Khansa Syahlaa, Hijaber Cilik Penakluk 7 Summits

gomuslim.co.id- “Tinggalkan gadget mu, keluar dari rumah mu, keluar dari zona aman mu, dan lihatlah Indonesia dari puncak-puncak gunung”

Berikut kutipan motivasi dari seorang pendaki cilik termuda di Indonesia yang berhasil menaklukkan  7 summits. Gadis cilik berhijab ini bernama Khansa Syahlaa, sampai saat ini ia sudah berhasil mendaki 20 gunung di Indonesia.

Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Aulia Ibnu Sina dan Pramudhi Ayu memang terlahir dari keluarga pendaki. Darah petualangan dari ayahnya yang diturunkan kepada khansa. Selain menaklukan atap gunung di Indonesia, Aulia juga pernah menggapai puncak Gunung Eibrus, Rusia dengan ketinggian 5.642 mdpl, Kilimanjaro di Afrika Selatan ketinggian 5.895 mdpl, dan Puncak Himalaya, 5.356 mdpl.

Mengenal Gunung dari Ayah

Khansa kecil mulai pertama kali naik gunung Bromo sejak usianya lima tahun. Baginya ayah adalah tokoh pertama yang menginspirasi hobinya mendaki gunung-gunung tertinggi.

“Ayah sering cerita tentang keindahan dan perjalanan saat naik gunung, makanya aku jadi tertarik dan sampe sekarang jadi ketagihan,” ujar Khansa.

Pendaki cilik yang kini duduk di kelas 6 SD ini mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga dari perjalanan pendakian. Ada banyak hal yang tidak bisa dilihat orang pada umumnya selain di gunung.

“Di gunung kita bisa menemukan macem-macem jenis hutan, tumbuhan, cakar harimau, beruang madu, ketemu kambing hutan, padang savana yang mirip film-film Wonderland, yang nggak bisa aku temuin kalo nggak ke gunung,” tutur Khansa.

Dari sekian banyak gunung yang pernah ia daki. Gunung kesukaan Khansa adalah Gunung Binaiya di Pulau Seram, Maluku dan Gunung Leuser yang terletak di perbatasan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

“Terakhir aku naik gunung Leuser, di bulan Desember 2017. Saat itu aku pingin banget naik Leuser karena punya jalur terpanjang di Indonesia bahkan Asia, dari situ aku jadi termotivasi untuk ngajak ayah naik Leuser,” pungkas Khansa yang mengaku suka ngemil coklat Wonka saat naik gunung.

Dalam catatan Taman Nasional Gunung Leuser, Khansa termasuk sebagai pendaki termuda di Indonesia yang pernah mendaki Leuser. Kemudian ia diberi tantangan oleh Mr. Jally salah satu tokoh pendaki Leuser asli Gayo, Aceh untuk melalui jalur khusus yang ditempuh selama 10 hari lebih cepat dari biasanya yang dapat memakan waktu 14 hari.

Alhamdulillah aku berhasil melewati tantangan itu, dan Mr. Jally menamai jalur itu dengan nama Jalur Khansa,” ujar Khansa sambil tersenyum.

Sebelum memulai pendakian, kata Khansa, ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Mulai dari persiapan fisik, mental, dan logistik.

“Biasanya sebelum mendaki aku rutin olahraga supaya fisik aku kuat, seperti naik turun tangga, berenang, gym, dan climbing untuk gunung-gunung tertentu,” papar dia.

Pendaki Idola dan Tantangan Naik Gunung

Selain ayahnya, ia juga mendapat motivasi dari kisah-kisah pendaki senior. Khansa mengaku  ia mengidolakan tokoh pendaki Indonesia Ogum.

“Aku ngefans sama om Ogun, dia itu pendaki Indonesia dan luar negeri yang lagi sakit kanker stadium 4, dan dia mau ke gunung Everest, om Ogun keren banget,” ujar Khansa.

Sedangkan untuk tokoh luar negeri, ia mengidolakan Reinhop Mester pendaki Gunung Everest yang tidak memakai oksigen selama pendakian.

Namun tak bisa dipungkiri, selama perjalanan ke berbagai gunung ada kesulitan yang pernah ia lalui, salah satunya yang diakui Khansa ketika mendaki Cartensz Pyramid 4.884 mdpl sebagai puncak tertinggi di Indonesia yang berada di Papua.

“Tantangan terberat selama aku naik gunung ada di puncak Cartensz Pyramid, banyak jalur vertikal jadi aku melewati  rintangan tebing yang mengharuskan climbing dan ngelewatin jembatan satu tali. Alhamdulillah aku sampai puncak,” cerita Khansa.

Karena hobi Khansa tidak biasa seperti anak-anak pada umumnya, ia menjadi dikenal di sekolahnya SD Dar El Salam Gunung Putri Bogor. Teman-teman sekelas Khansa sering mendengar kisah pendakiannya.

“Temen-temen aku tau kalo aku suka naik gunung, mereka banyak bertanya ke aku gimana rasanya di sana bisa liat pemandangan bagus dan aku juga sering cerita ke mereka, dan bilang ke mereka kalo kita naik gunung dapet banyak manfaat,” tutur gadis yang bercita-cita menjadi astronot ini.

Ia juga mengaku teman-temannya sangat tertarik untuk naik gunung namun terkendala dengan izin orang tua, dan ada yang  takut dengan ketinggian.

Tips Mendaki untuk Hijabers ala Khansa

Meski berhijab, Khansa sama sekali tidak merasa terganggu dengan hijab yang dikenakannya. Pendakian semakin menyenangkan karena hijab seperti melindungi dirinya.

“Hijab selalu buat aku ngerasa nyaman, dan hangat kalo lagi di gunung,” ujar Khansa yang selalu tampil dengn gaya hijab syarinya.

Dikatakan Pramudhi Ayu, Khansa tidak pernah mengeluh soal hijab. “Bahkan sebenarnya ia mau pakai hijab syari yang panjang, tapi saya kasih saran supaya bisa disesuaikan dengan medan di gunung. Tapi dia tetep kekeuh nggak mau pakai yang pendek,” kata dia.

Naik gunung merupakan kegiatan yang butuh persiapan matang, Khansa sendiri mengaku dengan persiapan yang baik pendakian akan lancar. Berikut tips mendaki gunung ala Khansa:

Pertama, latihan fisik sebelum pendakian, Kedua, semua perlengkapan harus memadai dari ujung kepala sampai kaki.

“Menurut aku sepatu hal yang sangat penting, karena Kaki senjata utama kita di gunung, jadi nggak boleh luka atau sakit,” pungkas Khansa.

Ketiga, persiapan logistik yang matang, saat menempuh pendakian jauh bekal makanan harus dilebihkan 1 sampai 2 hari. Keempat mental yang kuat. “Kita harus sabar selama pendakian sampai akhir,” ujar Khansa. Dan Kelima,  berdoa dan beribadah kepada Allah SWT.

Alhamdulilah selama pendakian aku nggak pernah tinggalin sholat. Kalo nggak ada air aku tayamum dan selalu bawa mukena di ransel,” tandasnya.

Pramudhi berharap agar semua anak-anak seusia Khansa bisa mencinta alam karena di alam dia dibentuk kedewasaannya, dan kemandiriannya.

InsyaAllah jadi pribadi yang nggak gampang ngeluh dan nggak gampang cengeng,” tutur bunda Khansa. (nat/foto:@khansa_sumitters)

 

 

 

 

 

 

 

 


Back to Top