Selalu Terima Segendongan Buah dari Masjid Haramain

Sepulang dari tanah suci, Hj Salamah Binti Purnomo Kasidi menceritakan pengalaman pribadinya selama melaksanakan haji. Berangkat bersama suami melalui embarkasi Surabaya pada gelombang pertama, langsung ke Madinah untuk berziarah Nabi SAW dan menunaikan ‘arbain’ atau shalat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi. Keheranan pertama ia rasakan ketika kembali ke pemondokan atau hotel.

“Sepanjang perjalanan mulai dari dalam masjid sampai pelataran, tiba-tiba ada orang berdiri memberi saya buah-buahan. Ada apel, jeruk dan kurma. Sesampai di pelataran masjid ada yang lari-lari mendekati saya hanya untuk memberi satu paket minuman kotak, padahal saya sudah memondong buah-buahan pakai mukenah,”ujarnya kepada gomuslim, belum lama ini.

Kesan hari pertama itu tidak terlalu merisaukan hatinya, sebab bisa jadi mereka kasihan melihat tampangnya yang melas meski tidak memelas. Tetapi pada hari kedua dan seterusnya selama di Masjid Nabawi, dapat dipastikan selalu ada orang yang memberi, meski kadang hanya beberapa bungkus kurma dan sekantong buah-buahan.

“Bahkan saat ingin minum, baru terlintas keinginan, tiba-tiba ada saja orang tidak dikenal mendekat menawarkan zam-zam siap minum,”tambahnya. Hal demikian terulang ketika di Masjidil Haram, sehingga para sahabat serombongannya di hotel mulai ketagihan menunggu jatah pembagian buah-buahan dari masjid yang jumlahnya sampai segendongan. Dari mana datangnya para pemberi-pemberi itu, setiap ingin pulang ke hotel selalu ada yang mengikuti lalu memberi, padahal orang lain yang melintas di depan dan di belakang Hj Salamah tidak diperlakukan demikian. Pemberi itu seperti memilih atau mengincar dirinya.

Ketika pengalaman itu terdengar seorang Kiai di kampungnya saat kunjungan atau ziarah haji, Kiai tersebut kemudian menyampaikan hikmah amaliah Hj Salamah kepada salah seorang anaknya. “Itu karena sejak muda dulu, Ibumu senang menjamu tamu-tamu sekolahan, jamaah pengajian bahkan tamu dari kelurahan juga sering acara di rumahmu.” ujar putra Sulungnya kepada gomuslim. Hj Salamah adalah ketua Fatayat NU sejak anaknya TK sampai tamat SMA dan menjabat Ketua Muslimat NU sampai pensiun. Ia berorganisasi dan menanggung konsekwensinya. Di Haramain ia baru merasa ditunjukkan sesuatu. Ternyata berbagi itu indah dan Allah perlihatkan sekelumit keindahan itu meski tanpa disadari. (mm)


Komentar

  • Ayu

    18 Maret 2016

    Subhanallah

    Tidak ada perbuatan baik yang sia2...smoga bisa mengambil hikmahnya..


    Reply






















  • masgani

    16 Maret 2016

    subhanallah

    hikmah ada di mana-mana dan hanya orang beriman yang bisa memahami setiap kejadian. kita yakin semua amal baik dicatat baik dibalas atau tidak dibalas dg kebaikan dr manusia krn Allah sdh siapkan balasannya di sorga


    Reply






















  • Tulis Komentar


    Back to Top