Dakwah Ustadz Fatih Karim, Mulai dari Kajian Perkantoran Sampai Bangun Pesantren Penghafal Alquran

gomuslim.co.id- Sosok yang satu ini dikenal sebagai seorang yang sederhana, tegas dan lugas dalam bicara. Selama puluhan tahun, dakwah yang ia sampaikan selalu dihiasi dengan senyum dan cara-cara yang santun. Namanya Fatih Karim.

Kepada gomuslim, Ustadz Fatih Karim bercerita bahwa dirinya mulai mengenal Islam secara intensif sejak tahun 1997 ketika kuliah di Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung. “Di sana saya mulai ikut kajian-kajian di Masjid, waktu itu DKM Unpad. Dari sana kemudian itu bermula, saya mulai mengerti dan paham bahwa dahwah itu wajib, dakwah itu kebutuhan, maka saya mulai untuk berdakwah,” ujarnya.

CEO & Founder Cinta Quran ini menjelaskan setidaknya ada dua alasan yang membuat dirinya aktif dalam dunia dakwah. Pertama, ia menyadari bahwa hidup di dunia ini singkat. Setiap manusia akan kembali kepada Sang Pencipta. Maka sebelum pulang itu, seseorang haruslah mempunyai bekal amal yang besar.

“Amal yang paling besar itu jihad. Kalau jihad kondisi sekarang mungkin tidak memungkinkan karena Indonesia adalah wilayah aman. Mau berangkat ke Palestina dan yang lainnya orangtua kita tidak ridha, bahkan sulit sekali untuk menembus daerah sana. Kita juga tidak mempunyai kemampuan secara fisik. Nah, amal yang besar selain jihad adalah dakwah. Maka dakwah adalah dorongan terbesar kita,” jelas ayah dua anak ini.

Selanjutnya, alasan lain adalah adanya hadits dari Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa barangsiapa yang menjadi perantara kebaikan, maka pahala dari orang yang melakukan kebaikan itu akan mengalir kepada kita dengan tidak mengurangi pahalanya sedikit pun. “Kurang greget gimana kita kalau begitu. Berarti kan multi player efek pahala. Luar biasa,” ungkapnya.

Bagi CEO Alanabi.id ini, dakwah sejatinya adalah mengembalikan fitrah manusia kepada Allah, atau kepada Islam. Menurutnya, kodrat manusia itu sering lupa bahwa segala sesuatu itu datangnya dari Allah, baik rejeki, jodoh, ajal ataupun yang lainnya.

“Maka, mengingatkan orang agar ingat kembali kepada Allah, kemudian hidup dengan naungan Allah, hidup diatur Allah, itulah hakikat dakwah,” katanya pria kelahiran 30 Juli 1979 itu.

Ustadz Fatih juga menuturkan tantangan dakwah terbesar yang ia rasakan berasal dari eksternal. Menurutnya, tantangan tersebut adalah perang pemikiran dengan liberalisme, sekularisme, dan turunannya.

“Racun-racun pemikiran dari luar itu luar biasa, berat bagi kita. Karena ini menantang peran dakwah dan keilmuan kita. Jadi arahnya lebih eksternal bukan internal. Meski tantangan internal itu ada, tapi tantangannya adalah pemikiran-pemikiran kufur yang ada di luar, bagaimana kemudian kita bisa menunjukkan kebatilannya dan kita bisa membangun pemikiran Islam di atasnya,” jelasnya.  

Tentang Cinta Quran dan Alanabi.id

Pada tahun 2009, Ustadz Fatih Karim membangun sebuah pelatihan bernama Cinta Quran. Pelatihan ini berdiri karena keprihatinannya melihat masih banyak umat Islam yang belum bisa membaca Alquran. Bahkan, data dari MUI Jawa Barat ketika itu menyebutkan bahwa lima dari sepuluh jemaah haji Indonesia tidak bisa baca Alquran.

