Archie Wirija

Sang Pianis Yang Cinta Alquran

Jakarta, (gomuslim). Sejak kecil dia sudah akrab dengan musik. Selain  menyanyi, dia pun mahir bermain alat music piano.  Kecintaannya pada music juga terlihat pada saat bersekolah di Al Izhar Pondok Labu, Jakarta Selatan. Di sana, pria kelahiran 8 Mei 1989 ini mulai menunjukkan eksistensi bermusiknya di hadapan teman-teman dan juga para guru. Sampai akhirnya, dalam lomba pembuatan Mars Al Izhar saat itu, dia berhasil menjadi juara dan lagu gubahannya pun  menjadi lagu resmi setelah Indonesia raya di sekolah tersebut.

Adalah Archie Wirija, seprang pianis muda berbakat Indonesia. Saat gomuslim bertamu ke rumahnya yang juga sebagai basecamp komunitas Quran Indonesia Project, buatan Archie bersama rekan-rekannya di bilangan Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (19/04/2016), dia banyak bercerita tentang music dan Alquran. Kata Archie, dia sejak kecil memang sudah menyukai music. Apalagi saat sekolah di Al Izhar, di sana ia sering menyelenggarakan pertunjukan music, seperti drama musical dan lainnya bersama teman-teman sekolah.

Dari sana, ketika akhirnya lulus dari Al Izhar, tempat belajar Archie sejak Taman Kanak-Kanak sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Dia memutuskan untuk kuliah di Universitas Pelita Harapan dengan mengambil jurusan sesuai pilihan hatinya, yaitu production management and performing arts.

Pengalaman dan kesempatan dalam  bermusik pun banyak ditemui Archie di langkah-langkah berikut saat ia terjun di sana. Saat itu, Archie pernah bekerja di salah satu label music terkemuka di Indonesia untuk menjadi Liasion Organizer (LO) beberapa musisi asing, seperri Craig David, dan lainnya. Archie juga didaulat menjadi pianis dari beberapa rekannya yang sekarang termasuk dalam deretan  musisi terkenal di Indonesia, sebut saja Raisa Andriana, Afghan Syahreza, Vidi Aldioano, dan grup musik RAN.

“Kalau melihat karir mereka sekarang, saya merasa bangga karena saya tahu persis bagaimana kisah perjuangan mereka dari awal dulu, “kata producer Quran Indonesia Project ini.

Selain itu, di masa akhir kuliahnya di kampus UPH, Archie berhasil membuat sebuah perunjukan music tunggal (Recital) yang mempersembahkan beberapa karya lagu gubahan tangannya sendiri yang bertepatan di hari ulang tahunnya, yaitu 8 Mei 2012. Lagu-lagu ciptaan Archie yang ia pertujukkan tersebut, di antaranya adalah I Have Found In You yang dinyanyikan bersama Raisa, Sang Batik Berbicara, Cita-Cita, 100 Years From Now, dan lainnya.

Ketika ditanya alasan tidak membuat album sendiri, Archie menjawab kalau dirinya mempunyai definisi sendiri dalam bermusik. Dia tidak ingin terikat dengan label musik, yang terkadang memiliki banyak aturan. Kata Archie, ia ingin dalam bermusik itu ada pesannya dan relatable bagi siapa saja yang mendengarkannya.

“Saya menyebutnya pesan musik, “ kata pemilik akun twitter @Archiewirija ini.

Lalu, apa yang menjadi alsan Archie seorang pianis dan musisi yang akrab dengan music bisa terpikir untuk membuat Quran Indonesia Project?

“Tahun 2013 lalu, saya berangkat ibadah umroh dan seperti merenungkan apa sih sebenarnya hidup ini? kemana akhirnya dan buat apa? Dari sana saya mulai kembali kepada Islam dan lebih rajin belajar agama,” jawab Archie.

Akhirnya, kata Archie, di masa belajar itu ia bertemu dengan satu ayat dalam Alquran dan lama merenungi isisnya. Aya tersebut adalah Surat Adz-zariyat ayat 56 tentang tugas hidup manusia

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku".

Dari sana, ia mulai merenungi lagi apa yang sudah ia kerjakan dalam hidupnya selama ini. dan selama belajar tersebut, Archie merasa kesulitan mendapatkan akses bacaan Alquran plus terjemahannya. Apalagi, katanya, jika mencari terjemahan Alquran dan bahasa Indonesia dan Inggris belum banyak yang membuat dalam bentuk audio. Begitu juga untuk akses di smartphone, yang lebih hits diisi dengan lagu-lagu barat. Akhirnya pada 2014 lalu, Archie pun mengajak  rekannya untuk membuat sebuah project merekam Alquran dalam tiga bahasa; Arab, Indonesia, dan Inggris.

Archie bersama dua rekannya Pasha Chrismansyah dan Narendra Pawaka yang mengambil jurusan sound design di kampus yang sama dengannya membuat Quran Indonesia Project yang resmi diluncurkan pada Ramadhan 2015 lalu. Archie bertindak sebagai produser, Pasha dan Eda, sapaan Narendra yang  mengerjakan editing.

Quran Indonesia Project (QIP), sebuah komunitas yang berisi anak-anak muda produktif yang merekam ayat-ayat Alquran dengan tiga bahasa, yaitu Arab, Indonesia, dan Inggris. QIP mempunyai visi dan misi yang mulia, yaitu mereka ingin memudahkan akses terhadap Alquran beserta terjemahannya kepada masyarakat luas, khususnya para anak muda produktif yang berkegiatan dinamis, sehingga mendengarkan Alquran bisa mudah di mana saja dan kapan saja.

QIP ini terus berkembang sampai sekarang. Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah kontributor yang ikut melakukan rekaman Bacaan Quran 3 bahasa (Arab, Inggris, dan Indonesia). Awalnya, hanya ada sekitar 150 orang dan terus bertambah. Mereka berasal dari berbagai kalangan, di antaranya; penyanyi seperti  Afghan Syahreza dan Raisa Andriana. Juga aktor film Kalam Kalam Langit Dimas Seto dan aktris Acha Septriasa. Selain itu masih banyak pesohor tanah air lainnya. Masyarakat bisa dengan mudah mendownload dan mendengarkan langsung ayah-ayat Alquran yang sudah direkam melalui website resmi QIP di http://quranindonesiaproject.com. (fau)


Komentar

  • Handini

    28 April 2016

    selamat

    Semoga suksess ya mas Archi karirnyaa n Quran indonesia projectnyaa... gomuslim jg sukses....


    Reply






















Tulis Komentar


Back to Top