Pernah Bermimpi Jadi Vokalis Band, Kini Ressa Rere Mantab Berhijrah Lewat Film dan Tausiyah

“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (QS. An Nur:26)

(gomuslim). Satu ayat dalam Surat yang memiliki arti ‘Cahaya’ tersebut membuat seorang muslimah asal Cirebon ini berpacu diri untuk menjadi lebih baik setiap harinya. Dikenal sebagai seorang pemain film religi garapan Beda Sinema Pictures yang berjudul Tausiyah Cinta, dia merasa mengenal Islam bisa dilakukan dengan baik jika ditemani oleh teman-teman yang mau merangkul dan membimbingnya ke jalan hijrah. Karena katanya, dengan menjadi muslimah yang baik, maka jodoh, teman, rezeki dan yang lainnya juga akan baik di jalan Allah. Tapi, di sisi lain, sebelum hijrah menjadi muslimah yang kini banyak diundang untuk mengisi tausiyah di beberapa acara tersebut juga memiliki kisah jatuh bangun dalam perjalanan hijrahnya tersebut.

Bernama lengkap Ressa Marheni, muslimah berhijab syar'i yang lahir pada 23 Februari 1992 ini pertama dikenal masyarakat sebagai pemeran utama tokoh Kareina Zahra (Rein) dalam film Tausiyah Cinta. Pada film tersebut tokoh yang diperankan Rere adalah gadis yang lembut, ramah, murah senyum, energik, gaul, dan jago ‘ngebut’ dengan motor gede, sangat suka membaca buku dan membuat puisi. Seorang muslimah yang terus berproses, dari belum mengetahui banyak tentang agama kemudian dia mulai paham ketika mengikuti pengajian (Halaqoh), Rein mulai mengerti posisinya sebagai muslimah sejati.

Dalam film yang diproduseri oleh Suwandi Basyir dan Sutradara oleh Humar Hadi ini, Rere, begitu ia akrab disapa mengaku tidak sengaja bisa ikut andil dalam dunia seni peran. Karena, Rere tidak tertarik dengan dunia seni peran dan benar-benar tidak memiliki ilmu tentang itu. Kepada gomuslim Rere bercerita, dulu saat di bangku sekolah ia adalah seorang vokalis band.

“Sebelum hijrah, saya ini adalah anak band. Waktu itu saya pernah ikut audisi ke mana-mana bersama teman-teman band dan gagal. Padahal waktu itu saya bermimpi ingin menjadi seorang penyanyi, “ ungkap mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam di salah satu Sekolah Tinggi swasta Jakarta ini.

Rupanya Allah berkendak lain, Allah tidak memudahkan jalan yang ia tempuh. Ikut audisi sana-sini dan sempat menang di beberapa event kecil antar sekolah, namun ketika tawaran sebuah recording datang, semuanya tidak berjalan lancar. Setelah itu, Rere mengatakan dirinya dipertemukan dengan teman-teman muslimah yang mau menuntunnya ke jalan yang lebih baik untuk mengenal Islam dan hijrah menutup aurat.

“Alhamdulillah, teman-teman saya itu muslimah yang sholihah. Karena mereka mau menerima saya yang masih belum paham Islam, membimbing, merangkul, dan menggandeng tangan saya untuk berhijrah. Hal itu membuat saya makin mantab berhijrah sampai akhirnya ikut casting di film religi Tausiyah Cinta. Saya merasa ketika kita meninggalkan sesuatu karena Allah, maka insya Allah akan Dia gantikan dengan sesuatu yang lebih baik lagi dengan caraNya“ pungkas Rere.

Selain itu, muslimah penyuka warna pink ini merasa nyaman dan tentram karena di kelilingi oleh lingkungan yang positif yang membuatnya semakin mantab berhijrah di jalan dakwah Islam. Hal tersebut dilakukan Rere dengan aktif mengisi acara di beberapa acara kampus atau komunitas Islam dalam berbagi kisah hijrahnya. Tidak hanya itu, akun instagram Rere pun kini sudah memiliki sekitar 200 ribu follower. Karena itu, tak jarang, media sosial menjadi ranah Rere untuk berbagi kisah hikmah kepada para followernya.

