Lumpuh, Turun dari Kursi Roda Mampu Berjalan Saat Sa'i

 

Profesinya sebagai seorang koki di sebuah hotel mewah di Mekkah, Saudi Arabia, membuat Suyadi Badri dekat dengan masjidil haram. Untuk melakukan umrah pun, dengan mudah ia bisa menunaikannya setiap waktu.

Di suatu musim haji, ia menyempatkan diri berhaji. Sekali lagi ini mudah tinggal mengajukan cuti dari kerja, lalu mulailah berniat ihram untuk haji.

“Sambil menunaikan ibadah haji saya membantu saudara-saudara dari tanah air yang naik haji untuk menyempurnakan ibadahnya. Misalnya membantu mendorong kursi roda bagi yang lansia atau penyandang cacat (difable),” tuturnya kepada gomuslim.

Rupanya jasa cuma-cuma ini ia lakukan bersama teman-temannya, dengan bergantian mendorong. Hingga satu kali saat membantu salah seorang jamaah haji dari Kalimantan Selatan, ia menjumpai sebuah keajaiban. “Mungkin ini mu’jizat Allah di dekat Kakbah atau tanah suci, sebagai bukti kuasa Allah SWT,” terangnya.

Jamaah yang ia bantu itu ialah seorang pemuda, dengan menyandang kelumpuhan di kaki sehingga tak bisa berjalan. Pemandangan pada diri pemuda ini sudah Suyadi dapati sejak miqot. Konon kelumpuhan itu buah dari kecelakaan di masa kecil. Karenanya untuk menunaikan manasik haji ia harus pakai kursi roda.

“Kami bertiga sama teman bergantian mendorong sejak mulai dari ibadah manasik pertama. Ketika ke Arafah pun kami tempuh berjalan kaki dari sore hingga sampai pada tengah malam, mendorongnya bergantian,” kenang Suyadi.

Lalu sampailah pada satu moment saat melakukan Sa’i antara Sofa-Marwa, muncul keajaiban yang membuat ia dan teman-temannya terkejut bukan main. Saat lari-lari kecil balikan ketiga pemuda itu tiba-tiba minta berhenti, “sudah berhenti saya mau jalan sendiri..,” kata Suyadi menirukan ucapan si pemuda itu. Sepontan dia menurunkan kakinya ke tanah dan berdiri dari kursi roda. Sejurus kemudian si pemuda itu telah berjalan setengah berlari.

Akibat kejadian itu, Suyadi merasakan betul mu’jizat tanah suci dan Ka’bah itu masih ada. Orang yang beribadah dengan ikhlas di haramain, berhaji atau umrah hanya karena Allah, pasti Allah membangkitkan jiwanya untuk selalu mendekat kepada Nya. Seperti yang dialami Suyadi dan si pemuda yang lumpuh itu.(bl)

 

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top