkan pistol beberapa kali ke mobil keluarganya. Setelah menghentikan mobilnya, orang tua Nicholas baru menyadari bahwa Nicholas, anak laki-lakinya tertembak tepat di belakang kepalanya. Dua hari di rawat di ICU akhirnya Nicholas meninggal dunia.

Kisah ini dikenal sebagai A Boy’s Gift to The World. Mengapa disebut a boys gift to the world? Dalam kondisi terpukul dan sedih, malam itu orang tua Nicholas mendonorkan 7 organ tubuh anaknya, jantung, 2 kornea mata, 2 ginjal, pankreas dan hati, untuk menyelamatkan hidup tujuh orang yang mereka tidak kenal. Peristiwa itu menjadi pemberitaan hangat selama beberapa minggu di berbagai media Inggris, Italia dan Amerika.

 

 

Mengapa disebut Nicholas Effect?, Setiap harinya, 3 orang di Inggris dan 18 di Amerika meninggal dunia karena menunggu donor organ. Sejak peristiwa tersebut, jumlah donor organ dunia meningkat 300 persen dan kegiatan donor organ pun meningkat menjadi empat kali lipat.

Anak berusia 7 tahun ini telah berhasil menggandeng ribuan kebaikan dari seluruh dunia. Jangan lihat kecilnya kebaikan kita, tapi lihatlah bagaimana kebaikan kita menjadi arus yang mengalirkan kebaikan lain hadir lewat tangan orang-orang yang tak pernah kita sangka. Betapa besar hikmah kebaikan, ia mampu menggoda orang yang enggan melakukan kebiakan untuk mencintai kebaikan. Bukan hanya itu, sungguh ketahuilah, berbagi, menolong, berkorban, membantu sesama akan memberikan kesejukan, ketenangan, dan kehangatan dihatimu. Ingatlah pesan Rasulullah SAW, “Berkasih sayanglah kamu kepada siapa saja yang berada di bumi, maka kamu akan dikasihi oleh yang berada di langit”.

Bukankah Rasulullah juga pernah mengingatkan kita, Istafti Qalbak, mintalah fatwa pada hatimu, kebaikan itu adalah sesuatu yang membuat jiwa dan hati tenang, dan keburukan itu sesuatu yang membuat jiwa gelisah dan hati bimbang. Kawan, jangan biarkan visimu hanya tentang kamu, jangan biarkan dirimu berivisi kerdil. Jadikan orang-orang yang kurang beruntung bagian dari visi besarmu..

 “Orang tidak peduli seberapa hebat kita, orang juga tidak peduli seberapa kayanya kita, orang juga tidak peduli seberapa pintarnya kita, yang mereka pedulikan adalah apakah keberadaan kita memberikan manfaat tuk mereka?”

(dr. Gamal Albinsaid)

 

( 3/30)

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top