dr. Gamal Albinsaid

Dokter Penyulap Sampah Jadi Tabungan Asuransi Kesehatan

Secara umum, benda yang satu ini sudah tidak berguna. Apalagi aroma dan bentuknya, orang pun tak mau dekat-dekat dan segera membuangnya. Benda ini adalah bernama sampah, yang  memang setiap hari selalu ada, di jalan, di dalam kendaraan, juga di rumah sendiri. Tak dinyana, setiap orang, setiap harinya pasti menghasilkan sampah dari makanan, minuman, dan lainnya. Ketika sudah tidak berguna, sampah-sampah ini biasa dibuang atau dibakar di tempat pembuangan. Tapi, apa jadinya benda yang justru tidak baik untuk kesehatan ini bisa menjadi lading asuransi masyarakat untuk bisa berobat ketika sakit?

Adalah dr. Gamal Albinsaid, seorang dokter muda dari Universitas Brawijaya Malang yang telah melakukannya. Dia menyulap sampah yang tidak berguna menjadi begitu bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para kaum dhuafa yang kekurangan biaya untuk berobat.

Berawal dari kisah seorang pemulung yang ia temui, dr. Gamal, begitu dia akrab disapa, menyaksikan sendiri kisah sebuah keluarga yang kekurangan biaya untuk berobat ke rumah sakit.  Kisah itu tentang anak pemulung sampah bernama Khairunnisa yang  menderita diare. Karena ayahnya adalah seorang pemulung dan tidak mampu untuk membayar biaya pengobatan ke dokter, akhirnya keluarga itu memberikan anaknya pengobatan ala kadarnya. Beberapa waktu kemudian, Khairunnisa ditemukan meninggal dunia di antara tumpukan kardus-kardus sampah. Kisah memprihatinkan Khairunnisa lah yang menjadi inspirasinya untuk lebih peduli pada masyarakat yang tidak mampu untuk mendapat akses pengobatan.

Akhirnya, ia pun membuat sebuah solusi agar masyarakat kurang mampu bisa berobat. Saat itu Gamal masih menjadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, bersama keempat temannya Gamal ingin memandirikan masyarakat dengan cara mengambil sumber daya mereka, yaitu sampah dan memberdayakannya untuk meningkatkan kesehatan mereka. Bentuk asuransi pun diambil karena Gamal ingin menciptakan Holistic Healthcare Service di mana membuat yang sehat menjadi lebih sehat, mencegah yang sehat agar tidak sakit, menyembuhkan dan merehabilitasi untuk sembuh bagi yang sakit. Dengan bimbingan dosennya, Gamal dan kawan-kawan akhirnya mendirikan Klinik Asuransi Sampah di tahun 2010.

Klinik Asuransi Sampah (KAS) berbeda dengan klinik-klinik kesehatan lainnya. KAS dalam operasionalnya mengandalkan sampah yang dikumpulkan oleh anggotanya yang kini telah mencapai 500 orang. Untuk menjadi anggota KAS persyaratannya cukup mudah. Setiap anggota hanya mengumpulkan sampah organik  atau anorganik selama satu  bulan hingga sampah tersebut mencapai nilai 10 ribu rupiah. Jika sampahnya sudah mencapai nilai 10 ribu rupiah, maka anggota berhak mendapatkan Asuransi Sampah yang berlaku hanya di KAS saja. Karena bentuknya asuransi, maka setiap anggota harus mengumpulkan sampah senilai 10 ribu rupiah setiap bulannya.

Asuransi yang didapatkan setiap anggotanya yaitu asuransi kesehatan primer berupa perawatan dan pengobatan yang dilakukan di KAS tapi tidak sampai ke rumah sakit. Meskipun demikian, penyakit yang ditangani KAS tidak hanya penyakit-penyakit ringan seperti batuk dan pilek, tapi hingga darah tinggi, kencing manis, gangguan jiwa, infeksi, dan jantung. Obat yang didapat anggota adalah obat generik, jika anggota ingin obat bermerek maka petugas hanya memberikan resep untuk ditebus di apotek di tempat lain.

Tak berhenti di sana, sampah-sampah yang dikumpulkan dari seluruh anggota akan diolah menjadi pupuk dan dijual seharga tujuh ribu rupiah per kilogram dan ada yang dijual ke pengumpul. Uang hasil dari penjualan sampah tersebut digunakan untuk biaya operasional KAS yang kini telah ada di lima tempat.

