Ratu Belanja Gagal Nge-Mall

Ini soal kebiasaan di tanah air sebelum berangkat haji. Ibu Sosialita ini di kalangan sejawatnya dikenal sebagai  Ratu Belanja. Tidak peduli tanggal tua, apalagi ketika tanggal muda, hasrat berangkat ke pusat-pusat perbelanjaan berkelas di  Ibukota semakin membara. Jika pekan ini di salah satu Mall ternama, pekan berikutnya sudah ada jadwal ke Mall ternama lainnya. Demikian terjadi selama bertahun-tahun, berbelanja menjadi rutinitas yang jika tidak dilakukan akan terasa seperti  absen dalam kegiatan.

Suatu ketika Ibu Sosialita ini berangkat haji ke tanah suci bersama para sahabat dan kerabatnya. Saat berangkat, ia sudah menyiapkan segala sesuatunya, termasuk dolar dan riyal untuk berbelanja di Saudi Arabia. Sesampainya di Madinah, ia masih dapat menahan tidak membeli barang-barang karena para pembimbing dan ketua rombongan menyampaikan bahwa akan ada sesi berbelanja setelah ibadah. Lagi pula, perjalanan masih panjang, tidak nyaman koper hamil duluan. Setelah dari ziarah Nabi di Madinah  kemudian ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah. Di kota suci ini juga masih bisa menahan diri untuk tidak berbelanja karena sudah diinformasikan, bahwa sesi belanja akan dilaksanakan di kota metropolitan Jeddah.

Nah, sesi belanja tiba! Orang menyebutnya thawaf wada’ atau perpisahan dengan mengitari kawasan Balad dan Corniche. Pertokoan modern di wilayah ini tumbuh subur dari yang berkonsep Eropa Modern maupun Midle East Style. Barang-barang berkelas pun mudah dijumpai di kawasan tersebut.

Namun, sekali lagi namun. Ibu Sosialita ini tidak bisa beranjak dari kamar hotelnya. Tiba-tiba saja ia lemas, kakinya sulit digerakkan. Tidak sedang kram atau stroke, tetapi sedang lemah tak berdaya. Ia kemudian mulai menyadari, selama di tanah air ia kerap meninggalkan rumah tanpa izin suami berangkat dari mall ke mall. Saat itu, tidak ada yang bisa dilakukan selain menelpon suaminya di tanah air, meminta maaf dan setelah cucuran air mata itu reda, ia menarik nafas panjang untuk introspeksi, bermuhasabah diri sambil terus istighfar lalu bersyukur Allah memberi hikmah dalam hajinya. Setelah terlelap, ia bangun dan semua normal kembali, tetapi sesi belanja sudah selesai, ia harus berkemas ke bandara Jeddah menuju Jakarta. (mm)

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top