Tinggalkan Dunia Hiburan, Kini Dik Doank Sibuk Jadi Kekasih Allah

gomuslim.co.id- Keinginan kuat seorang Dik Doank untuk menjadi kekasih Allah, ditunjukan secara konkret pada perjalanan hidupnya sekarang. Kini, Dik Doank yang bernama asli Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denada Kusuma ini mengutamakan kegiatan yang menggugah hati untuk mencari keberkahan Allah. Seperti, beberapa waktu lalu, saat alumnus Institut Kesenian Jakarta ini menjadi pembicara pada acara ‘Ngobrol Bareng Dik Doank di Tepian Sungai Cisadane’ bersama para relawan Kotaku Tangerang, Banten.

Pemilik Kandank Jurank Doank—sebuah sekolah untuk anak-anak yang membutuhkan pendidikan layak ini, ketika berbagi caranya menggapai hidayah Allah sangat menyentuh hati. Sehingga, isi pesannya membekas dalam benak. Bahkan, suami dari Myrna Yuanita ini pun bukan kali ini saja menjadi pembicara yang berkaitan dengan penguatan ruhiyah. Ia seringkali menjadi pembicara pada acara serupa di berbagai daerah.  

“Saya meninggalkan dunia entertainment bukan karena saya enggak laku. Karena akhirnya saya menyadari sorot lampu dunia entertainment itu penuh kepalsuan, sedangkan saya mendambakan cahaya yang sebenarnya, cahaya di atas cahaya,” ungkap Ayah dari  Ratta Billa Baggi, Geddi Jaddi Membummi, dan Putti Kayya Hatti Imanni ini penuh haru.

Selanjutnya Dik menekankan,” Saya ingin menjadi kekasih Allah, menemani Allah, menjadi hamba Allah. Karena hanya Allah yang mengabulkan keinginan kita, kalau saya sudah menjadi kekasih Allah, Allah tidak akan membiarkan saya susah. Semua yang saya lakukan saya coba fokuskan untuk Allah. Karena itu saya berbagi ilmu yang saya punya, hanya untuk Allah. Saya ingin menyebarkan ilmu sabar dan ikhlas yang Allah miliki.”

Lalu Dik menguraikan bahwa Allah memiliki 99 Asmaul Husnah. “Asmaul Husnah Allah yang ke-99 adalah sabar. Sabar itu ikhtiar yang terus dilakukan, pikir yang terus dipikir, sampai membelah isi kepala, isinya dibuka lalu disebarkan manfaatnya untuk saya dan orang lain,” tutur Dik.  

Dik lantas mengatakan bahwa setiap kali memulai kegiatan harus didasarkan pada keikhlasan. “Ikhlas itu apa yang kita lakukan, kita niatkan hanya kepada Allah, ikhlas adalah menerima apa adanya tanpa mengeluarkan kata-kata atau sikap yang justru memperburuk keadaan. Ikhlas itu adalah guru spiritual kita yang akan meninggi, memupuk di dalam hati. Sehingga pasti akan berjumpa dengan ridho Allah. Lalu pertemuan itu akan berjumpa dengan yang namannya keberkahan. Bayangin kalau anda orang yang biasa-biasa saja. Tidak terkenal, tidak kaya tapi hidupnya diberkahi. Berkah itu adalah rahmat-kasih sayang Allah,” terang Dik.

Ia lantas menambahkan bahwa ikhlas itu seperti buih di lautan yang tidak memerlukan pantai. Hidup yang berat ini harus diperjuangkan bersama. Ikhlas itu letaknya di depan bukan di belakang. Begitulah prinsip Dik yang selalu ia utarakan dalam berbagai kesempatan, apalagi saat ia berbicara dengan anak muda, aktivis atau relawan.

Ketika ditanya bagaimana bisa terus konsisten dalam menggapai ridho Allah, ia mengutarakan bahwa orang yang konsisten itu selalu menyebut nama Allah. “Apakah mungkin orang yang selalu menyebut asma Allah, Laila Haillallah bisa berbuat yang dilarang oleh penguasa dirinya?” jelas Dik. Senantiasa berdzikir bagi Dik, serasa sepert air yang menyirami tanaman.   

Lebih jauh, pria yang pernah menjadi Brand Ambassador sebuah merek sabun ini mengingatkan bahwa  orang seringkali menggunakan kata in sya Allah untuk menjatuhkan Allah. “Iman setahu saya mengiyakan secara hati, mengucapkan secara lisan, dan melakukan secara perbuatan. Banyak orang mengaku beriman tapi perbuatannya belum ada. Orang beriman itu antara mengiyakan hati, mengucapkan lisan, tangannya juga berbuat, jangan sampai mengaku beriman tapi tidak dibarengi dengan perbuatan,” tandas Dik yang memiliki latar belakang kuliah jurusan Desain Grafis spesifikasi cover album dan poster ini.

Kemudian, bagi Dik, tanamkan dalam diri bahwa tidak penting menjadi orang penting, tidaklah terhormat menjadi orang berpangkat. “Jauh lebih penting kita menjadi hamba Allah. Mau terkenal, enggak terkenal, biasa saja. Kita berdoa, kita biasakan Allah selalu bersama kita. Hanya bergantung kepada Allah, seperti dalam surat Al Ikhlas. Semoga menjadi makhluk dengan limpahan cahaya di atas cahaya. Laksana mutiara, akan dicari kemana saja, walau dipedalaman laut sekali pun, taklukan dunia, maka dunia akan mencarimu,” ungkap Dik menggetarkan hati .

