Datangkan Doa Orang Fakir dengan Sedekah

“Boleh jadi saat engkau tidur, pintu-pintu langit sedang diketuk oleh doa-doa orang-orang yang pernah engkau tolong.”

(dr. Gamal Albinsaid)

Bismillahirrahmanirrahim…

Izinkan saya berbagi kisah seorang anak bernama Khaerunissa, penghasilan ayahnya 10.000 setiap harinya, suatu hari dia sakit diare, namun karena ayahnya tidak punya cukup uang, ia tidak bisa pergi berobat, setiap hari ia menemani ayahnya memulung. Hingga 5 Juni 2005 Khaerunissa meninggal dunia tepat di gerobak sampah ayahnya.

Ini adalah kisah nyata yang terus memotivasi kami mengembangkan berbagi inovasi kesehatan sosial, salah satunya  klinik asuransi sampah, untuk membantu masyarakat miskin mendapatkan pelayanan kesehatan, karena kami yakin kesehatan adalah hak semua orang, termasuk mereka yang kurang mampu.

Kawan, perasaan apa yang muncul tatkala kita melihat pengemis di pinggir jalan? Ketika ada korban kecelakaan? Tatkala kita melihat orang sakit yang tak mampu berobat? Ingin menolong, memberi, dan berbagi bukan? Tapi renungkan berapa kali kita melewatkan kesempatan berbuat kebaikan kepada saudara-saudara kita? Berapa kali mobil kita tetap melaju ketika ada kecelakaan di dekat kita? Berapa kali kita melewatkan pengemis yang mengetuk pintu rumah kita?

Terkadang kita memang sedih, tapi pasti ada yang lebih sedih. Jika engkau berpikir hidup ini tidak adil, maka ingatlah, pengemis, orang-orang tanpa penglihatan, anak yatim piatu, mereka lebih berhak mengatakan bahwa hidup ini tidak adil. Kepada merekalah kita harus memperhatikan, jika kita ingin Allah memperhatikan kita. Orang tidak peduli seberapa hebat kita, seberapa kayanya kita, seberapa pintarnya kita, yang mereka pedulikan hanyalah satu, apakah keberadaan kita memberikan manfaat untuk mereka? Oleh karenanya, berilah manfaat, ulurkanlah tangan, dan pancarkanlah terus kebaikan.

Boleh jadi saat engkau tidur terlelap, pintu-pintu langit sedang diketuk oleh puluhan doa kebaikan untukmu, dari orang fakir yang telah engkau tolong, atau dari orang kelaparan yang telah engkau beri makan, atau dari orang yang sedih yang telah engkau bahagiakan, atau dari orang yang dihimpit kesulitan dan telah engkau lapangka, maka janganlah sekali-kali engkau meremehkan sebuah kebaikan.

Mungkin kita menerka, keberhasilan yang kita terima adalah buah dari doa dan kerja keras kita. Tapi sadarkah kita, bahwa barangkali keberhasilan itu adalah jawaban dari doa seseorang yang tak pernah kita sangka sebelumnya.

Selama ini kita berpikir ketika kita berbagi kita sedang menolong orang lain dan orang lain membutuhkan kita, kita salah besar, sebenarnya kitalah sedang menolong diri kita sendiri dan kitalah yang lebih membutuhkan dibanding orang yang kita tolong. Belilah doa orang-orang fakir dengan sedekah.

Bukankah Alquran menyebutkan bahwa orang-orang yang sudah meninggal berharap kembali ke dunia supaya mereka bisa bersedekah. Biarkan harta kita laksana angin yang berhembus, datang dengan mudah tanpa kita rasakan,dan tersepoi dengan cepat untuk kita sedekahkan…

“Orang tidak peduli seberapa hebat kita, orang juga tidak peduli seberapa kayanya kita, orang juga tidak peduli seberapa pintarnya kita, yang mereka pedulikan adalah apakah keberadaan kita memberikan manfaat tuk mereka?”

(dr. Gamal Albinsaid)

 

 

 

 

 


Back to Top