“Bagaimana kita bisa tinggal diam jika diantara saudara-saudara kita ada yang gak bisa baca Alquran. Maka waktu itu kita berinisiasi membuat sebuah pelatihan. Alhamdulillah Cinta Quran punya tiga metode, super cepat Baca Alquran, terjemah Alquran dan memberbaiki bacaan Alquran atau Tahsin,” paparnya.

Selanjutnya, Cinta Quran ini semakin melebar, bukan hanya mengajak orang untuk bisa baca Alquran, tetapi juga melangkah untuk mulai menghafal Alquran. “Kita sudah bangun pesantren penghafal Alquran namanya Cinta Quran Center di Bintaro di atas tanah seluas 5000 meter. Dan tahap berikutnya adalah kita mengajak orang untuk memperjuangkan Alquran yakni mencetak para dai Quran dan menjadikan para dai itu pejuang-pejuang Quran,” ungkapnya.

Selain membangun Cinta Quran, Ustadz Fatih juga mendirikan usaha minuman herbal yang diberi nama Alanabi.id. Produk ini, kata dia, juga hadir karena inspirasi dari Alquran. Ia menyebutkan bahwa Alquran telah merekomendasikan seperti madu, buah tiin, zaitun, habatussaudah, dan kurma sebagai sesuatu yang baik untuk manusia.

“Jadi kita ini kan orang beriman yah, kenapa kita mempercayakan produk-produk untuk masuk ke tubuh kita justru bukan dari Alquran, padahal kita mengimani bahwa Alquran itu pasti benar. Semua yang direkomendasikan Alquran ini diracik dengan indah dalam sebuah racikan namanya minuman herbal alami. Boleh kunjungi www.alanabi.id, Insya Allah halal, berkah dan hasilnya untuk perjuangan umat Islam sendiri,” katanya.

Kajian Perkantoran dan Pesantren Penghafal Alquran

Tahun 2018, Ustadz Fatih bersama tim juga membuat sebuah program namanya kajian perkantoran. Hingga saat ini, ia menyebutkan bahwa program tersebut sudah dipercaya lebih dari 300 perkantoran di wilayah Jabodetabek dan Bandung. Kajian perkantoran ini hampir setiap hari keliling kantor untuk ngisi kajian berdasarkan permintaan.

“Kedua, kami sedang membangun Majelis Cinta Quran (MCQ) di Jabodetabek. Insya Allah di setiap kota, 6 kota besar di Indonesia. Kemudian kami juga sedang membangun program Indonesia bisa Baca Alquran. Jadi kita keliling Indonesia agar orang-orang bebas buta aksara Alquran dalam bentuk training tidak berbayar. Alhamdulillah alumninya sudah 30 ribu orang,” ujarnya.

Selain itu, ia juga akan membangun Cinta Quran Center yang nantinya menjadi pesantren penghafal Alquran. “Santrinya dari Sabang sampai Merauke. Pesantren ini akan mencetak santri-santri menjadi pejuang bukan hanya sekedar menghafal Alquran,” tutupnya.

Pesan untuk Pemuda Pemudi Islam

Kepada pemuda-pemudi Islam, Ustadz Fatih mengajak untuk bersama-sama belajar memahami Islam lebih dalam. Menurutnya, pemuda Islam harus memahami bahwa hidup itu singkat. Untuk itu, ia mengajak pemuda/pemudi untuk sungguh-sungguh menghiasi waktunya dengan amal saleh.

“Kalau tidak beramal soleh, nantu rugi. Karena ketika kita sudah kembali, kita tidak bisa kembali lagi ke alam dunia untuk menyesali apa-apa yang pernah dan belum pernah kita lakukan. Jadi pesan saya buat remaja muda/mudi mumpung masih muda, Rasulullah mengatakan manfaatkan lima masa sebelum lima datang. Masa muda sebelum tua, mumpung masih muda. Masa luang sebelum sempit. Masa kaya sebelum miskin. Masa sehat sebelum sakit. Dan terakhir masa hidup sebelum mati. Manfaatkan betul!,” pesannya. (njs)      


Back to Top