Pemuda Subuh

“Mari sejukkan siang dengan puasa dan hangatkan malam dengan tahajud”

(dr. Gamal Albinsaid)

 

Bismillahirrahmanirrahim….

Barang siapa menaklukkan Subuhnya, maka dia akan menaklukkan dunia. Bukankah menjaga salat Subuh itu memang sulit, berat, dan butuh kesabaran. Lantaran itulah Allah bersama orang-orang yang sabar.

Pemuda yang tak mampu taklukkan Subuhnya ia laksana embun pagi yang lenyap dari bukit Shofa, tak tangguh, tak bermakna, dan lemah. Ingatlah, satu di antara sekian tanda orang munafik adalah melalaikan Subuhnya.

Allah tak janjikan langit selalu biru, bunga selalu mekar, bahkan mentari selalu bersinar, tapi Dia janjikkan kekuatan dan kenikmatan bagi Pemuda Subuh. Dengan 2 rakaat sebelum Subuh, kan kau dapatkan dunia seisinya.  Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, betapa besar pahala salat Subuh berjamaah,  niscaya mereka kan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak “Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat”.

Rasulullah SAW berdoa “Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun Subuh”. Sejalan dengan pesan Ibnu Qayyim, "Subuh merupakan waktu turunnya rezeki, turun keberkahan".

“Jika ingin muda menaklukkan dunia, mulailah dari menaklukkan subuhmu setiap hari dimulai.”

Indera penglihatan kita terbuka sayup-sayup, seakan melambai-lambai menyuruh kita bangkit dari tidur lelap tuk bersujud padaMu. Sangat merdu suara Adzan dari corong masjid mengiringi langkah kita menuju sebuah kran, tuk membasuhkan air wudhu.

Saat orang masih tertidur atau justru masih berpeluh keringat dosa di tempat maksiat, Pemuda Subuh berwudhu. Saat yang lain tidur, Pemuda Subuh mengambil sajadah, menuju masjid Allah, memenuhi panggilanNya, menyerukan kemenangan dan kebajikan.

Terdapat pesan pada Subuh nan jelita, di mana dingin yang mulai menyusup dalam rahang jiwa namun tak gentar Pemuda Subuh menyelaminya. Subuhku berpesan, cintailah yang berhak dicinta, sayangilah yang berhak dan pantas disayangi, yaitu Para Pemuda Subuh.

Pilihlah pemimpin dari kalangan Pemuda Subuh, jika ia tak mampu memimpin Subuhnya, lalu bagaimana ia mampu memimpinmu? Akhir kata, labuhkan cintamu pada pemuda yang mampu menjadi imam dalam salat Subuhmu, yaitu Pemuda Subuh.


“Barang siapa menaklukkan Subuhnya, maka dia akan menaklukkan dunia.”

(dr. Gamal Albinsaid)

 


Back to Top