Hamas Syahid Izzuddin Berbagi Cerita Sukses Jadi Aktor Muda yang Hafal Alquran

gomuslim.co.id- Anak muda dengan perawakan sederhana dan gaya bicara yang bijaksana membuatnya jadi idola. Dia mengawali debutnya di dunia hiburan dengan menjadi seorang aktor. Bukan aktor biasa, dia juga kerap mengunggah videonya murojaah (mengulang hafalan) Alquran di media sosial yang membuat laki-laki ini makin dicintai para penggemarnya.

Adalah Hamas Syahid Izzuddin. Pria kelahiran Bengkulu, 11 Maret 1992 ini adalah seorang aktor muda sekaligus hafidz Quran yang belakangan ini tengah menjadi idola anak muda lewat seni perannya di layar lebar film religi Tausyiah Cinta, Ketika Mas Gagah Pergi dan Duka Sedalam Cinta yang akan dirilis bulan Januari 2017 mendatang. 

Salah satu misi yang ingin dicapai Hamas adalah main film adalah sambil berdakwah. Karenanya, dia memilih film-film bergenre religi atau islami. Awal mula Hamas berkarir adalah ketika dia membintangi pemeran utama dalam filmnya yang berjudul Ketika Mas Gagah Pergi. Latar belakang terpilih menjadi pemain film karena sang penulis novel dengan judul yang sama Helvi Tiana Rosa menginginkan pemeran Mas Gagah harus memiliki pribadi yang mendekati, karena agar lebih mudah dalam memaknai pesan yang akan disampaikan dalam film tersebut. Terpilihlah Hamas yang kepribadiannya mirip dengan tokoh Mas Gagah, yakni karena Hamas dekat dengan Alquran.

 

“Saya melakukan dakwah melalui film, karena penonton akan mudah memahami dan terinspirasi dari sebuah alur dalam cerita film, karena film adalah media dakwah terbesar yang memudahkan siapa saja dalam mencerna pesan yang disampaikannya, " kata Hamas kepada gomuslim di sela-sela acara Olimpiade Pecinta Quran di Islamic Centre Bekasi, Senin (07/11). 

Meski seorang hafidz Quran dengan segala kesibukan main film, pria yang memiliki hobi menonton film, membaca buku dan main basket ini selalu berusaha agar hafalan Qur’annya dapat terjaga. Dia melakukan rutinitas dalam menjaga hafalannya agar menjadi istiqomah yakni dengan membaca dan menghafal Alquran setiap akan beraktivitas, dan sebelum tidur agar tidak mudah lupa dan aktivitas di keesokan hari menjadi berkah. 

“Karena selama saya berkarir, saya selalu ditolong oleh Alquran, dan Alquran lah yang membuat saya tenang menghadapi tantangan dalam berakting dan kegiatan lainnya dan saya juga selalu berdoa agar dijauhkan dari pujian-pujian yang akan menimbulkan sifat riya dan sombong dalam diri, karena sifat sombong akan membuat hafalan Quran semakin pudar dari ingatan, karena itu saya mencoba untuk berusaha menjadi rendah hati dalam menghadapi fans yang dominannya adalah wanita,” ungkapnya.

Dia bercerita tentang sikap para fansnya yang terkadang bertindak berlebihan, namun terkadang menjadi lucu. “Bahkan pernah ada yang ingin menikahi saya,” katanya sambil tersenyum. 

“Sikap para fans merupakan suatu godaan sekaligus tantangan, namun alangkah baiknya jika sikap seperti itu dihilangkan. Karena mengidolakan manusia secara berlebihan adalah perbuatan yang dilarang Allah SWT. Cukuplah kita mengidolakan Nabi Muhammad SAW saja, dan ambillah sisi yang positif dari saya, jangan terlalu berlebihan,” terangnya.

Selain tampan dan penghapal Qur’an, dia juga ternyata memiliki kedekatan bersama ibunda tercinta. Hamas mengaku selalu berkonsultasi pada sang Ibu mengenai peran yang akan diambilnya, bahkan ia juga belajar akting pada sang Ibu, Yulyani.

Seringkali, Hamas Syahid belajar akting di depan ibunya yang dulu seorang pemain teater. Ibu juga merupakan salah satu kritikus sekaligus guru terbaiknya,

”Saya memang sering belajar akting di depan ibu. Biasanya ibu langsung memberi tahu kalau aktingnya kurang bagus,” katanya. 

Hamas menjelaskan bahwa ada tiga pedoman yang harus dipegang teguh dalam kehidupan sebagai hamba Allah dan ida memegang erat tiga hal ini dalam berkarir dan menghafal Alquran. Tiga pedoman tersebut, kata Hamas, adalah fokus tujuan karena Allah SWT, apapun yang akan dilakukan tempatkan Allah SWT menjadi tujuan utamanya (Lillahi’taala), jadikan Rassululllah sebagai idola yang sesungguhnya, dan jadikan Alquran sebagai pedoman hidup, karena Alquran dapat menjadi penawar hati yang galau.

Pada akhir wawancara siang itu, Hamas berpesan kepada seluruh anak muda untuk bisa lebih dekat dan bisa semakin mencintai  Alquran, sehingga bisa menjadi sosok-sosok pemuda yang selalu melakukan aktivitas sehari-harinya berlandaskan Alquran. (nat)

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top