Anniesa Hasibuan

Fashion for Peace: Desainer Ini Kampanyekan Islam Indah dan Damai Lewat Karya Busana Muslim

gomuslim.co.id- Berdakwah Tak Melulu di Atas Mimbar. Pernyataan ini menjadi alasan utama seorang desainer muslimah asal Indonesia yang telah mengikuti fashion show di berbagai negara lewat karya muslim fashion, khususnya hijab. Debut pertamanya pada New York Fashion Week (NFW) tahun 2015 membuat muslimah kelahiran Jakarta, kelahiran 30 Juli 1986 makin naik daun di kancah dunia fashion nasional dan internasional.

Adalah Anniesa Hasibuan, istri dari Andika Surachman ini awalnya mengaku tak pernah bermimpi dan ingin menuki peran jadi desainer muslim fashion. Kepada gomuslim, di sela-sela aktivitasnya di Anniesa Hasibuan Boutique, Promenade 20, Jakarta Selatan, Anniesa bercerita kesan-kesannya setelah mengikuti fashion show terkini pada Februari 2017 lalu di ajang yang sama, yaitu New York Fashion Week.

“Pada NFW  Fall/Winter 2017 aku membawakan tema busana muslim Drama. Tema ini adalah representasi pribadiku sebagai perempuan yang kadang banyak drama. Karena saat mengejakan desain itu, aku sedang hamil anak pertama dan emosiku memang naik-turun. Tapi, Alhamdulillah responnya baik, “ tukasnya.

Penampilan Anniesa di ajang fashion yang juga diikuti Oscar De La Renta, Jeremy Scott, Prabal Gurung hingga Anna Sui ini cukup menarik perhatian. Pasalnya, Anniesa merupakan satu-satunya desainer asal Indonesia dan satu-satunya desainer yang menampilkan hijab di NYFW The Shows.

Pada shownya tahun ini Anniesa akan menampilkan koleksi bertajuk 'Drama' di panggung NYFW, tepatnya di Skylight Clarkson Gallery, New York, Amerika Serikat. Tahun ini, Anniesa Hasibuan dengan slogan Bold, Sophisticatic, and Glamour ini akan menampilkan koleksi ready to wear terbarunya untuk fall/winter 2017. Drama menjadi tema yang dipilih Anniesa dan akan didominasi warna-warna gelap, dengan sentuhan metalik seperti perak dan emas.

Tepiskan Islamophobia dengan Fashion Hijab

Dilihat dari prestasi, beberapa tahun ini, Anniesa sempat mencetak sejarah sebagai desainer Muslim pertama yang menampilkan semua modelnya dengan hijab atau penutup kepala. Sebuah langkah yang cukup berani kala itu, mengingat isu Islamophobia cukup santer terdengar pasca ucapan Donald Trump yang cukup kontroversial saat masa kampanye.

Pemberitaan tentang show D'jakarta pada fashion show tahun lalu pun menjadi viral, dengan banyaknya pemberitaan dari berbagai media internasional. Beberapa di antaranya Harper's Bazaar, Daily Mail, Teen Vogue, dan The Huffington Post. Ia juga masuk dalam daftar momen terbaik wanita di dunia 2016 versi Harper's Bazaar.

“Dalam setiap fashion show di beberapa negara, aku tidak melihat negara itu Islam menjadi mayoritas atau minoritas. Tapi, aku optimis saja berkarya. Justru dengan koleksi busana muslim karyaku, aku ingin memperlihatkan bahwa Islam itu indah lho, dengan menutup aurat juga bisa stylish. Karena  berkarya adalah hak semua orang, apalagi fashion adalah bahasa karya universal.  Aku ingin menyampaikan pesan damai saja. Fashion for Peace, “ jelas Anniesa yang sedang mengandung anak pertamanya ini.

Kata desainer yang juga ikut dalam ajang Ziryab Fashion Show-Kaftan Festival 2015 di Westfield, London, Inggris, pada Maret 2015 lalu ini, saat melakukan fashion show di luar negeri, dia dan timnya juga bekerja sama dengan model-model perempuan lokal. “Saat pemilihan model pun, aku tak memandang agama atau ras. Mereka ada yang muslim, ada yang non muslim, bahkan ada yang warga imigran, “ pungkasnya.

Lika-Liku Membangun Bisnis

Menjadi desainer seperti sekarang ini, bagi Anniesa tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan, dulu, Anniesa dan suaminya yang kini adalah pengusaha di bidang biro perjalanan Umrah, pernah melarat selama tiga tahun dengan berjualan hamburger dan pulsa.

Awal mula alasannya untuk terjun ke dunia desainer baju muslim adalah, kata Anniesa, sebagai istri pengusaha, Anniesa dituntut untuk pandai dalam berpenampilan. Karena itu, Lalu dia mulai menekuni dunia mode sebagai perancang busana.

Tidak hanaya itu, kritikan demi kritikan datang kepadanya di awal-awal kariernya pada 2015. Bahkan ia mengaku sempat merasa terpuruk. Dia mengaku pernah sampai mau menyerah karena kritik justru datang dari teman terdekat dan diwarnai juga pro dan kontra.

 “Akhirnya aku bisa mengatasinya, rasa terpuruk itu aku lawan dan hasilnya semua berbalik memberikan support. Mendapatkan ucapan selamat dari mereka sudah cukup bagiku," kata Anniesa.


Dukung Indonesia Kiblat Muslim Fashion Dunia pada 2020

Seperti diketahui, Pemerintah dalam hal ini, Bekraf mempunyai planning untuk menjadikan Indonesia kiblat Muslim Fashion dunia tahun 2020 mendatang. Karena itu, Anniesa pun turut mendukung program tersebut. Katanya, untuk program yang mendunia seperti ini, semua pihak harus turun tangan. Tak hanya pemerintah, tapi juga para pekarya dan desainer, serta masyarakat secara umum.

"Kunci dalam berkarya percaya diri dengan segala kemampuan yang dipunya, agar bisa bermanfaar dan menginspirasi. Jadi diri sendiri, percaya diri, karena tanpa itu, kita tidak akan pernah berani memulainya," pungkas Anniesa. (fau/foto; ig:@anniesahasibuan)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top