Meski Sukses di Dunia HIburan, Dik Doank Pilih Berhijrah

Awal kemunculannya di dunia entertainmen Dik dikenal sebagai  desain grafis, lalu merambah menjadi penyanyi, pemain film, presenter olahraga. Meskipun begitu, nama Dik lebih terkenal luas saat ia membawakan acara olahraga sepak bola. Acara yang fenomenal pada tahun 2002, ketika Dik bersama Ucok Baba terlibat dalam siaran langsung Piala Dunia FIFA World Cup. Melalui presenter olahraga pula akhirnya Dik membintangi iklan yang melibatkan pesepak bola Italia, Alessandro Del Piero.

Banyak kisah perjalanan spiritual pria kelahiran 21 September 1968 ini yang sangat menginspirasi. Salah satunya ketika ia bercerita mengenai ibunya. Betapa kekuatan sinyal sang bunda tak terkalahkan oleh apapun. “Kita punya hape, ada nomornya, sehingga bisa dihubungi. Dulu waktu saya masih sekolah, bagaimana ibu saya menghubungi jika ada sesuatu. Hatinyalah yang terkoneksi dengan hati saya. Saya mengalami kecelakaan, tapi anehnya ibu saya bisa tahu, ibu saya tiba-tiba datang tanpa ada yang memberitahu,” kenang Dik yang pernah mendesain cover kaset album untuk penyanyi Atiek CB, Chirsye, Broery Pesolima, Nike Ardila, Ebiet G. Ade, AB Three, hingga Koes Plus.

Dik kemudian mengutarakan bahwa untuk mencintai Allah caranya dengan latihan berupa shalat yang 5 waktu dengan penuh keikhlasan. “Lalu, tahajud sebagai pembuktian cinta kita, bahwa kita mencintai Allah,” tegas Dik.

Kemudian penyanyi lagu ‘Pulang’ ini menceritakan mengenai perjalanannnya naik haji. “Saya ketika naik haji tahun 2000, disitu tidak melakukan manasik karena saya menggantikan orang yang sedang sakit, tadinya saya mau jual mobil untuk berangkat. Tetapi kemudian, Alhamdulillah saya dapat kontrak iklan segar dingin,” ungkap Dik. Walalu akhirnya, ia tetap menjual mobilnya, semata-mata untuk lebih dekat kepada Allah Ta’ala. Hingga kini, Dik mengaku tidak punya mobil, karena yang penting baginya, Allah ridho. Sehingga, manakala Dik melakukan perjalanan jauh, selalu ada saja teman yang datang untuk mengantarnya. “Inilah berkah Allah, saat ini saya tidak lagi memikirkan ingin mempunyai sesuatu. Sebab, saya hanya ingin menjadi kekasih Allah,” jelas Dik penuh keyakinan.

Kala Dik pergi haji, berbeda dari pandangan orang kebanyakan yang pergi menjadi tamu-tamu Allah. “Saya enggak. Ketika orang menjadi tamu Allah, namanya tamu ingin dilayanin, Saya enggak ingin dilayanin, saya ingin jadi kekasih Allah. Namanya kekasih kan dasarnya cinta yah, jadi melayani, mengasihi, melindungi, siap dibebani,” ungkap Dik yang pernah menyanyikan lagu ‘Pak Posku’ ini. Lebih jauh ia menilai, cinta itu melahirkan rasa tidak mengenal lelah, dan cinta itu memberi harapan tanpa berharap.

“Jadi ketika saya berangkat haji, saya jadi kacung-nya Allah, jadi pelayan-nya Allah, sebaiknya kamu juga begitu, sebagai relawan jangan menjadi pencitraan apapun, terkecuali ingin menjadi kekasih Allah,” papar Dik di sela-sela acara ngobrol bareng.

Sehingga pada saat berniat berangkat haji ingin menjadi kekasih Allah, lalu Dik pun berkisah bahwa ia melayani siapa saja. “Saya enggak pernah cuci piring, di sana cuci piring terus, saya menyapu padahal tadinya tidak pernah. Ketika saya menjadi kekasih Allah, begitu pulang Allah yang melayani,” ucap Dik. Baginya, menjadi kekasih Allah adalah dengan terus berdzikir tanpa henti, dimana pun, dalam keadaan apa pun, maka, dipastikan jadi kekasih Allah.

Salah seorang pemeran di Film Kuldesak (1998) ini lantas mengingatkan, jangan pernah ada kata pupus untuk bisa melengkapi rukun Islam yang ke lima. "Jika benar-benar memiliki cita-cita pergi haji, yakinlah Allah pasti akan mengabulkan. Usahlah berpikir belum punya rumah atau urusan dunia lainnya. Mendekatlah kepada Allah Ta’ala Yang Maha Menguasai. Teguhkan niat pergi haji dari sekarang. Allah enggak mungkin membuat kamu bersedih,” kata Dik sambil tersenyum. (iys/Foto by: Dwi Haryanto)  


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top