Hamanis, Si Kembar 3 Penghafal Alquran Inspirator Muda-Mudi Muslim

gomuslim.co.id- Alquran merupakan kitab suci umat Islam sekaligus mukjizat hingga akhir zaman. Kemuliaan Alquran senantiasa terpancar kepada mereka yang menghafal, memahami serta mengamalkan isi kandungannya.

Di Indonesia, penghafal Alquran (hafidz) sangat banyak. Mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, dewasa, bahkan yang lanjut usia. Salah satu yang menginspirasi umat Islam di Tanah Air adalah Hamanis. Hamanis ini merupakan singkatan dari tiga nama Hafidz kembar yaitu, “Hannan, Mannan, dan Ihsan,”.

Sedangkan nama lengkap mereka adalah Abdul Hannan Jamaluddin, Abdul Mannan Jamaluddin, Abdul Ihsan Jamaludiin. Ketiganya menghafalkan al quran dalam usia yang masih belia yaitu usia 17 tahun. Mereka adalah kembar 3 dari 8 bersaudara.

Kepada gomuslim, kembar 3 dari pasangan ayah bernama Agus Jamaluddin Malik dan Sukrimiyati (Ibu Mia) ini bercerita bahwa mereka sudah dibiasakan menghafal Alquran sejak kecil. Pendidikan orangtua sangat mempengaruhi ketiganya menjadi hafidz muda.

“Sejak kecil Umi dan Abah sudah mendidik kami untuk menghafal surat-surat pendek dan surat pilihan. Ingat sekali, dulu waktu masih TK, Ummi pernah buatkan jadwal untuk jadi imam bergantian mengimami sholat shunah adek-adek di rumah, sebelum berangkat ke masjid untuk sholat fardhu. Tujuannya adalah agar bisa mengulang hafalan sambil sholat,” ujarnya, Kamis (05/10/2017).

Kembar 3 kelahiran Batam, 11 Juni 1997 ini mengatakan sudah menghafal 2 juz Alquran ketika masih duduk di kelas 6 SD. Pendidikan mereka kemudian dilanjutkan di pesantren Tahfidz Al-Mu’minun, Solo, selama satu tahun. Lalu, mengkhatamkan hafalannya di Pesantren Darul Qur’an (DAQU) dengan dibimbing langsung Ustadz Yusuf Mansur.

“Iya, kami mulai fokus menghafal keseluruhan 30 juz di saat usia 15 tahun. Alhamdulillah selesai menghafal dalam waktu 9 bulan saja,” katanya.

Munsyid atau Penyanyi Religi Group Nasyid ”Hamanis” ini menuturkan, motivasi ketiganya dalam menghafal Alquran sangat banyak. Namun, motivasi terbesarnya adalah karena ingin memuliakan kedua orang tua di akhirat nanti. “Sebab di dunia kita tidak akan bisa membalas semua jasa-jasa orang tua kita meskipun dengan sebanyak apapun amal shaleh kita, setidaknya nanti di akhirat kita bisa memuliakan kedua orang tua kita dengan Alquran,” tambahnya.

Tips Menghafal Alquran Kembar 3

Mengenai metode menghafal yang mereka gunakan, Hamanis menjelaskan bahwa memperbanyak pengulangan ayat yang akan dihafal menjadi andalanya. Menurut mereka, dengan membaca berulang-ulang, lambat laun ayat-ayat Alquran akan hafal dengan sendirinya.

“Minimal satu ayat di ulang 20-40 kali. Bahkan bisa juga sampai 60 kali jika memang ayatnya lebih panjang,” ungkapnya.

Namun, semua itu tentunya harus diawali dengan niat yang lurus dan kuat. Sebab, kata mereka, kalau sudah ada niat akan ada 1000 jalan. Sedangkan kalau tidak ada niat yang kuat, hanya akan ada 1000 alasan.

“Kalau tips khusus dari Abah, kalau mau menghafal Alquran itu juga harus bisa menjaga mata, jaga hati, dan jaga makanan. Abah selalu berpesan agar jangan sampai ada makanan syubhat (yang tidak jelas asal dan hukumnya) yang masuk ke dalam perut kita, apalagi makanan yang haram,” jelasnya.

Selain itu, dengan memperbanyak membaca istighfar, mengahafal Alquran bisa lebih lancar. “Karena bisa jadi selama ini kita menghafal terasa susah disebabkan dosa-dosa kita yang menghambat lancarnya hafalan. Maka dari itu, perbanyaklah membaca Istighfar agar bersih dosa-dosa kita sehingga dapat menghafal dengan mudah,” pesannya.

Da’I Muda dan Penulis Buku

Selain dikenal sebagai penghafal Alquran dan Munsyid, Hamanis juga merupakan Da’i yang sudah berkeliling Indonesia dan Negara tetangga. Mereka berdakwah, memberikan motivasi kepada masyarakat khususnya kalangan muda muslim.

Kehadiran mereka dalam dunia dakwah ini memberi warna baru karena keunikannya yang terlahir kembar, dan disokong dengan tampilannya yang nyentrik. Bahkan, mereka juga telah menulis buku motivasi berjudul “LAKUKAN,”.

“Harapan kami, kedepannya dakwah islam bisa lebih diterima dikalangan masyarakat, semakin banyak anak muda yang cinta dengan Alquran, peduli dengan perjuangan dakwah dan cinta dengan ulama-ulama. Tentunya, sangat kami harapkan banyak anak muda yang berani terjun di dalam dakwah dengan segala macam ujian di dalamnya,” ujar pelantun lagu Nasyid Bidadari Bersayap Pelangi ini.

Menurut Hamanis, semangat dakwah Islam di Indonesia kini semakin baik. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya Gerakan dakwah seperti Tabligh Akbar, kajian-kajian Akbar, majelis remaja semakin banyak, bahkan sampai ada gerakan sholat subuh Akbar berjamaah.

Mereka juga melihat semangat menghafal Alquran di Indonesia semakin besar. Terbukti dengan semakin banyaknya lembaga-lembaga Tahfidz dan banyak juga komunitas Alquran. Ini karena masyarakat Indonesia semakin menyadari akan pentingnya Alquran dalam kemajuan diri dan bangsa ini. “Alhamdulillah, ini patut kita syukuri dan kita pertahankan,” ucapnya.

Hamanis berpesan kepada pemuda-pemuda muslim di Indonesia supaya jangan pernah merasa masa mudanya akan hilang jika dihabiskan untuk mempelajari Alquran. “Teruslah membaca, mempelajari dan menghafal Alquran, sebab Alquran tidak akan merenggut masa muda kalian. Justru Alquran akan melejitkan masa muda kita dan mencerahkan masa tua kita nanti,” katanya.

“Ingat, kita tidak akan pernah bisa menambah bahkan merubah keindahan Alquran, justru Alquran yang akan merubah hidup kita jadi lebih indah,” tutupnya.

Saat ini, Hamanis disibukan dengan kegiatan dakwahnya, roadshow keliling kota untuk nasyid, Tabligh Akbar, seminar motivasi, Talkshow, dan sekarang mereka sedang mempersiapkan buku kedua, yang dibuat dalam bentuk novel. (njs)

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top