Pahala Tanpa Batas

 

“Banyak masalah tak bisa diselesaikan dengan kecerdasan, tapi ia hanya bisa diselesaikan dengan kesabaran” (dr. Gamal Albinsaid)

 

Suatu ketika Abu Bakar gemetar, wajahnya pucat dengan pahanya sebagai tumpuan Rasulullah SAW. Abu Bakar tak berani bergerak sedikitpun, takut sang Nabi terbangun sementara tangannya kesakitan karena disengat kalajengking. Jiwa bergemuruh gemetar ketakutan karena pasukan kafir kurang sejengkal lagi bisa mengepung mereka berdua dan mereka tak lagi bisa keluar. Bila mereka keluar, pastinya mereka akan tertangkap, dan meneteslah air mata Abu Bakar.

Pria lembut itu di dera ketakutan. Hingga air matanya menetes ke pipi sang nabi. Nabi pun terbangun dan mengatakan, “Jangan takut wahai sahabatku, Allah bersama kita”. Benarlah ucapan sang Nabi, pintu gua tertutup sarang laba-laba, hingga pasukan kafir mengira tak ada orang di dalam gua. Kurang setapak saja mereka akan menemukan Rasulullah dan Abu Bakar, tapi Allah melindunginya dengan cara yang tak pernah kita bayangkan, Masya Allah.

Rasulullah pernah mengalami direjat lehernya, dipukul, dikeroyok, disiram kotoran ternak, di caci maki, dihina, dan diboikot selama tiga tahun. Tapi Beliau berpesan:”La Tahzan, Innalaha ma’ana” (Jangan bersedih, Sesungguhnya Allah bersama kita). Sering kali Allah menolong kita dengan cara yang tak pernah kita duga, tak pernah kita pikirkan, tak pernah kita bayangkan, dan begitu indah.. Hanya saja terlalu sering kita kurang bersabar. Ingatlah pesan Ibnu Qayyim: “Sabar adalah taman kesejukan di antara usaha yang maksimal dan tawakkal yang sepenuhnya.”

Ingatlah pula, bahwa tidak ada kebaikan yang sempurna tanpa kesabaran, karena kesabaran adalah nafas yang menentukan lama tidaknya sebuah kebaikan bertahan. Banyak masalah tak bisa diselesaikan dengan kecerdasan, tapi ia hanya bisa diselesaikan dengan kesabaran.

Kenapa Allah itu memberikan kita cobaan, masalah, kesedihan, sehingga kita diminta bersabar? Mungkin Allah ingin meluruskan perjalanan kita, mungkin Allah ingin menjadikan kita kuat menanggung beban, dan mungkin karena Allah sudah rindu dengan rintihan hamba-Nya.  Jika ada seseorang yang melukai dan menyakiti hatimu, bersabarlah, karena ia menuntunmu lebih kuat untuk bersabar pada masalah selanjutnya, ia mengajarkanmu untuk mampu bersabar pada masalah yang lebih besar. Sabar adalah gejolak pemaafan terbesar yang penuh wibawa untuk membuat orang lain takluk dan penuh hormat kepadamu.

Bukankah Allah akan menguji di titik terlemah kita? Oleh karenanya, Allah mengaruniakan Pahala Tanpa Batas kepada mereka yang bersabar. "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas" (QS Az Zumar : 10). Saya ulangi dan perjelas, Pahala Tanpa Batas.

 

 “Sering kali Allah menolong kita dengan cara yang tak pernah kita duga, tak pernah kita pikirkan, tak pernah kita bayangkan, dan begitu indah”

(dr. Gamal Albinsaid)

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top