Film ‘Mengejar Halal’ 2017

M. Ali Ghifari: Membumikan Islam ‘Rahmatan Lil Alamiin’ Lewat Skenario Film

gomuslim.co.id- Ibarat sebuah masakan, bumbu yang pas dan mantab menjadi rahasia tersendiri dalam sebuah hidangan makanan. Begitu juga dengan film, jika diibaratkan hidangan makanan, film yang enak ditonton adalah dengan bumbu skenario yang baik. Karenanya, pekerjaan seorang penulis skenario gampang-gampang susah dan penuh perjuangan.

Untuk itu, dalam rangka menyambut jadwal tayang karya layar lebar perdana Film Maker Muslim (FMM) pada Maret 2017 mendatang, gomuslim mewawancarai seorang penulis skenario yang karya-karyanya sudah ramai diperbincangkan di ranah media digital Indonesia lewat film-film religi.

Adalah M. Ali Ghifari, salah satu founder Film Maker Muslim  yang meramu cerita-cerita dalam proses produksi  film karya FMM. Ghifar, begitu ia akrab disapa, bercerita bahwa awalnya ia pernah mengikuti pelatihan jurnalistik di sebuah media nasional dan beberapa kali ikut dalam kegiatan peliputan.  Tapi, karena hobinya dalah bercerita, maka akhirnya ia memutuskan  untuk menyalurkan hobi tersebut lewat menulis skenario film.

Bertemu Teman-Teman Seperjuangan

Hobi tersebut ia salurkan bersama dengan teman-temannya yang juga minat dalam bidang perfilman. Sebelum tergabung dalam FMM, Ghifar dan Sutradara FMM, M. Amrul Umami mendirikan Want Production. Saat itu, ia dan rekan-rekannya ingin membuat film untuk idealisme dan membuat sesuatu yang bermanfaat saja.

Tapi, sejak tahun 2012 hingga 2013 mereka lalai dengan visi tersebut, hingga di akhir 2013 Want Production bangkrut dan harus mulai dari nol.

“Sampai akhir 2014 ketika kami akan bubar, kami mendapat hidayah untuk membuat film terakhir kami yaitu film dengan genre yang berbeda dari sebelumnya, yaitu film Religi. Akhirnya, dibuatlah Cinta Subuh. Dari situ kami ketemu komunitas Pejuang Subuh, Wakaf Al Azhar, hingga akhirnya Daarul Quran asuhan Ustadz Yusuf Mansyur yang saat ini sama-sama mengembangkan DAQU Movie, “ jelas penulis kelahiran Jakarta, 2 November 1990 ini.

Setelah itu, FMM pun makin kuat dengan empat orang foundernya, yaitu M. Amrul Umami, M. Ali Ghifari, Andre M. Addin, dan Ryan Kurniawan.

Kini, di usianya yang menginjak tiga tahun, FMM telah memproduksi lebih dari 26 judul film pendek dan lebih dari 100 konten video inspiratif yang mereka bagikan di media Youtube dengan nama akun: Film Maker Muslim.

Setelah sukses dengan Cinta Subuh, mereka menelurkan lagi karya-karya video Islami dan inspiratif seperti beberapa judul film pendek berikut ini, yaitu Istri Paruh Waktu, Shalawat Cinta, Valentine Sudah Basi, Web Series Ramadhan Cantik, Seperti Khadijah, Siksa Kubur, dan film pendek terbaru yang sudah digelar lewat event roadshow di beberapa kota; Cinta Dalam Ukhuwah, serta film pendek Pernikahan Impian.

Tunjukan Islam Rahmatan Lil Alamiin Lewat Cerita dalam Film

Setiap film atau video inspiratif karya FMM ini terkenal dengan gaya penuturan cerita yang santai dan dekat dengan kehidupan sehari-hari para penggemarnya. Tak heran, karya-karya mereka pun banyak memiliki penggemar setia karena dekat dengan  kehidupan nyata, seperti cerita pertemanan, rumah tangga, sampai kisah menanti jodoh.

Kata Ghifar, dalam penulisan skenario itu perlu mood yang bagus dalam pengerjaannya. “Skenario yang baik itu yang dialognya ngalir, saya nggak peduli genrenya. Asalkan plotnya logis, dialognya ngalir dan asik diikutin saya suka, “ ujar penulis yang hobi baca komik ini.

Selain itu, lanjut Ghifar, menulis naskah itu harus lagi ada moodnya dan harus banyak refrensi, jadi ceritanya tidak kolot. Karena, menurutnya, penulis skenario itu harus menerima berbagai pemikiran, tidak boleh fanatik pada pemikiran tertentu, nanti jadi tidak kreatif. 

“Biasanya dalam pengerjaan film-film FMM saya dibantu teman-teman lain, biasanya kalau brainstorming  butuh waktu seharian, nanti nulis naskahnya seharian lagi. Jadi dua harian, “ jelasnya.

Selanjutnya, dengan genre religi yang diusung Ghifar dan rekan-rekannya tersebut membuat banyak pro dan kontra yang berdatangan kepada mereka. Kata Ghifar, untuk komentar yang positif dan kritik yang membangun akan dijadikan motivasi dalam berkarya lebih baik lagi, sedangkan komentar yang hanya ‘ngata-ngatain’ saja, katanya: “Anjing menggonggong, kafilah berlalu.”

Karena itu, lanjut Ghifar, misi utama FMM sebenarnya adalah ingin membumikan Islam yang Rahmatan Lil Alamiin. “Film Islami itu film yang menyelamatkan penontonnya, yang kalau ditonton, kita pengen jadi lebih baik, “ katanya.

Film Layar Lebar Perdana: Capek yang Indah

Maret 2017 mendatang, FMM bersama Muara Studio dan gomuslim akan meluncurkan film layar lebar berjudul Mengejar Halal (MH).  Sebagai karya layar lebar perdana yang nantinya tayang di bioskop nasional, Ghifar selaku penulis skenario film ini mengatakan bahwa proses kreatif dalam penulisan naskah filmnya perlu perjuangan yang capek, tapi indah.

“Film MH ini sampai berkali-kali dibuat ulang naskahnya, sampai stress sendiri saya,” ujar Ghifar.

Dalam film Mengejar Halal ini, intinya Ghifar bersama timnya di FMM ingin mengedukasi masyarakat Indonesia lewat tontonan film dengan genre religi, tapi ada selipan komedinya, sehingga ceritanya santai, tanpa kesan menggurui. Katanya, pesan utama dalam film ini adalah bahwa hidup itu bukan hanya tentang jodoh.

“Karena itu, yuk nonton film Mengejar Halal. Karena kalau nonton berarti membantu saya menikah, dan pahala membantu orang menikah itu besar sekali!, “ pungkas penggemar film Kung Fu Panda ini. (fau)

Baca juga:

‘Mengejar Halal’: Karya Terbaru Filmmaker Muslim Ini Segera Warnai Layar Lebar Tanah Air pada 2017

 

 


Back to Top