Kesebelasan Gen Halilintar, Sekeluarga Genggam Dunia

Jakarta, (gomuslim). Banyak anak banyak rezeki. Pepatah lama ini mungkin sudah jarang yang percaya dan mengamalkannya. Apalagi, para keluarga, dalam hal ini suami dan istri lebih sering menggunakkan program Keluarga Berencana untuk ‘menunda’ dan meminimalisasi jumlah kelahiran anak. Ada yang menjawab dengan alasan karena saat ini apa-apa mahal, semua butuh makan, butuh pendidikan, dan butuh biaya-biaya lain yang makin tinggi. Ada juga yang menampik dan percaya, bahwa setiap anak itu sudah ada rezekinya masing-masing.

Banyak anak, mengapa tidak?

Seperti yang dilakukan pasangan suami istri ini, mereka bahkan sering membawa rombongan untuk jalan-jalan keluar negeri. Rombongan itu adalah 11 anak mereka sendiri. Lalu, apa yang terjadi jika seorang ibu melahirkan 11 anak dan bagaimana cara seorang ayah mendidik 11 orang anaknya dengan baik, sehingga bisa mempunyai bisnis dan keliling dunia bersama-sama?

Adalah Kesebelasan Gen Halilintar, nama atau julukan sebuah keluarga muslim Indonesia yang unik dan  inspiratif. Setahun terakhir ini, mereka banyak dibicarakan dan diundang oleh berbagai media, kampus, pengajian, dan instansi-instansi untuk melakukan talkshow. Pada forum-forum itu, mereka biasa bercerita tentang kehidupan keluarga mereka, bagaimana sang Ibu melahirkan 11 anak, kisah sang ayah yang mendidik anak-anaknya untuk menjalani bisnis dan tugas masing-masing di rumah. Cerita kehidupan mereka pun menjadi inspitarif, khususnya bagi para keluarga muslim dalam hal mendidik anak.

Pada Jumat (27/03/2016), saat gomuslim menghadiri acara Gebyar Muslimah 2016 di STEI SEBI Depok, Keluarga Gen Halilintar hadir untuk memberikan talkshow bertema Perempuan Pendobrak Peradaban. Saat itu, sang Ibu, Lenggogeni Faruk atau yang akrab disapa Ibu Gen hadir bersama 11 anaknya untuk bercerita tentang Gen Halilintar. Meski tak didampingi sang suami  Halilintar Anofial Asmid (ayah Gen Halilintar), mereka terlihat kompak dan ceria di atas panggung.

Keluarga kompak ini beranggotakan 6 orang anak laki-laki, 5 anak perempuan. Mereka adalah  Muhammad Attamimi Halilintar (Atta), Sohwa Mutamima Halilintar (Sohwa), Sajidah Mutamimah Halilintar (Sajidah), Muhammad Thariq Halilintar (Thariq), Abqariyyah Mutammimah Halilintar (Abqariyyah), M. Saaih Halilintar (Saaih), Siti Fatimah Halilintar (Fatim), M. Al Fateh Halilintar (Fateh), M. Muntazar Halilintar (Muntaz), Siti Saleha Halilintar (Saleha), dan M. Shalaheddien El-Qahtan Halilintar (Qahtan).

Geni bercerita,  mereka telah berkeliling dunia sejak tahun 1993 saat awal-awal pernikahan. Anak tertuanya kini berusia 22 tahun, sementara si bungsu berusia 4 tahun. "Saya dan suami memutuskan untuk menikah muda dan harus rela melepaskan ikatan dengan promotor penyedia beasiswa kami saat kuliah di Universitas Indonesia. Tapi, Alhamdulillah, karena niat baik, ada saja jalannya. Sejak saat itu, kami hidup berdua secara mandiri tanpa campur tangan orang tua, bahkan bisa travelling ke luar negeri,” jelas Geni di hadapan peserta seminar Gebyar Muslimah saat itu.

Bahkan saat hamil pun, Geni tetap melakukan perjalanan di dalam maupun luar negeri. Negara pertama yang disinggahi adalah Malaysia. Sebagian anaknya lahir di luar negeri, seperti Thariq Halilintar yang lahir di Brunei Darussalam, Abqarriyah lahir saat transit di Jordania, Saaih lahir saat singgah di Pulau Labuhan Malaysia, dan Fateh lahir di Kualalumpur.

Sejak menikah, Gen Halilintar mulai menjalankan bisnis. Berbagai negara mereka singgahi. Bahkan menurutnya, hampir mencapai seratus negara, lima benua. Di Perancis, mereka membuka butik dan kafe, di Australia ada usaha peternakan kambing yang luasnya setara  kompleks Universitas Indonesia.

