Travel Blogger AyoPelesiran.com

Donna Imelda: Traveling Itu Kebutuhan Jiwa untuk Sekolah Kehidupan

gomuslim.co.id- Hobi menulis sejak kecil membuatnya begitu mencintai kegiatan yang satu ini. Meski waktu itu hanya seputar cerita kesehariannya, perempuan kelahiran Lampung ini terus mengasah kemapuannya dalam menulis. Berlanjut hingga dewasa dan mulai mengenal platform berbagi tulisan di blog, pada tahun 2007 ia mantab mengawali karir sebagai seorang blogger. Kini, tahun berganti tahun, ia menjadi salah satu blogger terkenal di Indonesia yang sudah melanglang buana ke berbagai daerah nusantara bahkan juga negara-negara di dunia.

Adalah Donna Imelda, travel blogger yang gencar bercerita melalui laman blog pribadinya; (DonnaImelda.com dan AyoPelesiran.com) tentang kisah perjalanannya yang bukan sekadar pergi ke tempat-tempat baru, tapi juga menaruh inspirasi dan berbagi manfaat untuk warga sekitar.

Pekan lalu, di sela kesibukannya, dosen Teknik Kimia di Universitas Jayabaya ini bercerita kepada gomuslim tentang kiprahnya bertahun-tahun menekuni dunia blogging dan traveling.

“Saya sempat vakum menulis karena kesibukan menjadi wanita bekerja dan juga ibu rumah tangga. Tapi, beberapa tahun terakhir ini makin leluasa terus aktif di dunia ini saat anak-anak saya sudah besar, sekarang mereka sudah jadi siswi SMA yang sedang senang-senangnya sekolah. Karena itu, saya jadi tenang kalau pergi traveling, tentu tanpa meninggalkan kewajiban saya jadi seorang istri dan ibu, “ jelas travel blogger yang pernah menjuarai Kerala Blog Express 2 World Competition ini.

Selain itu, Donna juga mengatakan kini dunia blogging dia isi dengan beragam kolaborasi yang lain. Sharing, traveling, capturing moments, writing dan volunteering adalah beberapa kata kunci yang menggambarkan passion seorang Donna Imelda. Tak heran bila dalam kesehariannya, perempuan ini gemar sekali menghadirkan momen-momen istimewa dan inspiratif baik yang didapatkan dari kegiatannya sehari-hari, dari dunia volunteering yang digelutinya, hingga dari setiap perjalanannya ke banyak tempat.

“Traveling itu penting. Karena dengan jalan-jalan kita jadi banyak tahu, banyak bersyukur. Traveling itu kebutuhan jiwa untuk sekolah kehidupan kita. Maka dari itu, kalau jalan-jalan jangan hanya sekadar ke tempat baru untuk foto-foto dan upload di sosial media. Tapi, belajarlah dari budaya masyarakat sekitar, tebar inspirasi dan manfaat untuk mereka, “ kata ibu dari Rizka Farah Diba Dianti (14) dan Hanifah Dianti Maharani (13) ini.

Dalam dunia volunteering, Donna juga aktif bersama rekan-rekannya di berbagai komunitas, seperti  Kelas Inspirasi Indonesia Mengajar, Komunitas Jelajah Pulau, dan lainnya.  Tidak hanya itu, Donna Imelda bersama lima orang sahabatnya juga mendirikan Jakarta Corners yang memiliki visi untuk menjadi situs rujukan tentang Jakarta sambil mengangkat kembali potensi Jakarta sebagai daerah tujuan wisata dan budaya. Untuk melebarkan sayap ke seluruh nusantara, situs tersebut diubah menjadi Indonesia Corners, demi merangkul lebih banyak lagi travel blogger Indonesia.

