Film ‘Mengejar Halal’ 2017

M. Amrul Ummami: Film Religi Bukan Sekadar Simbol dan Ritual Agama

gomuslim.co.id- Man Saara Ala Darbi Washola; Siapa yang berjalan di jalan kebaikan, dia akan sampai. Peribahasa Arab ini mungkin terdengar klise bagi sebagian orang, tapi di sisi lain juga bisa menggambarkan optimisme orang untuk terus berjuang mencapai tujuan. Hal inilah yang dilakukan seorang Sutradara muda yang tergabung dalam Film Maker Muslim (FMM) .

Berawal dari hobi menonton film sejak di bangku kuliah, suami dari Anggia Widhi Astrini ini mulai mencoba terjun di dunia film dengan modal nekat. Adalah M. Amrul Ummami, sutradara di balik film-film religi FMM yang sudah memiliki 91.196 subscribers di akun Youtube itu.

Kepada gomuslim, Amrul, begitu ia akrab disapa, bercerita awal mula karirnya di bidang film adalah karena ia begitu maniak sebagai penikmat film.  

“Waktu masih kuliah dulu, saya doyan melahap 5 film dalam 1 hari. Tapi, karena saya kuliahnya bukan jurusan film, maka saya lulus kuliah dan kerja yang sesuai jurusan. Tapi dipertengahan jalan saya kurang sreg menjalani kerjaan dan akhirnya memutuskan resign dan bikin Production House (PH) sendiri dengan modal seadanya dan ilmu seadanya. Jadi ya autodidak aja semuanya, “ ungkap Amrul.


Memutuskan Bangkit dari Bangkrut

Sebelum tergabung bersama rekan-rekannya yang lain, yaitu M. Ali Algifari, Ryan Kurniawan, dan Andre M. Addin, Amrul memang mendirikan PH bernama Want Production. Kata Amrul, saat itu, ia dan rekan-rekannya ingin membuat film untuk idealisme dan membuat sesuatu yang bermanfaat saja.

Tapi, lanjut Amrul, sejak tahun 2012 hingga 2013 mereka lalai dengan visi tersebut, hingga di akhir 2013 Want Production bangkrut dan harus mulai dari nol.

“Sampai akhir 2014 ketika kami akan bubar, kami mendapat hidayah untuk membuat film terakhir kami yaitu film dengan genre yang berbeda dari sebelumnya, yaitu film Religi. Akhirnya, dibuatlah Cinta Subuh. Dari situ kami ketemu komunitas Pejuang Subuh, Wakaf Al Azhar, hingga akhirnya Daarul Quran asuhan Ustadz Yusuf Mansyur yang saat ini sama-sama mengembangkan DAQU Movie, “ jelas ayah dari Argi dan Arga ini.

Kini, di usianya yang menginjak tiga tahun, FMM telah memproduksi 26 judul film pendek dan lebih dari 100 konten video inspiratif yang mereka bagikan di media Youtube dengan nama akun: Film Maker Muslim.

Setelah sukses dengan Cinta Subuh, mereka menelurkan lagi karya-karya video Islami dan inspiratif seperti beberapa judul film pendek berikut ini, yaitu Istri Paruh Waktu, Shalawat Cinta, Valentine Sudah Basi, Web Series Ramadhan Cantik, Seperti Khadijah, Siksa Kubur, dan film pendek terbaru yang sudah digelar lewat event roadshow di beberapa kota; Cinta Dalam Ukhuwah.

Optimis dengan Film Genre Religi

Sebagai sineas muda, Amrul juga banyak belajar dari para senior di bidang film. Dulu, ia rutin mengikuti workshop film bersama sutradara kenamaan, seperti  Hanung Bramantyo, Lala Timothy dan Joko Anwar.

Selanjutnya, bersama FMM, kini Amrul mantab dengan pilihannya membuat film-film religi. Hal ini bisa terlihat dari karya-karya FMM yang khas dan tampil dengan tema-tema yang segar, sehingga mendapat tempat tersendiri di hati para penikmat film Indonesia.

