Panggilan Jiwa

Setiap memasuki bidang apapun, awali dengan pertanyaan, apakah ini bidang yang anda sukai?” (dr. Gamal Albinsaid)

 Bismillahirahmanirrahim…

Sejak kecil ketika saya berobat ke dokter, saya senantiasa menatapnya sebagai sosok malaikat penolong dan pemberi harapan yang kerap kali mengobati saya. Itulah yang mendorong saya untuk terus mengejar mimpiku menjadi seorang dokter.  Banyak di antara kita masih belum tahu ingin menjadi apa? cita-cita apa? Ingin mengejar apa? Ingin melangkah kemana?

Kawan, jika kita sudah menemukan panggilan jiwa kita, hidup ini akan flow rasanya, terasa mengalir, nikmat, tenang, teduh, damai, dan sejuk. Ya, sungguh benar, itu yang aku rasakan. Oleh karenanya, jika kita ingin menikmati kehidupan dengan pencapaian yang optimal, pastikan hidup kita memenuhi 3 hal, pleasure, strength, meaning, hal yang kita sukai, ahli, dan bermakna.

Pertama, pleasure, bidang yang kita sukai, seperti pemain sepak bola, mereka seperti liburan 365 hari dalam setahun, karena sewaktu  bekerja, mereka sedang menjalankan hobinya. The only way to do great job is to love what you do, satu-satunya cara malakukan pekerjaan besar adalah mencintai apa yang kamu kerjakan. Setiap memasuki bidang apapun, awali dengan pertanyaan apakah ini bidang yang kita sukai?

Kedua, strength, “Jika kita berusaha lalu gagal, apa yang akan kita lakukan?” Coba lagi, kalau gagal lagi? Coba lagi, “Coba lagi… coba lagi… coba lagi sampai kapan?.” Tidak, pada titik tertentu kita harus berhenti dan menyadari dengan sepenuhnya bahwa ini bukan bidang kita.

Sisakan ruang dalam hati dan pikiran bahwa ini bukan keahlian kita. Pastikan pekerjaan kita bukan hanya bidang yang kita sukai, tapi bidang yang kita kuasai. Mengerjakan hal yang kita sukai tanpa kapasitas yang memadai, hanya menghabiskan waktu, tenaga, pikiran pada tempat yang tidak memberhasilkan.

Dan yang ketiga, meaning, bisa jadi sesuatu itu kita sukai, itu keahlian kita, tapi ternyata tidak bermankna, tidak bermanfaat bagi orang lain, bahkan tidak menyejahterahkan kehidupan kita. Kawan, untuk apa dipuja – puji di dunia, tapi disiksa di neraka.

Berapa banyak di antara kita mengejar sesuatu yang disesali para penghuni kubur. Jangan mati-matian mengejar sesuatu yang tidak bisa dibawa mati. Periksa diri jika cita belum tertuai, jangan-jangan badan kita belum pantas disinggahi kemuliaan, Jika yang kita inginkan kemuliaan abadi, jangan biarkan hati kita memuliakan hal-hal yang fana.

Divine Calling, panggilan jiwa, akan memberikan kita ketegasan untuk menolak hal-hal yang tidak kita sukai, memberikan kita keberanian menolak hal-hal yang kita tidak ahli, memberikan kita kekuatan untuk meninggalkan pekerjaan yang tidak bermakna. When our interests intersect with mastery and get bundled up with sincerity, you’ll see Allah empower you. Ketika kesukaan bertemu ketangguhan, lalu kau bungkus dengan ketulusan, maka lihatlah bagaimana Allah membesarkanmu.

 “Ketika kesukaan bertemu dengan ketangguhan lalu kau bungkus dengan ketulusan, maka lihatlah bagaimana Allah membesarkanmu.”

(dr. Gamal Albinsaid)

 


Back to Top