Ustadz Ricky Adrinaldi

Ketua ODOJ: Konsisten Berdakwah dengan Gerakan Bersama Mendekatkan Alquran di Kehidupan Umat

gomuslim.co.id- Pekan ini mulai tanggal 4 sampai 13 November 2016 menjadi waktu yang ditunggu-tunggu bagi perhelatan akbar perdana komunitas One Day One Juz atau yang lebih dikenal dengan nama ODOJ. Komunitas ini akan menggelar Olimpiade Pecinta Alquran (OPQ) yang mempertemukan para pegiat ODOJ dari 34 Provinsi di Indonesia dan 20 negara di dunia.  Olimpiade Alquran ini menjadi bukti bahwa tilawah Alquran semakin dekat dengan masyarakat Indonesia dan terorganisir dengan baik.

Tapi, sebelum berbicara banyak soal OPQ dan juga ODOJ, ada figur penting yang mempunyai andil besar terhadap organisasi yang sudah mendunia ini. Dia adalah Ustadz Ricky Adrinaldi, selaku Ketua Umum ODOJ saat ini. Ustadz Ricky juga merupakan salah satu founder dari gerakan ODOJ, ketika dulu belum terorganisir seperti saat ini.

Kepada gomuslim di sela-sela aktivitas mempersiapkan event akbar OPQ 2016 beberapa waktu lalu, Ricky bercerita bahwa tujuan awal ia dan rekan-rekannya membuat komunitas ODOJ ini adalah ingin membiasakan diri sendiri, keluarga, teman-teman, dan lingkungan sekitar agar senantiasa tidak lupa bertilawah Alquran.

“Karena itu awalnya kami membuat gerakan One Day One Juz lewat media sosial yang saat ini dekat dengan masyarakat. Dengan konsistensi yang baik, Alhamdulillah sampai sekarang ODOJ terus berkembang dan keanggotaannya pun bertambah, “ kata Ustadz Ricky.

Saat ini,tambah Ricky, ODOJ mempunyai sedikitnya 100.000 member yang tersebar di seluruh Indonesia dan negara di dunia dalam kordinasi harian di grup-grup Whatsapp. Tapi, di antara mereka ada juga yang memutuskan left group, untuk hal ini Ricky menyimpulkan mungkin saja mereka sudah bisa istiqomah bertilawah setiap hari.

Ceria awal terbentuknya ODOJ

Kemunculan ide program “One Day One Juz” alias satu hari satu juz Alquran ini, awalnya adalah  gerakan One Day One Juz digerakkan oleh Bhayu Subrata dan Pratama Widodo atas kesadaran dan kepedulian mereka pribadi. Perkenalan program One Day One Juz disebarluaskan dan dipublikasikan menggunakan fasilitas short message service (sms) dengan cara Bhayu mengirimkan SMS broadcast berupa nasihat tentang Quran untuk mengaji satu hari satu juz dan membuat buletin untuk disebarkan. Bhayu juga membuat buku saku yang berisi kumpulan doa-doa harian. Pada halaman awalnya diselipkan ajakan untuk setiap hari tilawah satu juz. Buku saku tersebut dibagikan sebagai souvenir pada pernikahan Bhayu.

Sedangkan Widodo, partner Bhayu, ditahun yang sama hingga 2009, membangun fanspage One Day One Juz di facebook dengan harapan program One Day One Juz tidak hanya berhenti di buku saku saja, tapi bisa mengjangkau seluruh pelosok Indonesia dan seisi dunia. “Teknik mudah baca Al Quran harian yaitu dengan menggunakan rumus 2×5, membaca 2 lembar setelah sholat fardhu (5 waktu) maka Insya Allahakan khatam 1 juz dalam 1 hari. Ajak dan motivasi teman anda untuk melakukan yang sama dan buatlah komunitas One Day One Juz,”  yang tertulis dalam fanspage yang dirintis Widodo tersebut kini resmi menjadi fanspage ODOJ pusat dengan 250.000 orang yang sudah me-likenya.

Selanjutnya, pada tahun 2010 ODOJ dikembangkan dengan metode whatsapp yang diperkenalkan oleh sekelompok alumni mahasiswa dari perguruan tinggi di Surabaya pada bulan September, dan  dengan metode ini segenap aktivis Rumah Quran Depok juga ikut menyebarluaskannya. Metode ODOJ dengan media whatsapp  mempunyai system, yaitu ada 30 orang dalam satu grup whatsapp yang kemudian juga berkembang melalui grup dalam blackberry message (bbm).

