Bobby Heri Wibowo

Ustad Dadakan Yang Menjadi Ustad Sungguhan

Jakarta, (gomuslim). Siapa yang tak kenal Ustad Bobby? Ayah dari tiga anak yang telah malang-melintang di dunia dakwah Islamiyah Indonesia sekaligus penemu dan trainer dari Kauny Quantum Memory (KQM), yakni pada tahun 2011, yang memadukan keseimbangan otak kiri dan kanan dalam menghafal Al-Qur’an.

Pria kelahiran Jakarta berusia 39 tahun yang dahulu menyelesaikan pendidikan tingginya di Fakultas Syariah Islamiyah, Universitas Al-Azhar, Cairo, tercatat pernah (ada juga yang masih berjalan) beberapa kali menduduki posisi penting di sebuah perusahaan ternama antara lain sebagai Dewan Syari'ah Aksi Cepat Tanggap (ACT), Dewan Pengawas Syariah Baznas Dompet Dhuafa Republika, Pendiri/Pemilik/Direktur CV KUWAIS Media Kreasindo; Jakarta (Lembaga Dakwah dan Penerjemah Bahasa Arab), Direktur Program dan Pembimbing Haji & Umrah DD Travel, Life Sharer "School of Life" bersama Bayu Gawtama, serta sebagai Trainer Zakat; infaq; Shadaqah; dan Wakaf Syariah.

Selain itu, Ustadz Bobby juga pernah menjadi narasumber di berbagai event dan acara keagamaan di seluruh Indonesia, serta narasumber di beberapa media elektronik (Trijaya Networks, SK, Delta FM, Pro 2 FM, lndosiar; "Sahur di Istana BBM Ramadhan 1426H" dan "Belaiar dari Kisah" Mulai Maret 2007, JAKTV; "Jentera Ramadhan 1426H", RCTI; "Visi Zakat".

Adapun karya tulis yang sudah dipublikasikan antara lain dimuat di Harian Republika, Majalah Hidayah, serta buku "Meraih Rezeki tak Terduga 2006, QultumMedia.

Ustad yang pernah tidak lolos UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri) ini, sejak kecil memang sudah diarahkan oleh ayahnya untuk menjadi muballigh, berbeda dengan saudara-saudaranya yang sangat menghindari profesi muballigh. Terlebih ketika ustad Bobby pulang dari pondokan, ekspektasi masyarakat terhadapnya begitu tinggi. Akan tetapi, dari sanalah cikal bakal ustad Bobby diberikan kepercayaan untuk berbagi cerita dan ilmu agamanya. Terlebih sepulangnya dari Mesir.

Ceritanya, tiga bulan setelah ustadz Bobby memutuskan masuk pesantren, ia (kebetulan) pulang ke rumah. Ia pun tidak bisa mengelak ketika ia didaulat untuk berceramah, padahal saat itu ustadz Bobby mengaku belum tahu apa-apa. Ketika itu, ada seorang nenek (tetangganya) yang hendak naik haji. Ketika itu ia kebetulan baru saja pulang, dan tiba-tiba didaulat untuk berceramah di depan umum tentang ibadah haji. Padahal, ilmunya tentang haji belum cukup bahkan ia belum tahu bagaimana cara melaksanakan haji karena ia belum pernah naik haji. Jadi, ia grogi sewaktu memegang mic.

Setelah itu, jalan semakin terang baginya untuk mengantarkannya menjadi mubaligh. Pasalnya, sejak itu, setiap kali pulang ke rumah, ustadz Bobby selalu didaulat untuk berceramah. Bahkan orangtua ustadz Bobby sendiri selalu memberi kesempatan berceramah dalam setiap acara atau event-event apa pun. Tak salah, jika pengalaman pertama itu terus terkenang, juga kesempatan yang diberikan oleh orangtuanya pada akhirnya mengantarkan ustadz Bobby jadi terbiasa berbiacara di depan umum untuk mengisi pengajian atau tausiyah.

Kini, selain aktif mengisi kajian dan undangan di kantor-kantor, sekolah-sekolah, kampus-kampus, hingga majelis-majelis ta’lim yang ada di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia, beliau juga acapkali tampil di stasiun televisi, seperti metrotv dan staisun tv lainnya. Kemudian, beliau juga disibukan dengan training metode menghafal Al-Qur’an semudah tersenyum serta mengasuh dan membimbing santri-santri di Ma’had Tahfizul Qur’an Askar Kauny, Pabuaran, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top