Ustadz Erick Yusuf: Untuk Generasi Baru, Bangun Pesantren Kreatif i-HAQi

(gomuslim). Banyak cara dan kegiatan yang bisa setiap muslim pilih untuk berdakwah menyebarkan kebaikan-kebaikan yang sesuai Alquran dan Hadits. Salah satunya seperti yang sering dilihat di pengajian-pengajian dan khutbah-khutbah, yaitu berbicara di depan umum menyebarkan nilai Islam melalui pidato dan tausiyah. Tapi, Ustadz yang satu ini selain berdakwah dengan cara mainstream tersebut, juga melakukan dakwah dengan gaya anak muda, yaitu memanfaatkan media sosial sebagai media dakwah menyebarkan kebaikan lewat karya-karya digital di media sosial untuk bidik minat  anak muda terhadap Islam.

 

Ustadz Erick Yusuf atau yang sering dikenal dengan Kang Erick Yusuf yang mendidrikan sebuah lembaga dakwah bernama iHAQi. Seperti namanya, lembaga ini bertujuan untuk menegakkan agama Islam yang HAQ (yang benar) dengan cara-cara yang kreatif. Kepada gomuslim, Ustadz asal Bandung Jawa Barat ini bercerita bahwa pendirian iHAQi adalah untuk sebuah wadah dakwah yang terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung, yang punya visi dan misi yang sama, yang selalu mengambil intisari dari kebaikan dan memolesnya dengan baik dan rasa kasih sayang. Cara-cara syiarnya pun beragam, tidak hanya bertausiyah di atas mimbar di depan para jamaah, tapi iHAQi juga membidik anak muda dengan beragam kegiatan, seperti  training multimedia, pembuatan t-shirt dakwah, program-program di  car free day, dakwah on the street, urban care, youth spirit dan lainnya. Ini lebih mirip dengan lembaga pesantren atau lebih dari itu karena bahkan dapat bekerja di wilayah paling dapat saat ini, yaitu di dunia maya.

“Lewat lembaga ini, saya ingin menunjukkan bahwa  agama itu terlihat indah, masuk ke dalam lifestyle kekiknian dengan nilai-nilai yang menyenangkan. Kenapa harus begini, karena masih banyak orang yang menilai bahwa agama itu menyulitkan, membebani,  yang gak asik, kuno dan lainnya. Semoga kita dapat tujuan utamanya, yaitu sharing atau syiar bagaimana menegakkan HAQ dengan cara-cara kreatif, “ jelas pemilik akun Twitter @erickyusuf ini.

Selain lembaga dakwah digital iHAQi, Kang Erick Yusuf juga mendirikan sebuah Pondok Pesantren Digital bernama SMP Kreatif iHAQi di kawasan Cidadap, Bandung Jawa Barat. Pesantren ini didesain berbeda dengan pondok pesantren kebanyakan. Selain kurikulum pesantren seperti kelas pengajian Alquran dan tahfidz, para santri yang setingkat sekolah menengah pertama ini juga diberi wawasan tentang bagaimana ilmu-ilmu pendukung, seperti broadcasting, public speaking, editing digital media, dan lainnya demi mempersiapkan mereka untuk terjun dakwah via digital media kepada masyarakat.

“Konsep pengajarnya  itu semua tingkat S2 (magister), seperti di universitas dan  ada juga yang kandidat doktor. Jadi pesantren ini memang disiapkan untuk menjadi bibit umat menjawab tantangan masa depan anak muda yang  diasah jadi paripurna yang paham agama tapi juga mampu bersaing dengan dunia luar, “ tambah Pembina Pondok SMP Kreatif iHAQi ini.

Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap generasi muda, Ustaz Erick pun mengagas event dan gerakan yang bernama Youth Spirit. Program ini menjadi wadah untuk menampung karya-karya anak muda yang kreatif berupa gerakan semangat muda sebagai renkarnasi pemuda. Sekarang ini banyak berita yang negatif dan  mau mengajak anak muda untuk lebih kreatif lewat wadah ini. Program ini berisi kampanye terkait hidup sehat jauh dari perbuatan menyimpang yang pelaksanaannya dengan cara lomba karya, seperti film pendek, stand up comedy, cerita pendek, dan lainnya. Untuk mengembangkan program ini, Ustaz Erick tidak sendiri, ia melibatkan para artis yang bergabug dan membantu program tersebut di antaranya Armand Maulana, Prisia Nasution, Eddies adelia, Sarah Vi, Helvy Tiana Rosa dan masih banyak lagi.

“Youth Spirit movement masih berlangsung sampai saat ini. Insya Allah bulan Agustus ini akan dimulai kegiatan baru lagi pasca libur ramadhan dan Idul Fitri dengan workshop-workshop  yang sedang kami persiapkan. Jika anak-anak muda tertarik, silahkan bergabung untuk berdakwah sambil berkarya bersama, cari tahu di akun twitter @youthspiritid, “ jelas Ustadz Erick.

Ketika ditanya mengapa ia mengambil jalan dakwah seperti ini, Ustadz Erick menyanggah bahwa Da’i itu adalah profesi. Katanya, Da’i itu adalah seorang penyeru yang mengajak seseorang untuk ikut dalam kebaikan. Kegiatan menyeru kepada kebaikan ini bisa dilakukan siapa saja dari berbagai profesi, kalau seorang hakim berdakwah dengan menegakkan kebenaran melalui palunya, seniman berdakwah dengan karyanya, seorang penulis dengan tulisannya, dan masih banyak yang lainnya.

“Saya menjadi bagian dari para penyeru ini karena memang ingin menyerukan kebaikan, mensyiarkan AlHAQ dan memperlihatkan keindahan Islam kepada semua orang, “ tambahnya.

Terakhir, untuk memotivasi para anak muda, Ustadz Erick memberikan sebuah nasihat, yaitu sebaiknya anak muda tidak membuang-buang waktu dan kesempatan, juga harus menjauhi hal-hal buruk agar tidak menyesal. Tambah Ustadz Erick, agar termasuk golongan yang mendapat pertolongan Allah di hari akhir, hati anak muda yang terpaut pada masjid, yaitu mereka yang menegakkan agama Allah.

“Ibarat matahari itu, anak muda ada di jam 12 siang saat sedang panas-panasnya dan bergairah banyak tenaga. Karena itu jauhi hal-hal buruk agar tidak menyesal. Intinya, ingat lima sebelum lima: ingat muda sebelum tua, ingat sehat sebelum sakit, ingat lapang sebelum sempit, ingat kaya sebelum miskin, dan ingat hidup sebelum mati. Karena anak muda adalah harapan agama dan bangsa, maka dari itu mumpung masih muda mari fastabiqul khoirot, berlomba-lomba dalam kebaikan, “ ajak Ustadz Erick mengakhiri wawancara di sela kegiatan dakwahnya bersama Remaja Islam Sunda Kelapa (Riska) di Masjid Agung Sunda Kelapa Menteng Jakarta Pusat, pekan lalu. (fau)

  

 

 

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top