Hari Anak Internasional

Hilya Qonita: Dikenalkan Alquran Sejak Dini, Jadi Hafidz Cilik Berprestasi

gomuslim.co.id- Siapa yang tidak kenal dengan Hilya Qonita. Namanya pertama dikenal di Indonesia sejak menjadi juara 1 dalam ajang program Hafidz Cilik RCTI 2013 lalu. Saat itu, Hilyah masih berusia 5 tahun. Sangat luar biasa untuk anak sekecil itu dapat menghafal 4 juz Alquran. Tidak hanya hafal, Hilya juga mampu membacanya dengan tartil lengkap dengan makhrojul huruf dan tajwid yang baik.

Gadis kecil kelahiran Jakarta, 19 Maret 2008 ini bercita-cita jadi guru dan koki internasional. Sedangkan, program menghafal Alquran telah dimulai sejak ibunda Hilya, Nuroniyah Manaf hamil. Sejak dalam kandungan, Hilya sudah dibiasakan untuk mendengarkan ayat-ayat Alquran. Hal ini sebagaimana cita-cita kedua orangtuanya untuk memberikan pendidikan Alquran kepada anak-anaknya.

Hilya adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Raihan prestasi yang didapatkannya, tidak lepas dari motivasi Nuroniyah Manaf bersama suaminya Muslim Ibnu Mahmud untuk membentuk keluarga Qurani. Mereka ingin memberikan pendidikan quran sebagai hal pertama dan utama. Tekad yang kuat dan disiplin dari keduanya menjadikan Hilya hafal Alquran 30 juz diusianya yang sekarang telah meninjak 8 tahun.  

Nuroniah Al Manaf mengakui butuh sinergi dan berkomitmen kuat untuk mengawali pendidikan anak-anak dengan Alquran. Allah SWT dan Rasulullah SAW sendiri menyuruh umat Islam untuk memberikan pendidikan Alquran bagi anak-anak. Ia mencontohkan betapa banyak para ulama terdahulu yang telah mendapatkan pendidikan dan sudah hafal Alquran sejak dini.

Ibu dari juara MHQ Islamic Book Fair 2012 ini memiliki program hadiah khataman untuk jamin ketika hamil Hilya. Program tilawah Alquran satu hari satu juz dilakukannya sejak dulu. Setiap usia kehamilan bertambah, janin dapat hadiah khataman. Dirinya menjelaskan bahwa janin yang diberikan stimulus, otaknya akan lebih optimal berkembang. Ielama kehamilan Hilya, beliau mengkhatamkan Al Quran 8 kali.

Stimulus Alquran sejak masa kehamilan ini menggantikan stimulasi instrument musik untuk merangsang kecerdasan anak. Bacaan Alquran adalah stimulan yang lebih canggih dan hebat. Beberapa penelitian menyatakan bahwa bayi di dalam kandungan sudah bisa mendengar suara dari luar. Untuk itu, bayi ini harus lebih sering diperdengarkan untaian ayat cinta dari Allah SWT, yaitu Alquran.

Selanjutnya, bunda Hilya Qonita senantiasa berbicara kepada janin tatkala beliau akan melakukan aktivitas ibadah tertentu. Khususnya Alquran, beliau selalu menyapa janin sebelum memulai tilawah. Misalnya dengan menyebutkan akan akan membaca surat apa dan ayat berapa. Begitupun setiap akan melaksanakan ibadah shalat.

Bayi akan menangkap apa yang didengar lalu merekamnya dalam memori. Bahkan ada 3000 kata yang bisa direkamnya. Jika setiap hari kita perdengarkan selalu Alquran, maka sudah berapa ratus ayat terulang sampai ribuan kali pada si bocah kecil. Memori inilah yang akan mudah muncul kelak di masa ia memanggil kembali hafalannya. Cukup dipantik saja, hafalan itu akan mengalir dengan mudah.

Hasilnya, saat anak sudah lahir dan menginjak usia 3 tahun dan masa pembelajaran, Hilya terlihat mudah untuk belajar Alquran. Bahkan, saat usia 6 bulan, Hilya sudah bermain huruf hijaiyah dan surat-surat pendek. Di usia 3,8 tahun, Hilya sudah bisa membaca alquran dengan tartil. Baru saat umur 4 tahun, Hilya mulai menghafal setiap hari 3 baris dengan dibimbing langsung oleh ibundanya.

Sejak mulai menghafal itu, Hilya selalu membawa Alquran kemana pun ia pergi. Peran ibunda dalam menerima setoran hafalan Hilya terbukti sangat efektif. Pilihlah metode yang pas juga digunakan oleh sang bunda. Metode yang gampang diterima anak, orangtuanya pun gampang mengajarkannya. Hilya sendiri menggunakan metode Iqra.

Selain karena merupakan sosok yang paling dekat dengannya, Hilya juga nyaman dengan kebiasaan yang diterapkan oleh ibundanya. Ibundanya lah yang selalu membimbing dan mengenalkan Hilya satu per satu huruf hijaiyah serta mengajarkan cara membaca Alquran. Kuncinya adalah sabar dan tetap istiqomah. Selalu meminta pertolongan kepada Allah supaya anak selalu dibimbing dan dimudahkan untuk menghafal.

Sementara itu, ayahandanya mendapat peran untuk mengajak Hilya ke majelis-majelis Alquran, berkunjung kepada ulama, dan kegiatan-kegiatan di luar lainnya, serta membantu istrinya dalam membimbing Hilya kala sang istri tengah berkesibukan.

Sejumlah prestasi berhasil diraih Hilya Qonita. Di antara berbagai prestasi itu antara lain, Juara 1 MHQ Islamic Book Fair ke-11 Maret 2012, Juara 1 MHQ juz 29 dan juz 30 Rumah Alquran As-syifa Januari 2013, Juara 2 MHQ juz 30 Syarif Hidayatullah Mei 2013, Juara MHQ 2 Juz (juz 30 dan 29) ABATASA 3 Se-DKI dan Jabar KAFILA INTERNASIONAL ISLAMIC SCHOOL 2013, Juara 1 Hafidz Indonesia RCTI 2013, Juara 1 MHQ Tingkat Kecamatan Kebon Jeruk 2014, dan Wisudawan Termuda Indonesia dari Daarul Quran Menghafal ke-4 Maret 2013.

Itulah sederet prestasi membanggakan dari Hilya Qonita. Anak sholehah yang menjadi inspirator bagi masyarakat Muslim Indonesia. Semoga kelak akan lahir Hilya-Hilya berikutnya didunia. Ia adalah aset dan generasi penerus yang menjadi harapan untuk melanjutkan dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. (njs)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top