Mendidik Karakter Anak dalam Keluarga

Dalam website pribadi mereka, Gen Halilintar menjelaskan dengan detail siapa mereka dengan kata-kata berikut ini:

Ibarat sebuah kesebelasan, perlu kapten sebagai leader yang memimpin di lapangan hijau, ada deadly striker, midfielder yang kreatif, winger yang gesit, defender yang kuat, dan goalkeeper yang tangkas.

Kesebelasan yang berjaya bukan sekadar menjadi pemenang dalam kompetisi serta berhasil merebut piala dan uang, tetapi bermain sebagai team dan setiap pemainnya berkarakter sportif itulah yang lebih menawan, yang bermain secara seni hingga menjadi world class champion.

Begitu pula dengan pasangan Halilintar Asmid dan Lenggogeni Faruk yang berusaha untuk membina sebuah generasi dimulai dari pembentukan team dalam keluarganya yang dinamakan Kesebelasan Gen Halilintar.

Kesebelasan Gen Halilintar adalah 11 orang bersaudara kandung yang penuh dengan inisiatif dan kreatifitas dalam bertindak dan berkarya, mandiri, berkasih sayang, serta saling bekerjasama ibarat sebuah kesebelasan yang bermain dengan seni serta tangguh dan solid.

Kesebelasan Gen Halilintar selalu bekerjasama sebagai sebuah 'team' tanpa baby sitter, pembantu, maupun asisten lain, mengatur rumah ibarat sebuah hotel yang ada room service, house keeping, kichen, laundry, dan sebagainya.

Tidak hanya di dalam rumah, Kesebelasan Gen Halilintar bahkan sudah meneruskan perniagaan orang tua, mulai dari penjualan gadget, fashion wear, jual beli mobil, online market, sampai tour operator yang sedang terus berkembang.

Kemauan belajar Kesebelasan Gen Halilintar sangat tinggi, sehingga tidak cukup sekedar regular school, ada homeschooling, ditambah lagi dengan School of Mind, yang kelas mereka luas tak terbatas, sampai kuliah di mancanegara plus mengikuti orang tua traveling around the world.

Dari kalimat-kalimat tersebut, Gen dan suami memang mendidik anak-anak mereka untuk mandiri sejak kecil. Ada yang bertugas sebagai leader, chef, fashion, presenter, laundry, house keeper, sampai teknisi pun mereka handle bersama-sama sebagaimana sebuah tim, tanpa pembantu rumah.

Perihal  pendidikan bagi anak, Gen Halilintar memliki metode sendiri. Beberapa anak diantaranya memang mengenyam pendidikan formal setingkat SMP. Tetapi sebagian besar diterapkan pendidikan homeschooling plus. Anak-anak tetap diharuskan belajar selama dalam perjalanan bisnis kemana pun, seminggu penuh. Menurut Gen, memberi pelajaran saat di dalam mobil lebih mudah diserap dan lebih fokus. Bukan hanya soal akademis, tapi juga non-akademis, dan bisnis.

Hasilnya, anak pertama mereka, Atta sejak SD sudah bisa berdagang kerajinan, pop corn dan sandwich yang dijual kepada teman-temannya di sekolah. Saat kelas 5 bisa membantu ayahnya memasarkan produk provider komunikasi. Bahkan, pada  usia 12 tahun berjualan gadget secara online. Tahun berikutnya jual-beli mobil, sampai-sampai konsumen tidak percaya kalau yang menawarkan mobil kepadanya adalah anak usia 13 tahun. Kini Atta juga mempunyai usaha operator tour dan aktif di GenH Media yang menerbitkan buku-buku mereka. Terlebih, anak kedua Gen Halilintar, Shohwa memiliki usaha bidang fashion dan usaha kuliner. Ide usaha tersebut muncul selama melakukan perjalanan.

Keluarga Gen Halilintar tinggal di rumah besar bertingkat tiga di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Rumah terdiri banyak kamar, ruangan untuk gudang dan tempat menjalankan bisnis. Ruang keluarga dijadikan multi fungsi, selain tempat bercengkerama, dipakai untuk makan bersama,  shalat berjamaah, dan sebagai 'laboratorium ' untuk belajar bisnis atau tempat pelatihan kerja. Setiap petang, jika sedang di Indonesia, ruangan itu digunakan shalat magrib berjamaah, dilanjutkan tadarus Alquran, sehingga suara orang mengaji terdengar ramai di sana.Dalam keseharian perilaku anak sangat menghormati orang tua mereka, sesama anak sopan dalam berbicara, dari yang tua kepada yang lebih muda.begitu juga diterapkan pada pembagian tugas masing-masing individu.

