Hari Anak Nasional

Sebar Nilai Kebaikan kepada Anak-Anak Lewat Dongeng ala Rona Mentari

gomuslim.co.id- “Pada suatu hari Trimbil pergi ke sekolah, namun dipertengahan jalan ia bertemu dengan ...”

Itulah salah satu penggalan kisah yang diceritakan oleh sosok yang riang, murah senyum, dan disukai anak-anak. Dialah Rona Mentari, pendongeng wanita berhijab yang menjadi juru dongeng bagi anak-anak di penjuru Nusantara.  

Kecintaannya dengan dongeng dimulainya sejak masa kanak-kanak dan berlanjut hingga sekarang. Kini dirinya tengah menggarap project dongeng yang berkolaborasi dengan Forum Indonesia Muda (FIM) Sasandu dan didukung oleh Maxima Indonesia mengedukasi dan berdongeng tentang 9 Nilai Anti Korupsi yang dikenal dengan nama gerakan “Aksi Dongeng Dari Timur” (Aksi singkatan dari Anti Korupsi).

Membangun Dongeng ku

Rona Mentari, Muslimah kelahiran Sleman Yogyakarta ini mengawali karir di dunia dongeng sejak duduk di bangku kelas 3 SD. Saat diwawancarai oleh gomuslim di sela-sela kesibukan mendongengnya, Rona, begitu ia akrab disapa, mengaku sejak dulu dirinya adalah seorang pemalu. Ia baru memberanikan diri mendongeng sejak usia 7 tahun. Pertamakali ia mendongeng di perempatan jalan lampu merah kepada anak-anak jalanan yang ditemani oleh sang ayah yang merupakan pendengar yang baik.

“Orang tua aku adalah pendengar yang baik, sedangkan guru TK dan SD saya adalah pendongeng yang handal,” ucap Rona tersenyum.

Sejak itu, orang tua Rona mengajaknya untuk melakukan Safari Ramadhan ke masjid-masjid untuk melakukan dongeng sembari menunggu berbuka puasa bersama anak-anak. Sejak itu dirinya semakin mencintai dongeng hingga sekarang.

“Sejak kecil aku sering didongengi oleh guru-guru tentang kisah-kisah nabi dan keesaan Allah SWT dan itu menjadi salah satu cara mereka menanamnkan nilai akidah, setelah dewasa aku mulai menyadarinya,”  kenang Rona.

Seiring menyampaikan cerita dongeng, Rona kerapkali melakukan modifikasi terhadap kisah-kisah yang dibawakannya. Tak melulu mengambil kisah yang sudah ada, namun dirinya suka membuat cerita baru bahkan ia sudah menulis buku ‘Cerita Anak Ramadhan Dongeng Trimbil’ dengan berbagai judul. Dan mendirikan Rumah Dongeng Mentari di kediamannya di Yogya.

Anak-Anak, Teknologi dan Dongeng

Menanggapi kemajuan teknologi yang berdampak pada anak-anak, hijaber berprestasi yang telah mengharumkan nama Indonesia di Sydney, Australia pada International Storytelling Conference 2014, dirinya berpendapat bahwa kemajuan teknologi yang melanda anak-anak jaman sekarang adalah hal tidak dapat dihindari. Ibarat dua mata pisau ada yang memiliki sisi positif dan negatif.

“Anak-anak yang suka bermain gadget tidak punya pilihan. Dan orang tua memberikan pilihan itu. Mereka tidak pernah mendapat pilihan lain seperti bermain dengan orang tua, bermain dengan temannya, atau mendengarkan dongeng, makanya mereka main gadget. Cobalah mulai memberikan pilihan kepada mereka dengan berdongeng,” tutur Rona.

Project Tahun Ini

Dalam debutnya ke Indonesia bagian Timur di gerakan “Aksi Dongeng Dari Timur”, Rona akan berdongeng dengan menyelipkan 9 Nilai Anti Korupsi, antara lain;  jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerjakeras, sederhana, berani, dan adil.

Hijaber lulusan jurusan Komunikasi ini akan mendongeng di 10 titik daerah timur, yang dimulai dari Lombok, Sumbawa, NTT dan Papua. “Rencananya ada 10 titik, dan kami baru menyelsaikan 1 titik, semoga bulan Desember ke 9 titik lainnya sudah selesai,” pungkas Rona.

“Dalam gerakan ini dongeng yang aku bawain nggak menggunakan kata ‘Korupsi’ atau istilah yang sulit dimengerti anak-anak, jadi aku kemas dengan bahasa yang sederhana ,” ujarnya.

Project ini merupakan gerakan yang terbuka untuk umum bagi siapa saja yang ingin berkolaborasi. Karena aksi ini ‘Dari Kita dan Untuk Kita’, masyarakat lokal terlibat dan semua boleh berkolaborasi.

Pesan Rona di Hari Anak Nasional

Berkenaan dengan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli, dirinya menanggapi bahwa Hari Anak Nasional adalah sebuah momentum orang dewasa mengingat bahwa anak-anak adalah bagian penting dalam sebuah bangsa. Momen para orang tua mengembalikan dunia anak, memberikan waktu dan dan memikirkan mereka.

“Dari pengalaman saya berkeliling mendongeng, anak-anak mengatakan bahwa kebahagiaan mereka adalah waktu bersama orang tua,” ucapnya.

Sebagai generasi muda, dirinya mengatakan bahwa generasi muda adalah generasi yang punya energi lebih. Kemauan dan kemampuan menjadi kekuatan generasi muda, maka ini menjadi masa-masa emas.

Alasan manusia hidup di dunia harus dimanfaatkan ketika masih muda. Selain memiliki kemampuan dan energi berlebih, generasi muda juga punya idealisme yang baik. Rona mengajak akan generasi muda dapat manfaatkan waktunya untuk melakukan hal positif dan bermanfaat.

“Itu artinya kita melakukan lebih dari satu hal, berusaha menyelamatkan generasi masa depan dengan cara sesederhana yang bisa kita lakukan. Every one is story teller dimulailah bercerita ke anak-anak disekitar mu, jadilah teman mereka,” tutup Rona mengakhiri wawancara. (nat)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top