Baru Terlintas Jadikan Gelang Sebagai Tanda Haji, Begini Jadinya

Malam itu di area thawaf sebenarnya tidak terlalu padat sehingga antrean jemaah yang ingin merasakan dapat mencium ‘hajar aswad’ juga tidak begitu banyak. Saat itulah seorang petugas haji dari Indonesia melaksanakan niatnya. Namun setelah berhasil mengikuti cara Nabi SAW dalam memperlakukan batu dari surga itu, ia beringsut pelan ke belakang sambil memberi kesempatan kepada jemaah lain yang sudah rapi menunggu giliran, tetapi ia merasakan kehilangan sesuatu.

Meski tengah malam itu lengang, tidak disangka saja ‘gelang haji’ terlepas sudah tidak lagi berada di pergelangan tangan. Padahal, baru saja terbesit dalam hatinya akan menjadikan gelang haji sebagai benda kenangan untuk menandai dirinya sudah berhaji.

Hari itu dia memang baru saja bertemu seorang sahabatnya yang bekerja di Konsulat Jenderal RI Jeddah. Teman kuliah itu menginginkan gelang tersebut karena setiap tahun berhaji dalam tugas di misi haji Indonesia tetapi tidak pernah mendapatkan ‘gelang haji’.

Sadar, rupanya disebabkan lintasan pikiran tersebut, dengan kasih sayang-Nya, Allah menegur: bahwa bukan gelang sebagai tanda berhaji, sehingga seketika dilucuti. Ia memohon ampun, kemudian berdoa di Multazam agar diberi kesempatan kembali ke Baitullah, kembali lagi dan lagi. Belum setahun dari peristiwa tersebut, ia kembali ke tanah suci untuk berumrah. Meluruskan niat adalah pintu untuk membalik kesalahan.(mm)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top