Perempuan di Balik Suksesnya HijUp.com

Diajeng Lestari: Jangan Takut Berkarya, Percaya Dirilah Meski Berhijab

Jakarta, (gomuslim). “Selain beriman kepada Allah dan RasulNya, juga rukun iman yang lain, kita juga harus beriman kepada diri sendiri, yaitu percaya diri dalam kebaikan dan kebermanfaatan.”

Begitu yang disampaikan seorang perempuan yang telah mengembangkan e-commerce fashion muslim pertama di dunia ini dalam acara Hijab Day 2016 by Hijabers Community di Kota Kasablanka, Sabtu (9/04/2016). Perempuan hijaber satu ini memang kerap diundang menjadi pembicara untuk memberikan inspirasi dalam dunia bisnis, khususnya bagi muslimah Indonesia.

Adalah Diajeng Lestari, perempuan kelahiran Bekasi, 17 Januari 1986. Dia adalah CEO dari sebuah portal bisnis fashion muslimah yang sukses di Indonesia. Ajeng, begitu ia akrab disapa, mengaku sangat senang bisa berbagi bersama para muslimah yang hadir di acara tahunan Hijab Day saat itu untuk berbagi inspirasi dan motivasi pengalaman pribadinya membangun sebuah bisnis sambil berbagi peran menjadi Ibu dan Istri.

Mengembangkan Bisnis Fashion Muslim

Konsumen muslim, sebagai  pangsa pasar terbesar di Indonesia menjadi peluang pasar yang besar ini berhasil dibidik oleh Diajeng Lestari dengan mengembangkan market place bernama HijUp.com. Sejak tahun 2011, alumni Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia ini mengembangkan bisnis online ini mulai dari nol. Peluncuran HijUp.com dilakukan pada bulan Ramadhan 2011. Momen ini dirasa tepat oleh Ajeng karena para umat muslim sedang bersiap merayakan Idul Fitri dan biasanya mulai sibuk membeli baju-baju baru. Walaupun mereka tidak setiap hari memakai busana hijab, namun bulan Ramadhan merupakan bulan yang tepat untuk mempromosikan Hijup sebagai startup baru di bidang muslimah fashion.

Di awal Hijup mulai beroperasi, Ajeng hanya merekrut dua orang karyawan yang masing-masing bertugas sebagai admin gudang dan admin komputer. Malangnya, admin komputer hanya bertahan selama satu hari sebelum mengabarkan pengunduran dirinya via SMS kepada Ajeng. Hal tersebut sempat membuat Ajeng merasa putus asa. Namun tekad dan semangat yang kuat akhirnya menopang Ajeng untuk kembali percaya diri dan sungguh-sungguh dalam menjalankan bisnisnya. Rasa bangga dan excited pada hijab ditambah kerja keras menguatkan Ajeng untuk senantiasa tekun dalam mengelola market place ini.

HijUp.com yang merupakan singkatan dua kata, yaitu Hijab dan Up ini mulai berkembang pada pertengahan tahun 2014. Ajeng ingin membangkitkan lagi semangat (Up) berkarya muslimah Indonesia dengan fashion hijab. Saat itu, HijUp sudah memiliki puluhan karyawan yang menunjang kelancaran proses e-commerce mulai dari menangani komputerisasi, gudang, packing hingga masalah pemasaran dan keuangan. Untuk menjaga kesuksesan dan kualitas HijUp, Ajeng senantiasa menjalin komunikasi yang baik dengan para produsen yang menjadi supplier produk HijUp. Ajeng juga pernah menyelenggarakan pemilihan model hijab yang diberi nama Hijab Model Look. Kerja keras dan semangat yang dimiliki Diajeng Lestari akan menginspirasi anak-anak muda Indonesia untuk berkreasi dan membanggakan hijab.

Bahkan berkat kerja keras serta keyakinannya membesarkan bisnisnya tersebut, kini kesuksesan besar bisa dibilang telah direguk Ajeng. Kini brand usahanya tidak hanya dikenal di dalam negeri namun hingga ke luar negeri seperti negara tetangga Malaysia, Brunei bahkan hingga negeri Paman Sam Amerika. Sampai dengan awal 2015, sudah lebih 150 islamic fashion brand yang bergabung bersama HijUp.com. ditambah sebelumnya, di akhir tahun 2014, HijUp.com menerima penghargaan dari Youtube karena telah memiliki lebih dari 125.000 subscribers. Selain itu HijUp.com sudah dikunjungi oleh 1,6 juta unique visitors.

Ibu dan Istri Yang Inspiratif

“Alhamdulillah, kantor saya dekat dengan kantor suami. Jadi, kami bisa berangkat dan pulang kerja bersama, bahkan terkadang makan siang bersama. Karena itu, saya dan suami bisa saling bersinergi dan saling mendukung dalam kegiatan masing-masing,” jelas isteri dari Ahmad Zaky, CEO bukapalak.com, masih dalam sharing session di acara Hijab day 2016 saat itu.

Keputusan Ajeng untuk mulai berbisnis juga didukung oleh sang suami yang memiliki perusahaan IT di bidang website developer. Bersama dengan sang suami, Ajeng mulai menyusun konsep muslimah fashion yang dipadukan dengan konsep ecommerce. Saat itu, mereka merancang sebuah bisnis bersama sang suami tentu sangat seru dan menyenangkan. Kala itu Ajeng juga lebih leluasa untuk menuangkan gagasannya menjadi sebuah bisnis yang ia inginkan. Katanya, menjalankan bisnis startup itu seperti menikah, yaitu perlu komitmen dan partner yang baik. Ajeng  sudah menikah pada 2010 lalu dan sudah dikaruniai satu orang anak perempuan. Bersuami  seorang Achmad Zaky, founder dan CEO Bukalapak, membuat Ajeng sering  mengobrol dan sharing tentang banyak hal pada malam dan pagi hari. Dia mengatakan, yang terpenting adalah saling pengertian, saling memahami, dan saling mendukung dalam kehidupan keluarga.

Karena itu, Ajeng pun terbuka pikirannya untuk fokus menjadi seorang Ibu dan istri setelah akhirnya resign sebagai pegawai marketing research di sebuah perusahaan multinasional. Ia memikirkan kembali idealismenya untuk membuat sesuatu yang lebih berharga bagi masyarakat, ketimbang hanya menjadi seorang karyawati. Apalagi saat itu iapun sudah punya bayi perempuan yang cantik bernama Laiqa Anzani. Perannya sebagai seorang ibu juga menuntut Ajeng untuk selalu dekat dengan anak. Kesempatan inilah yang kemudian melahirkan HijUp.com, pilihan profesi yang dipilih Ajeng agar tetap fokus menjadi seorang Ibu dan Istri, tapi juga membawa impact besar bagi banyak orang.

“Seringkali kita temui ayat Alquran yang bersamaan dengan perintah Sholat, yaitu bersedekah. Ada juga perintah sholat yang dibarengi dengan perintah berzakat. Karena itu, menurut saya, sebagai makhluk Allah yang harus terus meningkatkan kesolehan pribadi, kita juga sejatinya meningkatkan kesolehan sosial. Jalan yang saya pilih untuk kesolehan sosial adalah dengan berwirausaha,” kata pemil;ik akun instagram @diajenglestari yang berfollower 30.000 orang ini.

Karena itu, kata Ajeng, Muslimah harus kuat dan tegar menjalani kehidupan. Jangan pernah menyerah dan takut menggapai mimpi, meskipun berhijab. (fau)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top