“Tapi, menurut saya, film Religi itu  intinya film yang mengangkat nilai-nilai agama tertentu. Film Islami ya film yang mengangkat nilai-nilai islam. Nilai di sini bukan semata-mata simbol atau ritual. Tapi bisa dengan Way of Life berdasar agama islam, “ pungkas Amrul.

Karena itu, kata Sutradara yang masuk di Nominasi Ganesha Film Festival ini mengaku FMM dan sineas yang fokus di tema religi Islam punya peran penting plus banyak tantangan.

Seiring dengan bertambahnya penggemar karya-karya FMM dan dibentuknya perwakilan Keluarga Film Maker Muslim (KFMM) di beberapa kota nusantara, Amrul mengatakan film sebagaimana media lain, bisa menjadi alat yang tepat untuk berdakwah di kalangan luas.

“Tapi, di sisi lain, kalau dilihat dari sisi dakwahnya bisa iya, bisa nggak. Karena, sama seperti media lain, film hanyalah tools bagi orang di belakang layarnya. Di tangan orang baik, maka film itu akan terlahir baik dan bisa menyampaikan inspirasi. Karena, baik di sini bisa diartikan dengan skill yang baik, dan pemahaman keilmuan yang baik, “ tambah Amrul.

Menanti Kelahiran Karya Layar Lebar Perdana

Selain itu, untuk melebarkan sayap FMM ke kancah layar lebar nasional, Amrul bersama timnya memproduksi film layar lebar pertama bertajuk Mengejar Halal. Film bergenre komedi romantis yang berbalut pesan keIslaman ini telah menyelesaikan proses pengambilan gambar bulan Agustus 2016 dan saat ini berada dalam proses editing, serta akan tayang pada awal tahun 2017 mendatang.

Mengejar Halal ini  syutingnya  gila-gilaan. Karena budget kami terbatas, maka kami harus mempress hari syuting menjadi 8 hari saja. Lalu, karena ini adalah film layar lebar perdana, banyak kami mendapat kendala internal maupun external. Tapi, Alhamdulillah semua bisa teratasi dengan baik, “ jelas Amrul.

Dengan konsep FUN, ENERGIC dan YOUNG, FMM meramu film layar lebar perdana ini dengan cerita film islami yang tidak kaku. Karena, kata Amrul, mereka  ingin karya pertama FMM ini yang simpel dulu. Karena kalau langsung ke Cinta Subuh The Movie, kemungkinan akan lebih berat.

“Jadi, kami mengangkat tema yang sedang in di kalangan remaja islami, yaitu tentang jodoh. Di film ini, kami ingin menyampaikan bagaimana mengejar jodoh (halal) yang baik dan sesuai dengan syariat Islam, “ tambahnya.

Dengan penampilan film perdana ini, Amrul berharap agar film religi di Indonesia tidak hanya membatas ritualnya saja, tapi juga membahas nilai-nilai, sehingga nantinya ketika dibahas tentang nilai-nilai, orang nonmuslim pun bisa dengan nyaman menonton film-film genre ini.

“Alhamdulillah, tiap tahun film indonesia jumlahnya selalu bertambah, namun sayangnya tempat penayangan masih terbatas dan belum bisa mengayomi semua film. Semoga segera  ada regulasi yang baik dari pemerintah maupun swasta mengenai hal ini, “ harap Amrul.

Ajakan Nonton Film ‘Mengejar Halal’ 2017

Amrul mengajak para pecinta film dan siapa saja untuk menonton film layar lebar perdana FMM-Daqu Movie pada awal tahun 2017 mendatang di bioskop tanah air.

“Film ini adalah karya yang sangat fenomenal, di mana ketika menontonnya akan banyak keceriaan namun juga ada kontemplasi diri yang bisa bikin air mata berurai. Jadi film ini sangat layak dan wajib nonton!, “ pungkas Amrul. (fau)

Baca juga:

‘Mengejar Halal’: Karya Terbaru Filmmaker Muslim Ini Segera Warnai Layar Lebar Tanah Air pada 2017


Back to Top