Karena Sampah, Gamal Bertemu Pangeran Charles

Dokter kelahiran  Malang, 08 September 1989 ini mendapatkan apresiasi yang baik dari berbagai kalangan di Indonesia, bahkan dunia dari idenya yang bermanfaat dan brilian ini. Pada 2014, berkat program KAS,  Gamal terbang ke Inggris dan bertemu dengan Pangeran Charles di Inggris. Ia menjadi juara pertama dari tujuh finalis yang berasal dari Peru, Nepal, dan Nigeria. Gamal mendapat penghargaan Sustainable Living Young Entrepreneurs dari Kerajaan Inggris dengan menyisihkan 510 peserta dari 90 negara. Penghargaan yang diselenggarakan Unilever dan Cambridge University ini merupakan kehormatan dari Pangeran Charles kepada entrepreneurship muda yang peduli di bidang sumberdaya berkelanjutan. Program penghargaan internasional tersebut didesain untuk menginspirasi pemuda di seluruh dunia untuk menyelesaikan isu lingkungan, sosial dan kesehatan. Acara bergengsi ini mengundang wirausaha yang berusia 30 tahun ke bawah untuk memberikan solusi yang menginspirasi, praktis dan jelas untuk membantu mewujudkan sustainability living.

Selain penghargaan, Gamal juga memperoleh uang sebesar 50.000 € atau setara dengan kira-kira 800 juta rupiah, dan dukungan dari Cambridge Programme for Sustainability Leadership (CPSL) dan Unilever untuk menjalankan sistem ini agar semakin berkembang.

Membangun Bisnis Sosial

Anak dari pasangan Eliza Abdat dan Saleh Arofan Albinsaid ini merupakan CEO dan pendiri Indonesia Medika. KAS sendiri berdiri di bawah bendera perusahaan Indonesia Medika. Perusahaan bisnis sosial ini menampung 47 orang dari berbagai disiplin ilmu dengan usia rata-rata di bawah 24 tahun. Karena, perusahaan Gamal ini mempunyai sebuah kepercayaan, bahwa orang-orang berusia di bawah 24 tahun tidak hanya memikirkan berapa banyak uang yang didapat tapi lebih kepada apakah pekerjaannya bermakna dan membahagiakan.

Selain KAS perusahaan ini bekerja sama dengan salah satu rumah sakit dalam program sabuk bayi pintar. Sabuk bayi pintar merupakan sabuk audio bagi ibu hamil untuk menghasilkan generasi yang cerdas. Audio yang keluar berupa musik klasik seperti karya Mozart, atau bagi yang beragama Islam dapat menggantinya menjadi murrotal Al-Qur’an.

Ke depannya, Gamal ingin menciptakan sekolah yang dibayar dengan sampah. Hal ini dia pikirkan ketika berbincang dengan Pangeran Charles yang berharap agar ide ini dapat lebih berkembang tidak hanya kesehatan dan lingkungan.

Menjadi Motivator Keliling Indonesia dan Dunia

Selain menjadi seorang dokter dan CEO Indonesia Medika, dr. Gamal juga aktif memberikan kuliah umum dan menjadi motivator di Kampus, Masjid, Instansi, dan lainnya dari lebih 15 negara dan empat benua.

Tahun 2016 ini, melalui akun twitter resminya di @Gamal_Albinsaid, ia mengumumkan dalam waktu dekat akan membuat gerakan baru yang menyisir kaum muda Indonesia, yaitu Gerakan Pemuda Revolusi Mental. Sebuah gerakan yang melibatkan 3400 pemuda seluruh Indonesia, mencari 34 Pemuda Indonesia Terbaik, roadshow 96 titik, menghantarkan 100 pengusaha muda Go International, 100 pengusaha muda Go Asean, menyediakan 7 konsultan berpengalaman, mendistribusikan 10.000 buku, melahirkan 60 pengusaha muda baru, mengkolaborasikan 100 Wirausaha Sosial di Indonesia, dan metransformasi 100 pengusaha.

“Gerakan ini saya dan tim buat, karena kami yakin satu teladan lebih baik dari 1000 ucapan, karena indah bukan pada kata, tapi pada karya. Suatu saat bangsa ini akan menyadari, bahwa kami adalah orang yang dinanti-nanti,“ jelas Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang berpredikat Cumlaude dengan IPK 3,69 ini.

Dr. Gamal biasa menyebarkan inspirasi-insporasi mellaui quote-quote indah bagi para poengikutnya di media social. Selain itu, informasi seminar atau kegiatan lain yang akan dihadiri dr. gamal juga biasa diupdate via Facebook di Gamal Albinsaid, Twitter di @Gamal_Albinsaid, Instagram di @gamalalbinsaid, dan website resmi Indonesia Media di www.indonesiamedika.com. (fau/dbs)

 

 

 

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top