Boleh Jadi Kesibukanmu Dimimpikan Banyak Orang di Luar Sana

Banyak dari kita tak sadar, bahwa ia sedang menggenggam berlian, sehingga merasa miskin, berhentilah sejenak, lihatlah berlian di tangan.

(dr. Gamal Albinsaid)

 

Bismillahirrahmanirrahim….

“Kami tak bisa lihat wajah orang tua kami di dunia, tapi kami ingin lihat wajahnya di surga”

(3 orang bersaudara tanpa penglihatan)

Kata-kata itu terpatri jelas dalam ingatan saya, yang dilantunkan oleh 3 orang bersaudara yang Allah berikan cobaan hidup tanpa penglihatan. Mereka tidak bisa melihat, tapi mungkin syukur mereka jauh melebihi orang-orang yang hidup dengan penglihatan. Izinkan kali ini saya berbagi soal syukur.

Setiap apapun terjadi dalam hidup saya, saya selalu awali dengan sebuah pertanyaan, apa yang Allah inginkan di balik ini semua. Karena ketika mendapat karunia, kita sering berkata, "ini titipan Allah", namun kenapa kita jarang bertanya, "Mengapa Allah titipkan ini pada kita?" Jujur, saya sering takut karena sulit membedakan antara karunia atau cobaan, namun akhir-akhir ini saya syukuri ketakutan itu, karena ia menjaga karunia.

Ingatlah, cobaan-cobaan terdahsyat terkadang datang melalui karunia yang kita nikmati, maka suatu kebodohanlah menggunakan karunia tanpa kehatian-hatian. Kecerdasan, keindahan paras, dan kekayaan yang didapat tanpa dibungkus kerendahan hati adalah dinding penghalang dengan surga.

Bukan hanya itu, karunia yang tidak dibungkus rasa syukur akan memberikan kegelisahan, ketidaksenangan, ketidakcukupan, dan menjadi bencana pemiliknya. Jangan sampai Allah cabut karunia kita karena kita lupa bersyukur, merasa hebat, merasa ujub, merasa pintar, dan lupa diri.

Penghayatan hakikat syukur akan menghantarkan kita pada makna dan nikmat akan manisnya kerendahan hati, di mana kita menyadari dengan sepenuhnya bahwa arus karunia yang menghampiri kita bukan dikarenakan oleh ketangguhan pribadi kita, namun dari rahmat ilahi.

Orang yang tidak percaya diri itu sama dengan orang yang lupa dengan kelebihan yang Allah berikan sama dengan orang yang tidak bersyukur. Sebaliknya, orang yang percaya diri bukanlah orang yang yakin pada kemampuannya, tapi orang yang yakin bahwa Allah bersamanya.

Kita sering lupa, sebenarnya ketika mendapat 1 kenikmatan, kita mendapatkan 3 peluang karunia, pertama kenikmatan itu sendiri, kedua, pahala atas rasa syukur terhadap kenikmatan tersebut, ketiga, kenikmatan yang ditambahkan atas rasa syukur kita.

Syukur itu juga membebaskan kita dari perasaan galau. Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan masa lalu dan kekhawatiran masa depan, kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri. Karena itu, jangan bebani hari ini dengan kegalauan esok, cukuplah tiap hari punya galaunya sendiri.

Kawanku, banyak dari kita tak sadar, bahwa ia sedang menggenggam berlian, sehingga merasa miskin, berhentilah sejenak, lihatlah berlian di tangan kita. Bukan tak boleh berharap lebih, tapi jangan lupa syukuri yang sudah kita dapat.

Bersyukurlah dengan kesibukan, tatkala lelah, ingatlah boleh jadi kesibukan kita adalah mimpi-mimpi orang di luar sana. Yang selalu membuatku malu pada Rabbku adalah pengorbananku untukNya sedikit, tapi karuniaNya terlalu sempurna. “Andaikan kamu tahu bagaimana Allah mengatur jalan hidup, pasti hatimu akan meleleh karena cinta kepadaNya“

 “Bersyukurlah dengan kesibukan, tatkala lelah, ingatlah boleh jadi kesibukan kita adalah mimpi-mimpi orang di luar sana”

(dr. Gamal Albinsaid)

 


Back to Top