“Sebenarnya, saya merasa masih kurang ilmu. Jadi hal-hal yang saya bagikan di media sosial adalah bagian dari berbagi kisah hikmah untuk belajar bersama-sama dan juga insyaAllah bisa menginspirasi dan memotivasi muslimah lain dalam berhijrah lewat foto-foto yang saya share, “ kata pemilik akun instagram @ressarere ini.

Menikah di Usia Muda

Pada usia 21 tahun, Rere memutuskan untuk menikah dengan Ryan Qari. Saat itu, Rere mengaku tidak mudah dalam mengambil keputusan untuk menikah. Karena dulunya, ia sempat berada di masa-masa penantian jodoh yang dibarengi dengan kegundahan masa menunggu tersebut. Tapi di sisi lain, Rere tersadar bahwa menikah itu bukan hanya urusan dunia, tapi juga untuk bekal di akhirat.

“Dulu saya juga pernah merasakan galau atau baper (bawa perasaan-red) dalam menanti jodoh. Karena saat itu saya hanya berusaha hijrah menjadi lebih baik di hadapan manusia, bukan di hadapan Allah. Setelah itu, saya memperbaiki diri dan terus mengisi hari dengan kegiatan positif sampai akhirnya saya bertemu dengan suami saya sekarang,” ungkapnya.

Kata Rere, menikah itu memang untuk menyempurnakan agama. Tapi di sisi lain, menikah adalah tanggung jawab menjadi seorang muslimah yang baik sebagai seorang istri dan juga sebagai seorang ibu, begitu juga bagi pihak laki-laki sebagi ayah dan sebagai suami. Karenanya, Rere merasa setelah menikah, ia tidak berhenti belajar, bahkan kini proses hijrahnya masih terus berlangsung tapi terasa berbeda karena kini ditemani seorang suami di sisinya.

Perjalanan hijrah yang tak mudah membuat Rere semakin bersemangat untuk memotivasi para muslimah di luar sana untuk senantiasa sabar dan semangat berjuang di jalan Allah SWT. Kini, selain aktif berdakwah di acara-acara seminar atau kegiatan lainnya, Rere dan suami menekuni dunia bisnis baju muslim bernama KagumIndonesia, berupa merek pakaian couple bagi pasangan muslim dan muslimah.

Tidak hanya itu, tahun ini Rere juga sedang kembali ikut andil dalam sebuah proyek film religi terbaru berjudul Mengejar Halal garapan Daqu Movie (Filmmaker Muslim) dan dalam proses menerbitkan buku karya perdananya.

“Sebenarnya saya sedang menulis tentang cerita hijrah saya. Tapi belum rampung dan mohon doanya agar segera selesai. Dulu pernah ada teman penulis yang menawarkan ingin membantu saya menuliskan buku tersebut, tapi saya menolak, karena saya ingin menuliskan cerita hijrah saya dalam bentuk novel yang saya tulis sendiri, “ kata Rere.

Terakhir, Rere juga berbagi tips kepada para muslimah di mana saja berada yang sedang dalam perjalanan hijrah untuk tetap istiqomah dan terus menggali potensi diri melakukan kegiatan-kegiatan postif untuk sekeliling mereka. “Jangan mudah baper dan galau, jika jomblo maka muslimah harus jadi jomblo yang berkilau.”

“Aku juga mohon doanya untuk keluarga kecilku, semoga Allah segera menghadiahkan keturunan untuk pernikahan saya dan sumai karena sudah tiga tahun menikah kami belum diamanahkan anak. Tapi di sisi lain, kami terus ikhtiar dan berpikir positif, mungkin Allah masih amanahkan kami untuk urusan yang lain, “ pungkas Rere mengakhiri wawancara siang itu. (fau)

 

 

 

 

 

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top