Ketua Umum Remaja Islam Masjid Sunda Kelapa (RISKA)

Rizki Syafitri Jadikan Masjid Rumah Kedua

(gomuslim). Berawal dari kelompok belajar bersama teman-temannya, muslimah asal Jakarta Pusat ini diajak mereka untuk ikut sebuah organisasi kepemudaan. Saat itu, ia sedikit mengacuhkan ajakan temannya tersebut, karena organisasi yang ingin mereka ikuti adalah organisasi Remaja Masjid. Dia merasa sedikit takut ikut organisasi itu, jika tidak sesuai dengan visi-misinya. Setelah dijelaskan tentang organisasi tersebut, akhirnya ia pun mengiyakan ajakan temannya untuk join di Remaja Islam Masjid Sunda Kelapa (RISKA).

Bergabung sejak tahun 2010, kini ia sama sekali tidak menyesali keputusannya ikut organiasi kepemudaan Islam tersebut. Bahkan, ia mengaku banyak pengalaman dan ilmu yang ia dapat melalui kegiatan-kegiatan bersama Remaja Masjid. Muslimah ini adalah Rizki Syafitri, atau yang akrab disapa Kisyaf, bercerita kepada gomuslim di sela-sela kesibukannya bekerja bahwa RISKA adalah sebuah organisasi Remaja Masjid yang berbeda dari yang lain, yaitu tidak hanya identik dengan pengajian, tapi juga kegiatan minat dan bakat, serta aksi sosial yang lainnya.

“Awalnya saya ingin mengisi waktu setelah lulus kuliah untuk aktif berorganisasi dan akhirnya bertemu dengan RISKA. Alhamdulillah saya merasa di Remaja Masjid ini kami menghargai berbagai perbedaan yang ada, tidak banyak menuntut setiap anggotanya. Intinya, RISKA ini organisasi Remaja Masjid yang tidak hanya mengaji, tapi juga peduli sosial, mengembangkan minat dan bakat, dan hal-hal positif lainnya, “ jelas Clinical Application Specialist di sebuah perusahaan swasta bidang kesehatan di kawasan Jakarta Selatan ini. 

Saat pertama kali bergabung, Kisyaf ikut di salah satu kegiatan RISKA, yaitu Studi Dasar Terpadu Nilai Islam (SDTNI) selama enam bulan. Setelah itu, ia aktif di kegiatan-kegiatan RISKA yang lain dan pernah menjabat beberapa jabatan kepengurusan organisasi RISKA, seperti Ketua Program Riska Peduli dan Ketua Bidang III (bidang sosial RISKA). Kini, setelah hampir enam tahun berorganisasi dengan RISKA, Kisyaf terpilih menjadi Ketua Umum RISKA untuk periode tahun 2015 sampai tahun 2016.

Kata Kisyaf, aktif berorganisasi bersama Remaja Masjid menjadikannya pribadi yang lebih optimis dan lebih menghargai sesama, karena selain aktif melakukan kegiatan ke-Islaman, RISKA juga menggelar berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan bakti sosial yang membuat RISKA bisa menyampaikan nilai-nilai Islam tidak hanya lewat pengajian saja.

“Misi utama saya sebagai Ketua RISKA adalah ingin menjadikan Masjid sebagai rumah kedua. Karena itu, ketika para anggota nyaman berorganisasi di RISKA, maka mereka juga akan nyaman menjalankan kegiatan-kegiatan dan membangun organisasi ini dengan baik, “ pungkasnya.

Dalam rekrutmen organisasi, RISKA memiliki beberapa tahapan di antaranya saat awal pendaftaran, mereka akan dibagi sesuai program minat dan bakat selama enam bulan. Program minat dan bakat RISKA di antaranya adalah Studi Dasar Terpadu Nilai Islam (SDTNI), Studi Dasar Islam Siswa (SDIS), Belajar Mahir Membaca Alquran (BMAQ), Sister Club, Vocal Class, Fotografi, dan Beladiri Muslim Thifan Pokhan. Setelah itu mereka akan melalui tahapan jenjang karir berupa basic training, magang ke departemen-departemen yang ada di kepengurusan dan event-event rutin RISKA. Selanjutnya ada intermediate training jika mereka mau berkomitmen masuk dalam kepengurusan.

Untuk itu, lanjut Kisyaf, RISKA tidak memihak atau mengkotak-kotakkan siapa saja yang mau bergabung di organisasi ini. Pasalnya, anggota RISKA memang berasal dari berbagai latar belakang, 30 % mahasiswa dan sisanya adalah para pekerja dengan rentang usia dari 16 sampai 26 tahun. Mereka aktif di organisasi RISKA setiap akhir pekan dan terkadang harus rela membagi waktu dengan kuliah dan juga pekerjaan untuk mengurus organisasi.

“Kalau sudah berkomitmen, Insya Allah tidak ada yang berat menjalani kegiatan-kegiatan yang ada di RISKA. Kalau saya menganggap ini lebih kepada amanah yang telah Allah berikan kepada saya untuk berguna bagi banyak orang, “ ungkap Alumni Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia ini.

Selain itu, kata Kisyaf, sebagai ketua Umum RISKA dirinya juga merasakan suka duka selama membina komunitas ini. Apalagi anak muda sekarang jarang yang mau ikut pengajian dan jarang yang mau aktif di Masjid. Untuk itu, kata Kisyaf, RISKA tidak hanya melulu tentang pengajian, tapi juga kegiatan lain yang bisa menarik minat anak muda agar mau ke masjid dan menyisipkan nilai-nilai Islam lewat kegiatan-kegiatan tersebut.

Seperti baru-baru, RISKA menggelar acara traveling sambil beramal bertajuk Ecosynergy: Act, Share, and Learn pada Sabtu dan Minggu (20-21/08/2016) di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. Acara ini adalah penanaman sejumlah 1.437 bibit pohon mangrove,  kampanye peduli lingkungan melalui semi melukis dan mural (melukis di dinding) bersama para murid Sekolah Dasar Satu Atap Pulau Harapan dan mentoring pengetahuan tentang pengolahan sampah kepada anak-anak pulau tersebut. Kegiatan sosial Ecosynergy pun ditambah dengan kegiatan travelling wisata alam, yaitu berkunjung ke Taman Bioata Laut pengangkaran penyu dan menikmati keindahan bawah laut lewat kegiatan snorkeling pada hari berikutnya. Karena itu, kegiatan Ecosynergy oleh Riska ini menjadi lengkap dan berkesan bagi para peserta sebagai; traveling seru sambil beramal.

Selain kegiatan tersebut, RISKA juga mempunyai kegiatan rutin berupa Pengajian Akhir Pekan RISKA (PARIS) dan My Night RISKA berupa malam minggu bersama di Masjid Agung Sunda Kelapa yang berlangsung dengan mengundang pembicara dan workshop sesuai tema setiap dua bulan sekali di Masjid Agung Sunda Kepala, Jakarta Pusat.

“Saya mengajak anak muda muslim khususnya di Jabodetabek untuk join di RISKA. Karena dengan memakmurkan Masjid dan kita anak muda muslim yang baik akan menjadi tonggak peradaban kepemimpinan Indonesia yang lebih baik di masa depan. Karena kalau bukan kita siapa lagi, “ ajak Kisyaf.

Saat ini RISKA sedang membuka pendaftaran anggota baru sampai (4/09/2016) mendatang dengan pilihan tujuh program minat dan bakat. Pendaftaran lebih lanjut bisa diakses melalui website resmi RISKA di www.riska.or.id. (fau)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top