Lakukan Hal Berbeda, Maka Hasilnya Pun Berbeda

“Jika ada 2 jalan terbentang, kan kulalui jalan yang tidak dilalui orang lain” 

(dr. Gamal Albinsaid)

 

Bismillahirrahmanirrahim.


Tahun 1920 John Goddard mengumumkan kemungkinan penggunaan roket untuk menerbangkan manusia ke luar angkasa. Publik meremehkan dia, dianggap setengah gila oleh teman-temannya, dan dijuluki manusia bulan oleh koran The New York Times . Ketika New York Times menyebut dia manusia bulan di tahun 1920, jawabnya adalah “Every Vision is a joke until the first man accomplishes it; once realized, it becomes commonplace.”

Setiap visi adalah lelucon sampai orang pertama menyelesaikan itu, setelah direalisasikan, itu menjadi hal biasa. Dia terus tekuni pengembangan roket. Lima puluh tahun kemudian manusia benar-benar mendarat ke bulan memanfaatkan roket! Akhirnya The New York Time minta maaf. 

Jika ada 2 jalan terbentang, kan kulalui jalan yang tidak dilalui orang. “If you always do what you have always done you will always get what you have always got”. Jika ada 1000 orang menggunakan topi warna biru, maka gunakan topi warna merah. Agar kamu muda dikenali. Jika ada dua jalan terbentang, kan kulalui jalan yang tidak dilalui orang.

Keluarlah dari zona nyaman menuju zona menantang. Jangan hanya bersaing di Indonesia. Bersainglah di tingkat dunia untuk harumkan nama Indonesia, itulah muda mendunia. Be extrem, go to the edge, become remarkable. Jadilah ekstrim, pergi ke tepi, dan menjadi luar biasa. Jadilah luar biasa dengan jalan yang tidak biasa. So, what are you waiting for?

Kalau kamu melakukan apa yang biasa kamu lakukan, kamu akan mendapatkan apa yang biasa kamu dapatkan. Lakukan yang berbeda, maka hasilnya pun berbeda. Jika anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki, anda harus bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah anda lakukan.

Berbeda tidak cukup, izinkan saya berbagi tentang dua pelari yang keduanya memilih jalan berbeda. Pelari pertama adalah Johann Kastenberger. Beliau adelah seorang atlet lari jarak jauh berkebangsaan Austria yang memenangkan banyak lomba lari dan memegang rekor, namun ia memilih menggunakan kemampuannya untuk merampok bank dan melarikan diri dari kejaran polisi.

Sedangkan yang kedua adalah John Stepehn Akhwari. Pada 20 Oktober 1968, saat perlombaan lari sudah selesai, penonton beranjak meninggalkan stadion, namun mereka semua terkejut tatkala melihat seorang pelari memasuki stadion dengan terpincang-pincang dengan luka di kaki kanannya. Dialah John Stephen Akhwari, seorang pelari dari Tanzania.

Ketika memasuki kilometer ke 19, ia terjatuh karena tertabrak, dengan luka terbuka di lutut kanannya dan bahu yang lepas dari persendiannya. Ketika ditanya kenapa anda melanjutkan kompetisi padahal anda suda terluka parah, jawabnya, “My Country did not send me 5.000 mil to start the race. They sent me to finish”.

Hingga ia mendapatkan gelaar Raja Tanpa Mahkota dan namanya diabadikan menjadi organisasi pelatihan atlet yang bernama John Stephen Akhwari Athletic Foundation di Tanzania. Keduanya pelari, keduanya berbeda. Oleh karenya, berbeda saja tidak cukup, karena keberhasilan lebih dari sekadar berbeda. Perbedaan yang kita bangun butuh kematangan dan harus memberi kebermanfaatan. Kita boleh berbeda, boleh liar, tapi tetap harus santun dan benar.

“Jika kamu melakukan apa yang biasa kamu lakukan, kamu akan mendapatkan apa yang biasa kamu dapatkan. Lakukan hal yang berbeda, maka hasilnya pun berbeda.”

(dr. Gamal Albinsaid)

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top