Thawaf Berbuah Gampar

Kebiasaan buruk yang pernah dilakukan Ym, sebut saja namanya begitu, benar-benar mendapat balasan setimpal dari Allah Swt. Ketika melaksanakan ibadah haji, beberapa tahun silam, dalam beberapa kali thawaf, Ym selalu mendapat celaka, yakni kepalanya ditempeleng dari belakang. Celakanya, ketika menengok ke belakang, tak ada tanda-tanda seseorang telah menggamparnya. Sebuah kejadian yang misteri.

Kali terakhir digampar orang dari belakang, Ym kemudian mengingat-ingat, bahwa dosa apa yang telah dilakukan sehingga dia selalu mendapat cobaan seperti itu. Pikiran dia melayang ke masa-masa mahasiswa dulu, yang mana dia termasuk orang yang ringan tangan, yakni suka menggampar seseorang, bahkan teman satu kos. “Nah, baru teringat sekarang, saya dulu kerap menggampar orang, bahkan hanya karena masalah yang sepele,” ujar Ym menceritakan kejadian naas di hadapan  Kabah itu.

Tidak ingin kejadian tersebut terulang lagi, Ym lalu bersimpuh di hadapan Kabah, memohon ampunan dari Allah Swt. Dia berjanji tidak akan mengulangi lagi kebiasaan buruk tersebut. Dia berjanji pula akan selalu hormat dan menghargai orang lain, kendati mereka berusia lebih muda.

(dns)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top