Kemudian tahun 2013, kabar ODOJ pun sampai pada seorang pemuda yang melihat salah satu aktivitas group ODOJ dari Aktivis Rumah Quran. Kemudian tanggal 15 Oktober 2013 mengimplementasikan program ODOJ  dalam satu kelompok yang terdiri dari gabungan beberapa teman dalam kelompok liqo’(pengajian rutin) pada dengan anggota belum genap 30 orang.

Pada November di tahun yang sama dibentuk kepengurusan ODOJ kecil dengan nama “ODOJ support team” yang mencoba mengembangkan sistem berbasis website sebagai sarana promosi ODOJ dan juga sistem whatsapp One Day One Juz (WA ODOJ) bebasis Android untuk menjaga semangat tilawah pribadi dan grup seperti program kholas awal, khatam lebih awal, reward grup, dan lainnya. Terus berkembang, promosi kegiatan ODOJ berlanjut dengan kerjasama dengan seorang pemuda bernama Fajar yang sudah memiliki akun twitter dan website atas nama ODOJ.

Dari metode whatsapp, sms dan buletin, ODOJ Support Team mencoba menggabungkan tiga fasilitas tersebut dalam mengembangkan dan menyebarluaskan ODOJ. Sementara untuk ODOJers atau peminat ODOJ yang belum bisa menggunakan BBM dan WA difasilitasi dengan melalui SMS.

Saat ini, ODOJ sedang membangun sebuah sistem informasi yang cukup canggih berupa mobile app sebagai pengganti whatsapp nantinya, juga forum Alquran sebagai media pembelajaran dan silaturahim odojers serta Media sosial ODOJ. Tujuan utamanya adalah untuk mengelola ODOJ yang berbasiskan teknologi informasi, mudah, simpel serta semua umat Islam bisa memakai dan mengikutinya. Alhasil ODOJ menjadi sebuah gerakan  mengaji dimana saja dan kapan saja dengan sering melakukan ‘Ngaji On The Street (NGAOS), yaitu mengaji sambil menunggu di halte bus, di dalam transjakarta, saat adventure, dan masih banyak lagi.

“Alhamdulillah jika sampai saat ini di usianya yang masih muda, ODOJ telah mempunyai masa yang banyak. Semoga ini bisa menjadi wasilah yang baik bagi perkembangan karakter umat Islam yang berakhlak Alquran. Untuk para pengurus harian dan pengurus di perwakilan kota dan dunia, juga para anggota ODOJ di mana saja berada, semoga kita semua senantiasa istiqomah dalam mengembangkan ODOJ dan ini semua menjadi ladang amal kebaikan kita, “ harap Ustadz Ricky.

Terus berkembang dan Mendunia

Pekembangan komunitas ini pun semakin pesat. Sejak soft launching tanggal 11 November 2013 hingga Desember 2014, jumlah anggota ODOJ sudah mencapai 125.000 ODOJer (sebutan untuk member ODOJ) yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia dan dunia yang  terus bertambah sampai sekarang. Anggota ODOJ pun  dari berbagai latar belakang, seperti darikalangan agamis, mahasiswa, masyarakat umum, dan artis. Selain itu member juga dari berbagai usia mulai dari anak-anak usia 8 tahun, hingga orangtua usia 80 tahun. ODOJ juga berkembang di berbagai negara dalam bentuk afiliasi, antara lain di Qatar terbentuk 4 grup, di Australia, Hongkong, Malaysia, dan yang tergabung di grup Indonesia juga ada yang berasal dari Singapore, Mesir, Korea, Jepang, Jerman,dan berbagai negara lainnya.

Adapun kegiatan ODOJ di antaranya adalah melaksanakan program rutin One Day One Juz, ODALF-One Day Half Juz, ODOL-One Day One Lembar, mensosialisasikan program ODOJ melalui social media dengan target Internasional, Move to Mobile Apps ODOJ and Websistem, memperbanyak grup ODOJ di sekolah, kampus, dan kantor, ODOJ Peduli Palestina (Kerja Sama dengan KNRP), Sebar Alquran Nusantara bekerjasama dengan PKPU, pembibitan 100 Penghafal Alquran, dan Qurban ODOJ (Bekerja Sama Dengan ACT). (fau/odoj)

 

Baca juga:

Meski Sibuk, Di Mana Saja dan Kapan Saja Tetap Baca Alquran

Segera, Olimpiade Internasional Pecinta Quran Digelar di Indonesia

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top