Dukungan Keluarga dan Peran Jadi Dosen Teknik Kimia

“Alhamdulillah anak-anak dan suami saya begitu bangga dan mendukung karir saya di dunia traveling dan blogging ini. Justru malah saya sering menularkan virus suka jalan-jalan kepada mereka. Sesekali kalau kami sama-sama ada waktu luang, anak-anak sedang libur sekolah, saya dan suami suka mengajak anak-anak nge-trip, yang sederhana dan dekat saja. Misalnya, tour de museum, tour de public transportation. Perjalananya dibuat asik, agar punya pengetahuan baru, sudut pandang baru, belajar lagi, belajar terus, “ jelas istri dari Agustinus Ahaddian Ginting ini.

Selain itu, Donna juga mengatakan kiprahnya di dunia pendidikan kini masih terus berjalan. Menjadi dosen Teknik Kimia di salah satu universitas swasta di Jakarta juga memberikannya inspirasi dan semanagat untuk terus berkarya.

“Dulu memang agak sulit pergi-pergi saat saya menjadi dosen sekaligus masuk ke struktur dekanat kampus yang mengharuskan saya ‘ngantor’. Tapi, sekarang sudah tidak. Jadi saya hanya mengajar di sana. Tak jarang juga mahasiswa saya meminta untuk bercerita di kelas tentang kisah perjalanan saya. Mereka excited dan saya senang kalau bisa sharing “ kata Donna.

Tips untuk Para Travel Blogger Pemula

Donna Imelda juga berbagi tips untuk kamu para hijaber yang ingin mulai terjun di dunia travel blogging. “Tidak ada tulisan yang bagus atau yang buruk. Dalam travel writing, tulisan perjalanan yang buruk adalah tulisan yang tidak ditulis. Cerita perjalanan yang tidak dibagikan. Apapun itu, bagikanlah, tulislah. Sebarkan manfaat bagi banyak orang, “ pungkas travel blogger media partner di beberapa festival wisata dan budaya Nusantara seperti Festival Gunung Krakatau di Lampung atau Festival Loksado di Kalimantan Selatan ini.

Saat jalan-jalan, kata Donna, bagi para hijaber jangan takut untuk melakukan perjalanan. Khsusunya untuk daerah Asia, InsyaAllah tidak akan sulit menemukan makanan halal.

“Justru kadang sang penjaga restonya sendiri yang menolak kita masuk ke resto mereka yang mengandung zat makanan non halal bagi muslim, karena kita berhijab. Karena itu jangan takut. Begitu juga dengan sholat, jangan sampai kita pergi ke luar rumah lupa dengan kewajiban kita. Islam tak pernah menyulitkan, ada kok aturannya sholat bagi orang yang sakit, begitu juga sholat untuk kita yang dalam perjalanan, “ katanya.

Apalagi, tambah Donna, kini Wisata Halal makin naik daun di dunia pariwisata Indonesia bahkan dunia. “Wisata halal dalam hal ini menurut saya tidak hanya untuk para turis muslim, karena banyak juga para turis non muslim yang suka dengan konsep wisata halal ini. Karena bersih, aman, nyaman, dan sehat. Kita bisa belajar dari Thailand dan Jepang yang begitu serius menggarap wisata halal sehingga bisa sukses sekarang, “ papar Donna.

Terakhir, travel blogger berusia 43 tahun ini mengatakan untuk melakukan perjalanan sejatinya kita tidak akan pernah sendirian. Karena di perjalanan, pasti kita akan bertemu dengan teman kenalan baru di pesawat, di bis, di kereta api, dan lainnya.

“Lakukanlah perjalanan. Karena ilmu sabar, ilmu ikhlas, dan ilmu-ilmu lainnya yang tidak diajarkan di sekolah sungguhan bisa kita pelajari di banyak tempat, dari siapa saja dan kapan saja. Salah satunya dengan melakukan perjalanan. Tapi, jangan hanya sekadar jalan-jalan. Lakukanlah sesuatu, bagikanlah cerita perjalanan lewat tulisan, berbagi inspirasi dan manfaat seluas-luasnya, “ kata Donna mengakhiri wawancara sore itu. (fau)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top