Bisnis, Keliling Dunia, dan Jadi Pembicara

Geni juga bercerita, masa-masa perjalanan keliling dunia dia habiskan dalam keadaan mengandung atau menyusui. Tak heran, jarak antara anak rata-rata hanya setahun atau dua tahun. Walau begitu, ia berhasil menyusui secara eksklusif untuk ke-11 anaknya. Katanya, menjadi seorang perempuan itu harus kuat dan cerdas, karena perempuan yang menjadi madrasah pertama dari pembentukan karakter anak-anak kita kelak.

“Sebagai seorang Muslimah kita mempunyai tiga peran yang penting bagi umat ini, yaitu peran sebagai individu dengan harus berjuang sendiri, sebagai seorang istri jika sudah menikah, dan selanjutnya sebagai seorang ibu bagi anak-anak kita. Ketiga peran itu bisa menjadi ladang amal kita di dunia dan di akhirat kalau kita bisa menjalaninya dengan baik. Caranya adalah dengan terlebih dulu dekat dengan Allah, setelah itu maka semua akan Dia permudah, Insya Allah,” jelas Ibu Gen, penulis buku Gen Halilintar: My Family My Team ini.

Selain traveling ke banyak negara, mereka juga berniaga selama di perjalanan. Pasutri Gen dan Halilintar mengajarkan anak-anak mereka untuk meneruskan bisnis.  Mereka semua berdagang.

“Saya ingin anak-anak tumbuh kreatif dan melakukan perjalanan ke berbagai negara untuk menambah ilmu. Bukan sekadar banyak-banyakan sudah berapa negara yang dikunjungi, tetapi tiap pulang ada ilmu yang didapat," katanya.

Si sulung, Atta Halilintar, kini memiliki usaha tour operator. Sementara anak-anak lainnya ada yang memiliki usaha di bidang fashion, usaha kuliner, fotografi, dan lainnya.

Meluaskan Semangat Positif dalam Buku

Awal tahun 2015, keluarga ini menerbitkan buku berjudul Kesebelasan Gen Halilintar: My family My Team. Buku ini adalah hasil karya satu keluarga. Gen sebagai penulis, Sohwa menjadi editor, layout-nya dirancang Atta, Saaih dan Abqariyyah editor foto, dan penerbitnya pun dari GenH Media besutan Gen Halilintar sendiri. Buku ini pun mendapatkan respon yang baik dari masyarakat Indonesia, bahkan sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris untuk juga dijual saat mereka melakukan perjalanan ke luar negeri. Selain di toko-toko buku, karya Gen Halilintar ini juga bisa dibeli melalui akun-akun media sosial mereka.

 

Tahun 2016 ini, buku kedua terbit yang bercerita tentang perjalanan mereka selama di Uzbekistan dalam Kesebelasan Gen Halilintar: Uzbekistan Negara Sahabat. Mereka juga akan meluncurkan buku kelanjutan kisah inspiratif keluarga mengelilingi dunia dalam Malaysia My Second Home, dan KGH Around The World.

Tidak hanya itu, mulai Minggu (10/04/2016) keluarga ini akan hadir di salah satu program bertajuk Amazing Gen Halilintar di salah satu stasiun televisi. Kisah inspiratif dan kegiatan sehari-hari mereka bisa ditonton masyarakat Indonesia di televisi nasional. Karena sebelumnya, mereka hanya aktif di media sosial dan forum-forum offair saja. Masing-masing anak dari keluarga ini pun memiliki akun sosial media yang aktif dan banyak dibajiri para follower. Mereka biasa berbagi tentang kegiatan sehari-hari, produk karya-karya mereka, dan juga foto keliling dunia yang tak jarang juga dibanjiri komentar-komentar dari para penggemar. Official Social Media Gen Halilintar bisa ditengok di https://www.facebook.com/genhalilintarofficial/timeline, https://twitter.com/genhalilintar, dan https://instagram.com/genhalilintar/ atau di website resmi mereka yang juga berisi link dari produk-produk bisnis Gen Halilintar di http://www.genhalilintar.com/. (fau/genhofficial)


Komentar

  • Azka Maulida abidin

    27 Juli 2017

    Gen halilintar

    Hai gen halilintar aku suka banget sama gen Halilintar ai love you ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ gen halilintar


    Reply






















Tulis Komentar


Back to Top